Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Segera Meluncur

Lifestyle Clara Monica 01 Juni 2026 06:54 WIB 2
Swatch Gandeng Audemars Piguet, Royal Pop Segera Meluncur

Swatch kembali menarik perhatian pasar jam tangan dunia setelah resmi menjalin kolaborasi dengan Audemars Piguet. Proyek bernama Royal Pop itu disebut akan meluncur pada Sabtu, 16 Mei, meski bentuk produknya belum diumumkan secara resmi.

Kabar ini langsung menjadi bahan perbincangan luas karena Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, berbeda dengan Omega dan Blancpain yang lebih dulu bekerja sama lewat model kolaboratif sebelumnya. Sejumlah petunjuk awal mengarah pada jam saku bergaya pop-art, dengan distribusi terbatas di toko Swatch tertentu.

Kolaborasi Swatch dan Audemars

Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet dinilai mengejutkan karena melibatkan dua nama besar dari segmen pasar yang berbeda. Swatch selama ini dikenal agresif menghadirkan jam tangan dengan pendekatan kreatif, sementara Audemars Piguet identik dengan horologi mewah kelas atas.

Sebelumnya, Swatch sukses besar melalui MoonSwatch yang dirilis pada 2022 bersama Omega. Produk itu ditawarkan dengan harga sekitar US$ 260 dan langsung menciptakan fenomena global di berbagai negara.

Kesuksesan tersebut kemudian berlanjut lewat kerja sama dengan Blancpain melalui reinterpretasi jam selam Fifty Fathoms. Pengalaman itu membuat publik menaruh ekspektasi tinggi terhadap proyek terbaru yang mengusung nama Royal Pop.

Petunjuk Arah Desain Royal

Hingga kini, Swatch belum merilis gambar resmi produk Royal Pop. Namun, teaser yang beredar menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard.

Petunjuk itu memunculkan dugaan bahwa jam ini akan hadir dalam format jam saku. Dugaan tersebut juga diperkuat oleh arah desain yang disebut mengambil inspirasi dari karakter oktagonal ikonis Royal Oak milik Audemars Piguet.

Sejumlah instalasi promosi bertema pop-art juga sudah terlihat di beberapa gerai Swatch di berbagai negara. Visualnya menampilkan warna mencolok, unsur artistik khas Andy Warhol, dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch.

Strategi Pop Dan Pasar

Konsep pop yang diusung Swatch bukan hal baru dalam sejarah brand tersebut. Pada 1986, Swatch pernah menghadirkan lini jam yang bisa dilepas dari bingkainya dan dipakai sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku.

Arah kampanye Royal Pop mengindikasikan kemungkinan konsep serupa akan dihidupkan kembali. Dengan pendekatan itu, produk ini berpotensi diposisikan bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga aksesori multifungsi.

Langkah ini sejalan dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias, yang menilai kolaborasi seperti MoonSwatch bermanfaat untuk mengenalkan horologi kepada generasi muda. Ia juga pernah menyebut kolaborasi tersebut tidak mengganggu integritas merek mewah yang terlibat.

Antisipasi Peluncuran Terbatas

Peluncuran perdana Royal Pop dijadwalkan pada Sabtu, 16 Mei, dan hanya tersedia secara langsung di toko-toko Swatch tertentu. Untuk saat ini, distribusi awal disebut terbatas di sejumlah gerai Swatch terpilih di Amerika Serikat.

Antusiasme pasar diperkirakan akan tinggi, mengingat pengalaman sebelumnya saat MoonSwatch memicu antrean panjang di berbagai kota dunia. Situasi serupa bukan tidak mungkin terulang jika Royal Pop hadir dengan desain unik dan harga yang tetap terjangkau.

Dari sisi sejarah, Audemars Piguet juga memiliki rekam jejak kuat dalam pembuatan jam saku, termasuk model Grosse Pièce yang sempat terjual hingga US$ 7,7 juta di Sotheby’s. Dengan kombinasi warisan horologi dan strategi pop culture, Royal Pop berpotensi menjadi salah satu rilis paling dibicarakan tahun ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!