Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty pada Hidung

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 11:13 WIB 2
Ria Ricis Ungkap Alasan Rhinoplasty pada Hidung

Ria Ricis mengungkap alasan utama menjalani operasi plastik pada hidungnya, yakni untuk mengatasi gangguan pernapasan yang sudah lama dialami. Penjelasan itu disampaikan saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, pada kesempatan kemarin. Sebelum memutuskan operasi, ia sempat menjalani pemeriksaan medis di RSCM dan menemukan adanya kondisi tulang hidung yang bengkok. Menurut Ricis, masalah tersebut membuatnya bergantung pada obat dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan, konsumsi obat yang dilakukan selama bertahun-tahun bukan tanpa risiko. Obat yang dimaksud seharusnya dipakai satu kali sehari dengan jeda lima hari, namun ia mengaku pernah memakainya hingga empat sampai lima kali dalam sehari. Kondisi itu berlangsung selama sekitar lima tahun sebelum ia akhirnya memilih rhinoplasty. Setelah tindakan dilakukan, Ricis menyebut pernapasannya kini terasa jauh lebih lega.

Rhinoplasty Demi Kesehatan

Ria Ricis menegaskan bahwa keputusannya menjalani rhinoplasty bukan semata karena alasan penampilan. Fokus utama dari tindakan tersebut adalah memperbaiki fungsi pernapasan yang terganggu akibat struktur hidung yang tidak normal. Ia mengaku sudah lama merasakan ketidaknyamanan saat bernapas, terutama ketika kondisi tubuh menurun. Karena itu, langkah medis tersebut dianggap sebagai pilihan yang paling tepat.

Sebelum operasi, Ricis sempat melakukan pemeriksaan di RSCM untuk memastikan penyebab keluhan yang dialaminya. Pemeriksaan itu mencakup radiologi dan serangkaian pengecekan lain yang menunjukkan adanya tulang hidung yang bengkok ke kiri. Hasil tersebut memperkuat dugaan bahwa hambatan napasnya berasal dari struktur hidung. Dari situ, ia mulai mempertimbangkan tindakan operasi sebagai solusi jangka panjang.

Ricis menilai keputusan tersebut memberi dampak besar terhadap kualitas hidupnya. Setelah rhinoplasty, ia merasakan perubahan signifikan saat bernapas dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi itu membuatnya tidak lagi terlalu bergantung pada obat-obatan yang sebelumnya rutin digunakan. Baginya, manfaat kesehatan menjadi alasan terpenting dari prosedur tersebut.

Kebiasaan Obat yang Berisiko

Dalam penuturannya, Ria Ricis mengaku pernah mengonsumsi obat keras dengan frekuensi yang tidak sesuai anjuran. Obat itu seharusnya diminum satu kali sehari dalam jeda lima hari, tetapi ia menggunakan dosis lebih sering dari aturan. Kebiasaan tersebut dilakukan karena ia merasa membutuhkan bantuan untuk bernapas lebih nyaman. Namun, penggunaan obat berlebihan tentu berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lain.

Ricis menyebut obat yang pernah ia gunakan adalah Iliadin, yang menurutnya kini sudah sulit ditemukan. Ia bahkan baru menyadari bahwa obat itu tergolong keras setelah berdiskusi dan mencari informasi lebih lanjut. Selama bertahun-tahun, kebiasaan tersebut menjadi solusi sementara sebelum ia memutuskan menjalani tindakan medis. Situasi itu menunjukkan bahwa gangguan pernapasan yang ia alami bukan masalah sesaat.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat penting bahwa penggunaan obat harus mengikuti petunjuk medis. Ketika gejala tidak membaik, pemeriksaan lanjutan menjadi langkah yang lebih aman dibanding mengandalkan konsumsi obat berlebihan. Ricis sendiri akhirnya memilih jalur medis setelah menjalani keluhan itu cukup lama. Keputusan tersebut membawanya pada tindakan yang dinilai lebih tepat untuk kondisi hidungnya.

Perubahan Setelah Operasi

Usai menjalani rhinoplasty, Ria Ricis mengatakan pernapasannya kini jauh lebih baik. Ia menegaskan bahwa hasil operasi tidak hanya berdampak pada fungsi kesehatan, tetapi juga memberi rasa nyaman dalam aktivitas harian. Perubahan itu membuatnya merasa lebih leluasa saat bernapas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan ia merasa puas dengan hasil tindakan yang dijalani.

Selain fungsi pernapasan, Ricis juga menilai bentuk hidungnya kini tampak lebih proporsional. Meski begitu, ia menempatkan manfaat kesehatan di atas pertimbangan estetika. Baginya, yang paling utama adalah kemampuan bernapas tanpa ketergantungan pada obat. Perbaikan penampilan datang sebagai efek tambahan dari tindakan medis tersebut.

Ricis menyampaikan pengalamannya dengan nada yang tenang dan terbuka. Ia ingin publik memahami bahwa operasi plastik tidak selalu identik dengan perubahan tampilan semata. Dalam kasusnya, tindakan itu berkaitan erat dengan kebutuhan medis yang sudah lama dirasakan. Karena itu, rhinoplasty menjadi solusi yang dianggap paling masuk akal.

Pesan soal Pemeriksaan Medis

Kisah Ria Ricis memperlihatkan pentingnya pemeriksaan medis saat seseorang mengalami gangguan kesehatan yang berlarut-larut. Keluhan pernapasan yang terus muncul dapat menjadi tanda adanya masalah struktural yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan obat. Pemeriksaan yang tepat membantu menemukan sumber persoalan lebih cepat. Dari sana, dokter dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Pengalaman Ricis juga menyoroti bahaya penggunaan obat tanpa pengawasan yang tepat. Meski terasa membantu dalam jangka pendek, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan persoalan baru. Karena itu, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan. Langkah ini dapat mencegah risiko yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Dengan kondisi yang kini membaik, Ricis seolah menegaskan bahwa keputusan medis yang tepat bisa membawa perubahan besar. Ia tidak hanya mendapatkan pernapasan yang lebih nyaman, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kesehatan harus menjadi prioritas utama. Dalam banyak kasus, solusi terbaik lahir dari diagnosis yang jelas dan tindakan yang terukur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!