Roti Kukus Srikaya Jadi Ide Bisnis Menjanjikan di CFD

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 20:43 WIB 2
Roti Kukus Srikaya Jadi Ide Bisnis Menjanjikan di CFD

Car Free Day atau CFD setiap pekan selalu dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mencari hiburan. Kondisi itu membuat area CFD menjadi ruang yang menarik bagi pelaku usaha kecil untuk menjajakan produk. Salah satu ide bisnis yang dinilai potensial di tengah keramaian tersebut adalah roti kukus srikaya. Usaha ini dinilai cocok dijalankan sebagai sumber penghasilan tambahan di sela pekerjaan utama.

Roti kukus srikaya dianggap praktis karena mudah dibawa, memiliki rasa yang disukai banyak orang, dan tidak memerlukan proses produksi yang rumit. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan pasokan dari supplier untuk menekan beban kerja harian. Berdasarkan rangkuman dari detikcom pada Sabtu, 1 November 2025, bisnis ini menjadi salah satu contoh usaha yang bisa dijalankan di CFD. Daya tarik utamanya ada pada kombinasi modal yang relatif kecil dan potensi penjualan yang besar.

Potensi Usaha Roti Kukus

CFD menghadirkan kerumunan yang konsisten setiap akhir pekan, sehingga peluang transaksi menjadi lebih terbuka bagi pedagang. Arus pengunjung yang datang sejak pagi membuat produk makanan ringan lebih mudah dilirik. Dalam kondisi seperti ini, roti kukus srikaya memiliki posisi yang cukup kuat karena cocok dijual sebagai sarapan atau camilan. Kepraktisan produk juga mendukung kecepatan pelayanan di lapangan.

Salah satu pelaku usaha, Dzakia berusia 28 tahun, menjalankan bisnis ini melalui akun @rotisrikaya_mamaya di CFD Teras Kota BSD. Ia memilih model usaha yang sederhana dengan mengambil produk dari supplier. Dengan cara itu, proses jualan bisa lebih fokus pada penjualan dan pelayanan konsumen. Strategi ini juga membantu menjaga kualitas produk tetap konsisten.

Produk yang dijajakan hadir dalam beberapa varian, seperti roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original. Ragam pilihan tersebut memberi kesempatan konsumen untuk memilih sesuai selera. Keberagaman varian juga menjadi nilai tambah karena mampu menarik pembeli yang datang berulang. Dalam pasar CFD yang kompetitif, variasi menu menjadi faktor penting untuk menjaga minat pembeli.

Modal dan Omzet Harian

Untuk memulai usaha ini, Dzakia menyebut modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp 2 juta. Modal tersebut digunakan untuk mengambil produk dari supplier dalam jumlah besar. Dari modal itu, ia mengaku bisa memperoleh omzet hingga dua kali lipat. Kondisi ini menunjukkan bahwa margin usaha bisa cukup menarik bila penjualan berjalan lancar.

Dzakia mengatakan dirinya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan berjualan hingga pukul 10.00 WIB. Jam operasional tersebut menyesuaikan waktu ramai pengunjung CFD pada pagi hari. Dengan durasi jualan yang relatif singkat, pedagang tetap dapat mengejar volume penjualan yang tinggi. Pola ini juga membuat usaha lebih mudah dijalankan tanpa mengganggu aktivitas utama.

Dalam satu kesempatan, ia mengaku membawa sekitar 800 pcs roti untuk dijual. Jumlah itu disebut habis dengan omzet sekitar Rp 4 juta. Perbandingan antara modal dan pendapatan tersebut memperlihatkan potensi keuntungan yang menjanjikan. Namun, hasil jualan tetap bergantung pada lokasi, cuaca, dan jumlah pengunjung.

Strategi Jualan di Lapangan

Penentuan lokasi menjadi salah satu kunci keberhasilan berjualan di CFD. Area yang dekat dengan jalur utama pengunjung biasanya memiliki peluang transaksi yang lebih tinggi. Pedagang juga perlu memastikan lapak mudah terlihat agar calon pembeli tidak melewati begitu saja. Dalam kondisi ramai, visibilitas produk menjadi faktor yang sangat menentukan.

Kualitas penyajian turut berpengaruh terhadap minat beli masyarakat. Produk yang dikemas rapi akan lebih menarik dan memberi kesan higienis. Selain itu, kecepatan melayani pembeli dapat membantu menjaga antrean tetap lancar. Hal sederhana seperti ini sering kali menentukan keputusan konsumen untuk kembali membeli.

Pemanfaatan supplier juga bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha yang belum siap memproduksi sendiri. Model bisnis tersebut memudahkan pengusaha pemula untuk memulai usaha lebih cepat. Dengan pengelolaan stok yang baik, risiko sisa produk dapat ditekan. Cara ini membuat bisnis roti kukus srikaya lebih fleksibel untuk dijalankan.

Peluang Bagi Pelaku UMKM

Bisnis di CFD dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM yang ingin menambah sumber pendapatan. Keramaian pengunjung memberi peluang besar bagi produk makanan yang mudah dijual. Roti kukus srikaya menjadi contoh usaha yang sederhana namun berpotensi menghasilkan. Kuncinya ada pada pemilihan produk, lokasi, dan konsistensi operasional.

Bagi pelaku usaha pemula, modal yang relatif terjangkau menjadi keunggulan tersendiri. Usaha seperti ini tidak membutuhkan perangkat produksi yang terlalu kompleks pada tahap awal. Dengan perencanaan yang matang, omzet bisa berkembang seiring meningkatnya kepercayaan konsumen. CFD pun dapat menjadi pasar mingguan yang menjanjikan untuk membangun merek dagang.

Meski terlihat sederhana, persaingan di lapangan tetap perlu diantisipasi dengan strategi yang tepat. Pelaku usaha harus peka terhadap selera pasar dan perubahan perilaku pembeli. Inovasi varian rasa serta pelayanan yang cepat dapat membantu mempertahankan penjualan. Dengan pendekatan tersebut, roti kukus srikaya berpeluang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!