Ria Ricis mengungkap rencana kepindahannya ke rumah baru yang kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Aktris sekaligus YouTuber itu menyebut hunian tersebut akan segera ditempati bersama putrinya, Moana, setelah seluruh kebutuhan interior terpenuhi. Momen Idul Adha tahun ini juga dimanfaatkannya untuk berkurban di lingkungan rumah lama sebagai salam perpisahan. Keputusan pindah itu menjadi langkah penting bagi Ricis untuk memiliki rumah sendiri dan aset masa depan bagi sang anak.
Selama ini, Ricis masih tinggal di rumah milik ibundanya di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. Ia menilai kondisi tersebut membuatnya belum sepenuhnya mandiri dalam urusan tempat tinggal. Karena itu, keinginan untuk menetap di rumah pribadi sudah lama ia simpan. Hunian baru tersebut menjadi simbol babak baru dalam kehidupan pribadinya sebagai ibu satu anak.
Rumah Baru Ria Ricis
Ria Ricis mengatakan rumah barunya sudah selesai dibangun dan tinggal menunggu proses pengisian perlengkapan. Ia menyebut sebagian besar pekerjaan konstruksi telah rampung, sehingga langkah berikutnya adalah menata ruang-ruang yang masih kosong. Menurutnya, kepindahan akan dilakukan setelah semua kebutuhan rumah benar-benar siap. Ia ingin memastikan keluarga nyaman saat mulai tinggal di sana.
Perempuan yang akrab disapa Ricis itu mengaku sudah tidak sabar menempati rumah baru tersebut. Namun, ia memilih untuk menunggu sampai seluruh fasilitas pendukung lengkap. Sikap itu diambil agar proses pindah tidak tergesa-gesa. Dengan begitu, semua anggota keluarga dapat beradaptasi dengan baik sejak awal.
Ricis menegaskan bahwa rumah baru itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk Moana. Ia berharap hunian tersebut bisa menjadi tempat tumbuh yang nyaman bagi putrinya. Karena itu, setiap detail pembangunan ia perhatikan dengan serius. Baginya, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk membangun masa depan keluarga.
Meski sudah hampir selesai, Ricis tetap memilih berhati-hati dalam menentukan waktu pindah. Ia ingin memastikan semua area sudah tertata rapi sebelum menempati rumah tersebut. Pertimbangan itu menunjukkan bahwa dirinya ingin memulai fase baru dengan lebih tenang. Rumah baru itu pun diproyeksikan menjadi pusat aktivitas keluarga kecilnya.
Alasan Pindah Ke Rumah
Keputusan pindah rumah lahir dari dorongan untuk hidup lebih mandiri. Ricis menyadari selama ini ia masih menumpang di rumah ibundanya di Kebagusan. Kondisi itu membuatnya ingin segera memiliki tempat tinggal atas nama sendiri. Ia menilai kemandirian adalah langkah penting dalam kehidupan seorang ibu.
Selain itu, Ricis memikirkan kebutuhan Moana untuk jangka panjang. Ia ingin memiliki aset yang bisa diwariskan dan memberi rasa aman bagi putrinya. Pertimbangan tersebut menjadi alasan kuat di balik pembangunan rumah pribadi. Dengan memiliki rumah sendiri, Ricis merasa lebih siap menata masa depan keluarga.
Dalam keterangannya, Ricis menyinggung bahwa rumah baru itu adalah rumah Moana juga. Ucapan itu menggambarkan bahwa ia menempatkan anaknya sebagai prioritas utama. Bagi Ricis, keputusan finansial dan tempat tinggal harus memberi manfaat bagi sang putri. Karena itu, rumah baru tersebut dibangun dengan orientasi keluarga.
Langkah menuju rumah baru juga menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Ricis ingin meninggalkan fase lama dengan cara yang baik dan penuh syukur. Kurban yang dilakukan di rumah lama menjadi bagian dari momen perpisahan itu. Ia menandai perubahan besar tersebut dengan suasana yang tetap hangat dan religius.
Progres Pembangunan Rumah
Ricis mengungkap pembangunan rumah itu memakan waktu lebih dari dua tahun. Ia mengaku sempat lupa persis lamanya proses karena berlangsung cukup panjang. Meski begitu, ia tetap bersabar mengikuti setiap tahapan pengerjaan. Kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil dengan bentuk rumah yang hampir rampung.
Menurut Ricis, pembangunan rumah tidak berjalan singkat karena banyak hal yang harus disesuaikan. Proses yang panjang membuatnya lebih memahami pentingnya perencanaan sejak awal. Ia juga mengaku harus menunggu dengan telaten hingga hasilnya sesuai harapan. Setiap tahap pengerjaan dijalani dengan penuh perhatian.
Kini, rumah tersebut sudah masuk tahap finishing dan penyempurnaan. Beberapa ruangan masih menunggu isi perabot dan kelengkapan lain. Ricis menyebut dirinya tidak ingin pindah sebelum semuanya terpasang penuh. Dengan demikian, rumah bisa langsung digunakan tanpa banyak penyesuaian tambahan.
Meski prosesnya panjang, Ricis tampak puas dengan hasil yang hampir selesai itu. Ia menilai kerja keras dan penantian panjang tersebut sepadan dengan hasil yang diperoleh. Rumah baru itu menjadi bukti bahwa rencana besar membutuhkan waktu dan kesabaran. Pada akhirnya, hunian tersebut siap menjadi tempat tinggal permanen bagi dirinya dan Moana.
Fasilitas Untuk Moana
Salah satu daya tarik utama rumah baru Ricis adalah area bermain anak yang cukup lengkap. Fasilitas itu dipersiapkan secara khusus agar Moana merasa senang dan betah di rumah. Ricis ingin putrinya tetap aktif bermain tanpa harus selalu keluar rumah. Kehadiran playground menjadi nilai tambah dalam hunian tersebut.
Ricis mengatakan Moana sudah mencoba bermain di playground yang ada di rumah bagian atas. Menurutnya, sang putri terlihat sangat menikmati fasilitas itu sejak awal. Bahkan, Moana disebut bolak-balik bermain di area tersebut dengan antusias. Situasi itu membuat Ricis merasa pembangunan playground tidak sia-sia.
Ia juga berseloroh bahwa pengeluaran untuk playground kini terasa lebih hemat karena Moana bisa bermain di rumah sendiri. Bagi Ricis, kebahagiaan anak jauh lebih penting daripada sekadar tampilan rumah mewah. Fasilitas bermain yang aman dan nyaman menjadi fokus utama. Dengan demikian, rumah baru itu juga berfungsi sebagai ruang bermain keluarga.
Ricis berharap Moana tumbuh dengan suasana rumah yang hangat dan menyenangkan. Ia ingin sang putri memiliki kenangan baik di rumah barunya sejak kecil. Karena itu, setiap fasilitas disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan anak. Rumah tersebut pun menjadi simbol cinta seorang ibu kepada anaknya.
