Rosan Respons IHSG Anjlok, Soroti Faktor Teknikal dan MSCI

Forex & Saham Gilang Nabaris 30 Mei 2026 15:05 WIB 4
Rosan Respons IHSG Anjlok, Soroti Faktor Teknikal dan MSCI

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG setelah pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Badan tersebut akan mengelola ekspor komoditas strategis, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy.

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei. Pada Kamis, 21 Mei 2026, indeks kembali terkoreksi dan ditutup di level 6.094 atau turun 233 poin setara 3,54 persen.

Tekanan IHSG dan MSCI

Rosan menyebut pelemahan pasar saham tidak bisa dilihat hanya dari satu peristiwa. Menurut dia, ada faktor teknikal yang turut menekan pergerakan indeks.

Ia juga menyoroti sentimen global yang sedang memengaruhi keputusan investor. Salah satu yang disebut adalah rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International atau MSCI.

MSCI telah merilis penyesuaian yang berlaku efektif setelah penutupan pasar pada 29 Mei 2026. Dalam penyesuaian tersebut, sebanyak 18 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks MSCI.

Fokus pada fundamental

Rosan mengingatkan investor agar tidak hanya melihat pergerakan jangka pendek. Ia menilai fundamental perusahaan tetap menjadi acuan utama dalam menilai prospek investasi.

Menurutnya, kinerja badan usaha milik negara masih menunjukkan kekuatan yang solid. Ia mencontohkan bank-bank Himbara yang disebut tetap mencatat performa positif.

Rosan mengatakan sejumlah bank Himbara memiliki imbal hasil yang tinggi, di atas 10 hingga 11 persen. Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan fundamental yang masih terjaga dengan baik.

Prospek pasar menengah

Meski pasar sedang tertekan, Rosan optimistis kondisi akan membaik dalam jangka menengah dan panjang. Ia menilai tekanan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi persepsi investor.

Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional masih kuat di tengah volatilitas pasar. Hal serupa, menurut dia, juga terlihat pada kinerja perusahaan pelat merah.

Rosan menekankan bahwa pasar saham memang sedang menghadapi tekanan sentimen. Namun, ia menilai arah jangka panjang tetap positif selama fundamental perusahaan tetap solid.

Respons terhadap pelaku pasar

Rosan meminta investor untuk tetap rasional dalam membaca dinamika pasar. Ia menilai keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada data dan kinerja perusahaan, bukan hanya reaksi sesaat.

Ia juga menilai penurunan indeks dapat terjadi ketika pasar menghadapi kombinasi faktor eksternal dan teknikal. Karena itu, volatilitas yang muncul dinilai masih dalam batas wajar.

Dengan kondisi tersebut, Rosan tetap melihat peluang pemulihan pasar pada periode berikutnya. Ia optimistis fundamental yang baik akan menjadi penopang utama pemulihan IHSG.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!