Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 05:22 WIB 2
Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Pelaku usaha mikro kecil menengah kembali menunjukkan peran penting di sektor pangan nasional melalui inovasi produk berbasis kearifan lokal. Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025 di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kemampuan UMKM kuliner Indonesia dalam bersaing di pasar global tanpa meninggalkan identitas daerah. Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menegaskan pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan produk autentik yang mampu diterima di pasar internasional.

Inovasi UMKM Pangan

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Dalam prosesnya, santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara rempah tetap dijaga kesegarannya.

Inovasi ini dirancang untuk mempertahankan cita rasa autentik rendang Minang. Di sisi lain, konsumen juga mendapat kemudahan dalam menyiapkan masakan dengan waktu yang lebih efisien.

Ermaneli menyebut inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pasar sekaligus komitmen menjaga tradisi kuliner daerah. Menurut dia, produk lokal akan lebih kuat bersaing jika mampu menggabungkan rasa, mutu, dan kepraktisan.

Standar Mutu Produk

Untuk memperkuat daya saing, perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Sejumlah sertifikasi itu menjadi bukti komitmen terhadap kualitas dan keamanan pangan yang berstandar internasional.

Rendang Uni Lili juga tidak berhenti pada satu jenis produk. Saat ini, perusahaan mengembangkan varian rendang daging, ayam, paru, ikan, sambalado, dan bumbu masak lainnya.

Pemenuhan standar mutu dinilai penting agar produk lokal dapat menembus pasar yang lebih luas. Dengan kualitas yang konsisten, UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke ritel modern maupun kanal ekspor.

Ekspansi Pasar Global

Setelah mencatat kinerja positif di pasar lokal melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, Rendang Uni Lili menyiapkan langkah ekspansi ke pasar internasional. Platform Alibaba menjadi salah satu pintu masuk yang dipilih untuk memperluas jangkauan penjualan.

Pemerintah turut mendukung langkah tersebut melalui fasilitasi ekspor dan akses ke ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan ini diharapkan mempercepat proses perluasan pasar produk kuliner nasional.

Ermaneli mengatakan perusahaan kini memperkuat rantai pasok, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan. Ia optimistis produk lokal Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai pasok kuliner dunia.

Daya Saing Kuliner Nasional

Keberhasilan Rendang Uni Lili menunjukkan bahwa UMKM kuliner Indonesia memiliki potensi besar untuk naik kelas. Produk berbasis tradisi dapat berkembang lebih jauh jika didukung inovasi dan pengelolaan usaha yang tepat.

Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar global semakin terbuka terhadap produk pangan khas Indonesia. Nilai budaya, rasa autentik, dan standar mutu menjadi kombinasi penting dalam memperkuat posisi produk nasional.

Dengan pencapaian itu, Rendang Uni Lili menjadi contoh bahwa produk daerah dapat bersaing di tingkat internasional. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam mendorong ekspor UMKM.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!