Ruben Onsu menegaskan kehati-hatiannya dalam menyalurkan hewan kurban agar tidak mengeksposnya secara berlebihan ke publik. Ia ingin ibadah tersebut tetap dijaga nilainya, sekaligus benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Ruben saat ditemui di Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026). Mantan suami Sarwendah itu menyebut fokus utamanya adalah memastikan daging kurban diterima oleh warga yang tepat sasaran.
Kurban tepat sasaran
Ruben Onsu menilai ibadah kurban harus dijalankan dengan niat yang bersih. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu banyak mengekspos kegiatannya ke ruang publik. Menurutnya, menjaga niat menjadi bagian penting agar kurban tetap membawa keberkahan.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar menunaikan kewajiban ibadah. Ruben ingin daging kurban benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Dengan begitu, manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan lebih tepat.
Pernyataan itu disampaikan Ruben dengan nada hati-hati saat berbicara kepada awak media. Ia mengaku tidak ingin ibadahnya justru kehilangan makna karena terlalu dipublikasikan. Baginya, ketenangan dalam berkurban jauh lebih penting daripada sorotan.
Pilihan sapi yang dipantau
Ruben mengaku selalu turun langsung untuk melihat kondisi sapi yang akan dipilih. Sebelum datang ke lokasi, ia biasanya lebih dulu menilai video dan foto hewan kurban tersebut. Langkah itu ia lakukan agar pilihan yang diambil sesuai dengan harapannya.
Ia menyebut ada alasan emosional dalam menentukan hewan kurban. Ruben mengibaratkan hewan itu sebagai salah satu yang akan mendampingi manusia pada masa mendatang. Karena itu, ia memilih sapi yang tampak tenang dan menurut saat didekati.
Menurut Ruben, karakter hewan yang dipilih juga menjadi pertimbangan pribadi. Ia mengatakan lebih menyukai sapi yang menunduk dan tidak agresif ketika didekati. Baginya, sikap itu memberi keyakinan tersendiri sebelum hewan tersebut dikurbankan.
Seleksi pembagian daging kurban
Selain memilih hewan, Ruben juga memberi perhatian besar pada proses pembagian daging kurban. Ia meminta panitia bekerja dengan seleksi yang ketat agar penyaluran tidak dilakukan sembarangan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan.
Ruben menekankan bahwa pembagian daging harus mengutamakan mereka yang paling layak menerima. Ia tidak ingin proses kurban berubah menjadi kegiatan yang asal dibagikan tanpa pertimbangan. Karena itu, ia berulang kali mengingatkan panitia untuk bekerja secara cermat.
Ia menilai ketepatan distribusi adalah bagian penting dari tanggung jawab berkurban. Dengan seleksi yang baik, daging kurban dapat sampai ke tangan yang tepat. Hal itu, menurutnya, akan membuat ibadah kurban lebih bermakna bagi banyak orang.
Harapan untuk Idul Adha
Ruben berharap daging kurban yang ia siapkan dapat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Ia ingin momen Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata. Menurutnya, kebersamaan keluarga saat menyantap hidangan sederhana dapat menjadi kenangan berharga.
Ia menyebut daging kurban bisa diolah menjadi berbagai menu makanan, mulai dari sate hingga sop. Hidangan itu, kata Ruben, diharapkan dapat dinikmati bersama keluarga di rumah. Dengan begitu, suasana hari raya terasa lebih hangat dan penuh syukur.
Ruben menutup pernyataannya dengan harapan agar kurban tersebut menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ia ingin hewan kurban yang disalurkan dapat memberi kebahagiaan bagi banyak orang. Baginya, itulah bentuk manfaat paling nyata dari ibadah yang dijalankan.
