Penampilan komedian Rigen Rakelna belakangan mencuri perhatian karena tubuhnya tampak lebih kurus dari sebelumnya. Ia menegaskan perubahan itu bukan hasil diet ketat, melainkan berjalan alami seiring rutinitas dan kebiasaan makannya.
Saat ditemui di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026), Rigen mengatakan tidak memiliki target khusus untuk menurunkan berat badan. Ia memilih menjalani pola hidup yang lebih fleksibel, sambil tetap menjaga aktivitas olahraga.
Rigen Tak Jalani Diet Ketat
Rigen menepis anggapan bahwa dirinya sedang menjalani program diet tertentu. Menurutnya, ia masih makan seperti biasa dan tidak membatasi jenis makanan secara khusus.
Ia juga mengaku tetap sarapan setiap hari, meski pola makannya kini lebih menyesuaikan jadwal kerja. Baginya, yang terpenting adalah tubuh tetap mendapat asupan saat dibutuhkan.
“Nggak ada target buat nurunin atau gimana. Kalau turun ya alhamdulillah, tapi kalau secara makan masih makan biasa aja,” ujar Rigen.
Rigen menambahkan, ia tidak ingin mengaitkan perubahan tubuhnya dengan diet yang terlalu ketat. Ia memilih menjalani proses yang lebih santai agar kebiasaan makan tetap terasa normal.
Porsi Makan Mulai Menurun
Meski makan normal, Rigen mengakui porsi makannya kini tidak sebesar dulu. Perubahan itu terjadi secara perlahan dan sudah berlangsung cukup lama.
Ia menegaskan bahwa berkurangnya porsi makan bukan karena menahan lapar demi menurunkan berat badan. Kondisi tersebut, kata dia, lebih seperti penyesuaian alami.
“Porsinya emang udah mulai sedikit, tapi itu emang udah lama porsinya segitu,” katanya. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak pernah memaksakan diri untuk mengurangi makan secara ekstrem.
Rigen menilai pola seperti itu lebih mudah dijalani dalam jangka panjang. Dengan cara tersebut, ia merasa tubuh tetap nyaman tanpa tekanan berlebihan.
Fleksibel Ikuti Jadwal Kerja
Rigen mengatakan pola makannya kini sangat bergantung pada jadwal pekerjaan. Jika waktu tidur masih lama, ia memilih makan terlebih dahulu agar tubuh tetap bertenaga.
Hal itu penting baginya karena jam kerja kerap berlangsung hingga tengah malam bahkan pagi hari. Karena itu, ia harus pintar membaca situasi agar tidak kekurangan energi.
“Lihat-lihat, misalnya tidurnya masih lama ya makan dulu karena kerjaan kita ada yang sampai tengah malam, ada yang sampai pagi juga,” ujarnya. Ia menyebut kebiasaan itu membuatnya lebih adaptif dalam menjaga kondisi tubuh.
Menurut Rigen, fleksibilitas menjadi kunci agar pola hidup tetap seimbang. Ia tidak ingin memaksakan aturan makan yang justru menyulitkan aktivitas hariannya.
Fokus Pada Olahraga Konsisten
Rigen mengaku pernah mengalami naik turun berat badan atau diet yoyo. Karena itu, ia kini lebih berhati-hati dalam mengatur cara menjaga tubuh.
Ia menyadari bahwa hanya mengurangi makan tidak cukup jika tidak dibarengi aktivitas fisik. Pengalaman tersebut membuatnya memilih fokus pada olahraga yang konsisten.
“Kalau dulu mah emang nurunin, kalau sekarang tuh nggak. Sekarang yang penting olahraga,” kata Rigen. Ia menilai kebiasaan bergerak lebih bermanfaat untuk menjaga kebugaran secara menyeluruh.
Rigen berharap rutinitas olahraga bisa menjadi kebiasaan baru yang lebih stabil. Dengan begitu, ia tidak lagi bergantung pada timbangan sebagai patokan utama kesehatan tubuh.
