Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah kuasa hukumnya, Minola Sebayang, membeberkan alasan di balik keputusan penghentian nafkah sejak Desember 2025. Menurut pihak Ruben, langkah itu diambil karena ia merasa haknya sebagai ayah belum terpenuhi setelah perceraian dengan Sarwendah.
Minola menyebut Ruben selama ini tetap menjalankan berbagai kewajiban finansial, termasuk kebutuhan anak, asuransi, hingga biaya rumah tangga tertentu. Di sisi lain, Ruben mengaku menahan diri dan memilih mencari penghiburan dengan rutin datang ke panti asuhan agar tetap dekat dengan suasana anak-anak.
Ruben Onsu dan Nafkah Anak
Minola Sebayang menegaskan bahwa kliennya tidak serta-merta lepas tangan setelah pernikahan berakhir. Ia menyebut Ruben tetap menanggung banyak pengeluaran yang berkaitan dengan keluarga. Menurutnya, pengorbanan itu sudah berlangsung cukup lama meski status rumah tangga keduanya telah selesai.
Penghentian nafkah disebut baru dilakukan sejak Desember 2025. Langkah tersebut, kata Minola, merupakan bentuk protes karena Ruben merasa tidak memperoleh hak sebagai ayah. Ia menilai publik kerap hanya melihat kewajiban yang dijalankan, tanpa memahami beban finansial yang masih ditanggung.
Minola juga mengungkap adanya biaya lain yang masih dibayarkan Ruben untuk Sarwendah. Biaya itu disebut mencakup asuransi dan sejumlah kebutuhan rumah tangga. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi, karena ada tanggung jawab yang terus berjalan setelah perceraian.
Dalam keterangannya, Minola menyinggung besarnya nominal yang selama ini dikeluarkan Ruben setiap bulan. Ia mengatakan jumlah tersebut jauh dari anggapan sebagian orang yang menilai nafkah hanya sebatas kebutuhan dasar anak. Menurutnya, kondisi itu membuat Ruben merasa beban yang dipikulnya tidak sepenuhnya dihargai.
Protes dan Hak Sebagai Ayah
Minola menjelaskan bahwa keputusan Ruben menghentikan nafkah bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, Ruben telah memikirkan hal itu sebagai bentuk penegasan atas haknya yang dinilai belum dipenuhi. Ia ingin menunjukkan bahwa kewajiban tidak selalu bisa berjalan satu arah.
Ruben disebut merasa telah membayar kewajibannya melebihi yang seharusnya. Namun, ia menilai haknya sebagai ayah tidak didapatkan secara utuh. Dari situ, ia memilih untuk menghentikan nafkah sebagai bentuk protes, bukan sebagai upaya mengabaikan anak-anaknya.
Kuasa hukum itu juga menyinggung proses pertemuan Ruben dengan anak-anak yang disebut masih kerap menimbulkan persoalan. Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi perasaan Ruben sebagai orang tua. Menurutnya, persoalan nafkah dan hak berjumpa anak perlu dilihat sebagai satu rangkaian yang saling berkaitan.
Minola menegaskan bahwa Ruben tidak sedang mencari pembenaran sepihak. Ia hanya ingin publik memahami bahwa ada sisi lain dari persoalan yang selama ini jarang disorot. Karena itu, penjelasan yang disampaikan dianggap penting agar tidak muncul penilaian yang terlalu sederhana.
Cara Ruben Atasi Kerinduan
Ruben Onsu sendiri memberikan penjelasan melalui video call saat isu ini mencuat. Ia mengaku memiliki cara khusus untuk mengatasi rasa rindu kepada anak-anaknya. Salah satunya adalah dengan mengunjungi panti asuhan dan bermain bersama anak-anak di sana.
Menurut Ruben, kegiatan itu membuat pikirannya lebih tenang sebelum menjalani aktivitas kerja. Ia mengatakan suasana bersama anak-anak membantu dirinya tidak larut dalam perasaan sedih. Kebiasaan itu juga disebutnya dilakukan secara rutin sebelum siaran langsung di televisi.
Ruben menuturkan bahwa ia kerap mampir ke panti asuhan pada pagi hari. Setelah bertemu dan bermain dengan anak-anak, ia langsung bersiap untuk bekerja. Dengan cara itu, ia berusaha menjaga suasana hatinya tetap stabil saat tampil di layar kaca.
Ia menambahkan bahwa rutinitas tersebut sudah dilakukan cukup sering. Ruben menyebut kehadiran anak-anak di panti asuhan memberinya energi baru. Karena itu, ia memilih menghabiskan waktu singkat bersama mereka sebagai bentuk penawar rindu.
Jejak Rumah Tangga Mereka
Ruben Onsu dan Sarwendah menikah pada 22 Oktober 2013. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai dua anak perempuan. Rumah tangga mereka sempat dikenal harmonis dan kerap mendapat perhatian publik.
Namun, hubungan keduanya berakhir pada 24 September 2024. Perceraian tersebut kemudian memunculkan berbagai dinamika baru yang terus menjadi sorotan. Sejumlah persoalan pun ikut mencuat setelah perpisahan resmi itu terjadi.
Di antaranya adalah isu debt collector yang mendatangi Sarwendah terkait cicilan mobil. Selain itu, Ruben juga beberapa kali mengaku kesulitan bertemu dengan anak-anaknya. Beragam persoalan itu membuat kehidupan pribadi keduanya terus berada di bawah perhatian publik.
Meski demikian, Ruben dan kuasa hukumnya kini memilih memberi penjelasan dari sudut pandang masing-masing. Pihak Ruben berharap publik tidak hanya melihat permukaan masalah. Mereka menilai ada beban emosional dan finansial yang belum sepenuhnya dipahami.
