Reverse slope hearing loss bikin wanita di Xiamen viral

Lifestyle Nadia Safira Putri 13 Mei 2026 19:55 WIB 9
Reverse slope hearing loss bikin wanita di Xiamen viral

Seorang wanita di Xiamen, China, menjadi sorotan setelah kisahnya tentang hilangnya pendengaran suara pria beredar luas. Kasus ini terkait gangguan langka bernama reverse slope hearing loss yang membuat pendengaran pada frekuensi rendah terganggu. Kisah bermula ketika ia bangun tidur dan tidak bisa lagi mendengar suara pasangannya, meski suara bernada tinggi terdengar normal.

Dokter kemudian mendiagnosisnya melalui serangkaian pemeriksaan audiologi dan evaluasi klinis. Pakar menjelaskan bahwa pola audiogram pada kondisi ini justru menunjukkan penurunan pendengaran frekuensi rendah, berbeda dari kebanyakan gangguan pendengaran. Kondisi dapat dipicu sejumlah faktor medis, dan pada beberapa kasus dapat dibantu oleh alat bantu dengar untuk meningkatkan kualitas pendengaran.

Gejala dan Diagnosis

Gejala utama pada reverse slope hearing loss adalah sulit mendengar suara dengan frekuensi rendah. Pasien sering tidak menyadari gejala ini pada awalnya karena suara bernada tinggi terdengar normal. Kondisi ini berbeda dengan gangguan pendengaran umum yang cenderung menurun pada frekuensi tinggi.

Audiogram menunjukkan pola terbalik, dengan penurunan pendengaran di frekuensi rendah. Hal ini menjelaskan mengapa suara pria bisa terdengar hilang sementara suara wanita tetap terdengar. Dokter menilai bahwa pengalaman mendengar bunyi berfrekuensi rendah adalah kunci untuk mendiagnosis kondisi ini.

Diagnosis sering memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menyingkirkan penyebab lain. Gejala sering tidak disadari sejak awal, sehingga pasien mungkin baru menyadari setelah perubahan bertahap. Beberapa kasus dapat dikenali melalui tes pendengaran dan evaluasi klinis yang cermat.

Pemicu dan Pola Audiogram

Dokter menyebut beberapa faktor pemicu yang bisa memicu reverse slope hearing loss. Faktor tersebut antara lain penyakit Meniere, infeksi virus, gagal ginjal, serta perubahan tekanan di sekitar otak. Kaitannya faktor-faktor ini menjelaskan variasi gejala pada tiap pasien.

Meskipun ada pemicu, pola audiogram pada sebagian kasus menunjukkan penurunan pendengaran frekuensi rendah. Pola ini berbeda dengan gangguan pendengaran yang biasanya menonjol pada frekuensi tinggi. Pengenalan riwayat penyakit membantu dokter menilai kemungkinan penyebabnya.

Beberapa kasus bersifat permanen meski pengelolaan dini dilakukan. Alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas pendengaran pada banyak pasien. Evaluasi berkelanjutan oleh ahli audiologi diperlukan untuk menilai perkembangan pendengaran.

Dampak dan Pengelolaan

Dampak utama adalah hilangnya pendengaran pada frekuensi rendah. Suara seperti gemuruh petir atau dentuman bass bisa terdengar samar bagi penderita. Kondisi ini juga dapat berpengaruh pada interaksi sosial jika pasangan atau orang sekitar berbicara dengan nada rendah.

Kebanyakan pasien tidak melihat gejala ini sejak dini karena fokus pada bunyi bernada tinggi. Pengenalan gejala dini sangat penting untuk mencegah gangguan pendengaran bertahap. Pemberian alat bantu dengar atau terapi lain dapat meningkatkan kualitas hidup.

Dokter menekankan bahwa pasangan tidak perlu tersinggung karena hilangnya suara merupakan kondisi medis. Penjelasan yang jelas tentang penyebab medis membantu menjaga hubungan tetap baik. Konsultasi dengan ahli pendengaran dianjurkan jika ada perubahan pendengaran.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!