Ria Ricis Ungkap Alasan Operasi Hidung

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 18:09 WIB 2
Ria Ricis Ungkap Alasan Operasi Hidung

Ria Ricis mengungkap alasan utama dirinya menjalani operasi plastik pada bagian hidung, yang ternyata berkaitan dengan gangguan pernapasan. Kondisi itu sudah ia rasakan cukup lama sebelum akhirnya memutuskan menjalani rhinoplasty. Penjelasan tersebut disampaikan saat ditemui di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, kemarin. Selain memperbaiki fungsi napas, hasil operasi juga membuat bentuk hidungnya terasa lebih proporsional.

Sebelum mengambil keputusan, Ricis sempat menjalani pemeriksaan di RSCM untuk memastikan kondisi hidungnya. Dari pemeriksaan radiologi dan rangkaian pengecekan lain, dokter menemukan adanya kelainan pada tulang hidung. Menurut penuturannya, tulang itu bengkok ke kiri dan berdampak pada jalur pernapasan. Situasi tersebut membuatnya harus mencari solusi medis yang lebih permanen.

Ria Ricis dan Keluhan Hidung

Ria Ricis mengaku gangguan pada hidungnya bukan persoalan baru. Ia mengatakan bahwa keluhan tersebut sudah muncul sejak lama dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi itu membuatnya sering merasa tidak nyaman saat bernapas. Karena itu, ia memilih untuk memeriksakan diri secara serius ke rumah sakit.

Pemeriksaan medis yang dijalani Ricis memperlihatkan adanya struktur tulang hidung yang tidak sejajar. Hasil diagnosis itu menjadi dasar penting sebelum dirinya mempertimbangkan operasi. Ia menyebut dokter menemukan tulang hidungnya bengkok ke arah kiri. Temuan tersebut menjelaskan mengapa ia kerap mengalami sumbatan pernapasan.

Ricis menuturkan bahwa masalah itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan perawatan biasa. Ia menilai kondisi hidungnya sudah memengaruhi kenyamanan hidup dalam jangka panjang. Karena itu, ia mulai mencari opsi penanganan yang lebih tepat. Rhinoplasty kemudian menjadi pilihan yang dianggap sesuai dengan kebutuhannya.

Keputusan tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan setelah melalui proses pemeriksaan dan pertimbangan medis. Ricis menyadari bahwa masalah pernapasan harus ditangani dengan serius. Ia pun menunggu waktu yang tepat sebelum menjalani tindakan. Langkah itu diambil demi memperbaiki kesehatan sekaligus kualitas hidupnya.

Ria Ricis dan Obat Keras

Sebelum operasi, Ricis mengaku sempat bergantung pada obat tertentu untuk membantu pernapasannya. Ia menyebut obat itu sebagai Iliadin, yang menurutnya tergolong obat keras. Penggunaan obat tersebut dilakukan dalam jangka panjang selama sekitar lima tahun. Kebiasaan itu muncul karena ia belum menemukan solusi yang lebih efektif.

Ricis menjelaskan bahwa aturan pakai obat itu sebenarnya sangat terbatas. Obat tersebut seharusnya hanya digunakan satu kali sehari dengan jeda lima hari. Namun, ia mengaku pernah memakainya empat sampai lima kali dalam satu hari. Penggunaan yang tidak sesuai anjuran itu mencerminkan beratnya gangguan yang ia alami.

Kebiasaan mengonsumsi obat keras tersebut tentu bukan tanpa risiko. Ricis mengisyaratkan bahwa kondisi itu tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak pada kesehatannya. Ia pun akhirnya menyadari bahwa cara tersebut hanya bersifat sementara. Pada titik itu, operasi menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Menurut Ricis, sekarang obat tersebut juga sudah semakin sulit ditemukan. Ia menyebut banyak orang mungkin masih mengenal nama Iliadin dari pengalaman serupa. Pengakuan itu menunjukkan bahwa ia telah lama mencari cara untuk bertahan dari gangguan napasnya. Namun, jalan keluar yang lebih baik baru ia dapatkan setelah tindakan medis dilakukan.

Rhinoplasty dan Pemulihan

Setelah menjalani rhinoplasty, Ricis merasakan perubahan yang cukup signifikan. Ia menyebut kondisi pernapasannya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Perbaikan itu menjadi alasan utama mengapa ia merasa keputusan operasi sangat tepat. Bagi dirinya, manfaat kesehatan menjadi hasil yang paling penting.

Selain fungsi napas, Ricis juga menilai bentuk hidungnya kini terlihat lebih seimbang. Ia merasa hasil operasi membuat penampilannya menjadi lebih proporsional. Perubahan tersebut memberi dampak positif secara fisik maupun psikologis. Dengan begitu, ia mendapatkan manfaat ganda dari tindakan yang dijalani.

Ricis menegaskan bahwa tujuan utamanya memang bukan semata soal estetika. Fokus awalnya adalah menyelesaikan masalah kesehatan yang sudah lama mengganggu. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa hasil akhir juga membuatnya lebih puas. Hal itu membuat pengalamannya terasa lengkap setelah proses medis selesai.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa operasi plastik dapat memiliki fungsi medis yang penting. Dalam kasus Ricis, rhinoplasty bukan sekadar untuk mengubah bentuk, melainkan memperbaiki jalur pernapasan. Karena itu, ia menempatkan kesehatan sebagai alasan utama di balik keputusannya. Cerita ini juga menegaskan pentingnya konsultasi dan diagnosis yang tepat sebelum menjalani tindakan.

Ria Ricis dan Pesan Kesehatan

Kisah Ricis memberi gambaran bahwa gangguan pada hidung dapat berdampak besar jika dibiarkan. Keluhan yang tampak sederhana bisa berkembang menjadi masalah yang mengganggu aktivitas harian. Karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah yang sangat penting. Penanganan sejak awal dapat mencegah ketergantungan pada obat dalam jangka panjang.

Pengalamannya juga menjadi pengingat bahwa penggunaan obat harus mengikuti anjuran dokter. Ricis sendiri mengaku pernah memakai obat keras jauh lebih sering dari aturan yang disarankan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya risiko bila seseorang mengabaikan dosis yang benar. Kesadaran untuk mencari solusi medis yang lebih aman menjadi pelajaran penting dari kisahnya.

Bagi publik, penjelasan Ricis dapat membuka pemahaman bahwa rhinoplasty tidak selalu dilakukan untuk alasan kosmetik. Pada banyak kasus, prosedur itu juga berfungsi untuk memperbaiki struktur dan fungsi hidung. Dengan demikian, tindakan tersebut bisa menjadi bagian dari pemulihan kesehatan. Perspektif ini penting agar masyarakat tidak hanya melihat operasi plastik dari sisi penampilan.

Ricis kini mengaku lebih nyaman setelah menjalani tindakan tersebut. Ia merasa bisa bernapas dengan lebih leluasa dan menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik. Perubahan itu menjadi jawaban atas keluhan yang sudah ia hadapi bertahun-tahun. Dari pengakuannya, keputusan menjalani operasi terbukti memberi dampak yang nyata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!