Samanta Elsener Ungkap Alasan Mantap Menjadi Mualaf

Lifestyle Clara Monica 26 Mei 2026 04:20 WIB 4
Samanta Elsener Ungkap Alasan Mantap Menjadi Mualaf

Samanta Elsener, adik pembawa acara Darius Sinathrya, mengungkap perjalanan pribadinya saat memutuskan memeluk Islam. Kisah psikolog dan penulis itu menjadi sorotan setelah ia berbicara terbuka dalam perbincangan bersama Melaney Ricardo di YouTube.

Samanta menjelaskan bahwa keputusannya bukan muncul secara mendadak, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi duka, pencarian, dan refleksi diri. Ia menyebut Islam sebagai ruang ketenangan yang akhirnya membuat hatinya mantap mengambil langkah besar dalam hidupnya.

Mualaf dari proses batin

Samanta mengaku pengalaman kehilangan ibu di usia balita menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan emosionalnya. Duka itu membuatnya tumbuh dengan banyak pertanyaan tentang hidup, kehilangan, dan makna ketenangan.

Dalam masa pencarian itu, ia mencoba memahami berbagai ajaran agama secara lebih mendalam. Ia tidak ingin mengambil keputusan berdasarkan tekanan, melainkan lewat pertimbangan intelektual dan batin yang matang.

Bagi Samanta, keputusan menjadi mualaf adalah bagian dari proses penyembuhan diri. Ia merasa akhirnya menemukan jalan yang paling sesuai dengan kebutuhan jiwanya.

Ketenangan di sekitar masjid

Samanta menceritakan bahwa ketertarikannya pada Islam tumbuh secara perlahan saat ia masih menjalani aktivitas kuliah. Setiap kali melewati sebuah masjid, ia merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Ia bahkan mengaku terkesan dengan gerakan salat yang disaksikannya dari luar. Menurutnya, gerakan sederhana itu memberi rasa damai meski saat itu dirinya belum memeluk Islam.

Atmosfer positif di sekitar rumah ibadah tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam pikirannya. Dari situ, rasa ingin tahunya terhadap Islam semakin terbuka dan terus berkembang.

Lingkungan Muslim yang ramah

Selain pengalaman pribadi, interaksi dengan teman-teman Muslim di sekolah negeri dan lingkungan kampus juga membentuk pandangannya. Ia menemukan bahwa citra negatif yang selama ini ia dengar tidak sesuai dengan kenyataan yang ia temui.

Samanta merasa banyak nilai dalam Islam yang justru menghadirkan kedamaian dan kejelasan hidup. Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa agama tersebut mampu menjawab kegelisahan yang ia rasakan selama ini.

Pergaulannya yang hangat dengan orang-orang di sekitarnya membuat proses pencariannya terasa lebih natural. Ia tidak merasa dipaksa, melainkan didampingi oleh pengalaman sosial yang penuh keterbukaan.

Keluarga tetap mendukung

Meski berpindah keyakinan, Samanta menegaskan bahwa hubungannya dengan keluarga tetap terjaga dengan baik. Ayahnya disebut memiliki tingkat toleransi tinggi, terlebih karena pernah mengalami perpindahan keyakinan demi pernikahan.

Dukungan juga datang dari sang kakak, Darius Sinathrya, serta iparnya, Donna Agnesia. Keberadaan keluarga yang terbuka membuat Samanta merasa lebih tenang dalam menjalani keputusan hidupnya.

Ia menilai dukungan keluarga menjadi bagian penting dari proses penerimaan dirinya. Dengan suasana yang hangat itu, Samanta dapat menjalani keyakinan barunya tanpa kehilangan kedekatan dengan orang-orang terdekat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!