Roti Kukus Srikaya Jadi Ide Bisnis Menjanjikan di CFD

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 02:57 WIB 6
Roti Kukus Srikaya Jadi Ide Bisnis Menjanjikan di CFD

Car Free Day atau CFD menjadi ruang bertemunya ribuan orang setiap akhir pekan, sehingga kawasan ini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi jualan yang menjanjikan. Aktivitas olahraga, jalan santai, hingga hiburan membuat arus pengunjung tetap ramai sejak pagi, dan kondisi itu membuka peluang usaha yang cukup besar.

Di tengah tingginya keramaian, bisnis kuliner ringan menjadi salah satu pilihan yang mudah dijalankan sebagai usaha sampingan. Salah satu ide yang mencuat adalah berjualan roti kukus srikaya, karena produk ini praktis, disukai banyak orang, dan bisa disiapkan melalui suplai dari pihak lain.

Roti Kukus Srikaya Menarik

Roti kukus srikaya dinilai potensial karena mudah dibawa dan cocok dikonsumsi saat pengunjung CFD beraktivitas. Teksturnya yang lembut serta rasa manis yang familiar membuat produk ini relatif mudah diterima pembeli. Selain itu, pelaku usaha tidak harus memulai produksi dari nol, karena bahan atau produk dapat diambil dari supplier.

Keunggulan lain dari bisnis ini adalah proses penjualannya yang sederhana dan tidak membutuhkan perlengkapan rumit. Pedagang cukup menyiapkan stok, kemasan, serta lokasi strategis agar mudah dijangkau pembeli. Dengan model seperti ini, usaha bisa dijalankan lebih fleksibel, termasuk sebagai tambahan penghasilan.

Minat masyarakat terhadap jajanan praktis di ruang publik membuat roti kukus srikaya memiliki pasar yang jelas. Produk seperti ini juga mudah dipasarkan melalui tampilan menarik dan varian rasa yang beragam. Dalam konteks CFD, faktor kecepatan layanan menjadi penting karena pembeli cenderung mencari makanan yang bisa dibeli tanpa menunggu lama.

Pengalaman Pedagang CFD

Salah satu pelaku usaha yang menjalankan bisnis ini adalah Dzakia, perempuan berusia 28 tahun yang berjualan melalui akun @rotisrikaya_mamaya. Ia memilih CFD Teras Kota BSD sebagai lokasi usaha karena kawasan itu ramai dikunjungi masyarakat setiap pekan. Dari aktivitas tersebut, ia melihat peluang besar untuk menjual produk yang mudah diterima berbagai kalangan.

Dzakia memulai usahanya dengan modal sekitar Rp 2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Dengan modal tersebut, ia mampu meraih omzet hingga dua kali lipat pada hari jualan. Pengalaman itu menunjukkan bahwa CFD dapat menjadi tempat yang efektif untuk menguji pasar sekaligus meningkatkan penjualan.

Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan selesai berjualan pada pukul 10.00 WIB. Dalam satu kali jualan, ia membawa sekitar 800 pcs roti dengan beberapa varian rasa. Menurut pengakuannya, produk yang dibawa kerap habis terjual, sehingga perputaran stok berlangsung cepat.

Modal Dan Potensi Cuan

Modal awal menjadi pertimbangan utama bagi siapa pun yang ingin memulai usaha di CFD. Pada contoh roti kukus srikaya, dana Rp 2 juta sudah cukup untuk mengambil produk dari supplier. Skema ini membuat pelaku usaha tidak perlu menanggung biaya produksi yang terlalu besar di awal.

Potensi keuntungan juga terlihat dari omzet yang bisa mencapai dua kali lipat modal. Ketika stok habis terjual dalam waktu singkat, arus kas usaha menjadi lebih cepat berputar. Kondisi tersebut tentu menarik bagi pelaku usaha yang ingin mencari penghasilan tambahan tanpa meninggalkan pekerjaan utama.

Namun, pelaku usaha tetap perlu memperhitungkan biaya operasional seperti transportasi, kemasan, dan tenaga bantuan jika diperlukan. Persiapan yang matang akan membantu menjaga margin keuntungan tetap sehat. Dengan perencanaan yang baik, jualan di CFD dapat menjadi sumber cuan yang stabil.

Strategi Jualan Di CFD

Keberhasilan berjualan di CFD tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga pada strategi penyajian dan pelayanan. Lokasi yang mudah terlihat, penampilan lapak yang rapi, serta cara menawarkan produk yang sopan dapat meningkatkan minat beli. Dalam suasana ramai, pembeli biasanya lebih cepat tertarik pada jajanan yang tampak bersih dan menarik.

Varian rasa juga menjadi nilai tambah karena memberi pilihan kepada konsumen. Pada roti kukus srikaya, varian pandan, ubi ungu, dan original dapat memperluas segmen pembeli. Semakin beragam pilihan yang ditawarkan, semakin besar peluang produk dilirik oleh pengunjung CFD.

Bagi calon pelaku usaha, CFD bisa menjadi ruang belajar yang baik untuk memahami perilaku konsumen. Dari situ, penjual dapat mengevaluasi stok, harga, hingga jenis produk yang paling diminati. Dengan pendekatan yang tepat, bisnis kecil di CFD berpotensi berkembang menjadi usaha yang lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!