Car Free Day (CFD) setiap pekan tidak hanya menjadi ruang olahraga dan hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang kecil. Keramaian pengunjung di satu kawasan membuat aktivitas berjualan berpotensi mendatangkan cuan yang menarik. Salah satu ide bisnis yang menonjol adalah berjualan roti kukus srikaya, karena produk ini praktis dan mudah diterima konsumen. Peluang tersebut dapat dijalankan sebagai usaha utama maupun sambilan untuk menambah penghasilan.
Dirangkum dari detikcom pada Sabtu, 1 November 2025, contoh usaha ini dijalankan oleh Dzakia, 28 tahun, melalui akun @rotisrikaya_mamaya di CFD Teras Kota BSD. Ia memulai bisnis dengan modal sekitar Rp2 juta untuk mengambil produk dari supplier, lalu mencatat omzet hingga dua kali lipat dari modal awal. Aktivitas berjualan dilakukan sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB, menyesuaikan ramainya pengunjung CFD. Varian yang ditawarkan meliputi roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original.
Peluang Kuliner di CFD
CFD menjadi ruang yang efektif bagi pelaku usaha kuliner karena arus pengunjung berlangsung dalam jumlah besar dan konsisten. Situasi ini membuat produk makanan ringan lebih mudah dikenal dalam waktu singkat. Roti kukus srikaya termasuk jenis dagangan yang sesuai dengan karakter pengunjung CFD, karena praktis dibawa dan cepat dikonsumsi. Selain itu, produk seperti ini tidak memerlukan penyajian yang rumit di lokasi jualan.
Daya tarik utama bisnis kuliner di CFD terletak pada kebutuhan masyarakat yang datang untuk berolahraga sekaligus mencari camilan. Kondisi tersebut memberi peluang bagi penjual untuk menjangkau konsumen dari berbagai kalangan. Usaha makanan ringan juga cenderung lebih fleksibel dijalankan pada jam pagi. Karena itu, CFD kerap dipandang sebagai pasar sementara yang sangat potensial.
Peluang ini semakin kuat jika pelaku usaha mampu membaca selera pengunjung dengan tepat. Produk yang sederhana, higienis, dan mudah dikemas biasanya lebih mudah bersaing. Roti kukus srikaya menjadi contoh menu yang bisa dijual tanpa persiapan berlebihan. Dengan pendekatan yang tepat, usaha kecil dapat memanfaatkan keramaian CFD secara maksimal.
Modal dan Operasional
Dzakia menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang memanfaatkan CFD untuk mengembangkan penjualan roti kukus srikaya. Ia memulai bisnis dengan modal sekitar Rp2 juta untuk mengambil stok dari supplier. Dari modal tersebut, omzet yang diperoleh dapat mencapai Rp4 juta dalam satu periode penjualan. Kondisi ini menunjukkan potensi margin yang menarik pada bisnis kuliner skala kecil.
Operasional usaha dilakukan sejak dini hari agar penjual bisa bersiap sebelum keramaian memuncak. Dzakia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan berjualan hingga pukul 10.00 WIB. Pola ini membantu menjaga kualitas produk sekaligus menyesuaikan dengan waktu ramai pengunjung CFD. Dengan jam jualan yang singkat, pelaku usaha tetap dapat memperoleh hasil yang optimal.
Pemilihan supplier juga menjadi faktor penting agar bisnis tetap efisien. Sistem ini memudahkan penjual karena tidak perlu memproduksi seluruh barang sendiri. Selain menghemat waktu, cara tersebut juga meminimalkan kerepotan saat persiapan dagang. Bagi pelaku usaha pemula, model seperti ini dapat menjadi pintu masuk yang lebih realistis.
Strategi Jualan CFD
Keberhasilan berjualan di CFD tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga strategi penawaran. Produk yang tampil menarik dan mudah dibawa akan lebih cepat menarik perhatian pengunjung. Roti kukus srikaya memiliki keunggulan karena kemasannya sederhana dan rasanya cenderung akrab di lidah konsumen. Faktor ini membuatnya cocok untuk dijual di area dengan mobilitas tinggi.
Varian rasa juga menjadi nilai tambah dalam menjangkau lebih banyak pembeli. Dzakia menawarkan roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original untuk memberi pilihan kepada konsumen. Ragam produk membantu penjual menyesuaikan dengan preferensi pasar yang beragam. Dalam usaha makanan, variasi sering kali menjadi pembeda yang menentukan minat beli.
Selain rasa, konsistensi layanan turut memengaruhi kepercayaan pembeli. Penjual yang hadir tepat waktu dan menjaga kualitas produk berpeluang membangun pelanggan tetap. CFD yang berlangsung rutin setiap pekan memberi kesempatan untuk melakukan penjualan berulang. Dengan demikian, relasi yang baik dengan pembeli dapat berkembang dari satu pekan ke pekan berikutnya.
Potensi Cuan Rutin
Bisnis di CFD dipandang menarik karena dapat memberikan penghasilan tambahan secara berkala. Keramaian yang terpusat dalam satu lokasi membuat peluang penjualan lebih besar dibandingkan lokasi yang sepi pengunjung. Untuk usaha kuliner, kondisi ini dapat mempercepat perputaran barang dagangan. Jika produk diterima pasar, omzet yang dihasilkan bisa meningkat dalam waktu singkat.
Contoh Dzakia menunjukkan bahwa modal yang relatif kecil dapat berkembang menjadi pendapatan yang lebih tinggi. Dengan modal Rp2 juta, ia mengaku mampu meraih omzet sekitar Rp4 juta. Meski hasil setiap pelaku usaha bisa berbeda, angka tersebut menandakan adanya ruang pertumbuhan. Bagi pedagang pemula, capaian itu dapat menjadi motivasi untuk memulai usaha serupa.
CFD pada akhirnya bukan hanya ruang publik untuk olahraga, tetapi juga ekosistem ekonomi mikro yang hidup setiap pekan. Pelaku usaha yang cermat dapat memanfaatkan keramaian tersebut menjadi sumber pendapatan baru. Roti kukus srikaya menjadi salah satu contoh produk yang sesuai dengan karakter pasar CFD. Dengan persiapan yang baik, peluang cuan dari aktivitas rutin ini bisa terus terbuka.
