Rendang Uni Lili Raih Penghargaan UMKM Pangan 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 01:17 WIB 3
Rendang Uni Lili Raih Penghargaan UMKM Pangan 2025

Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025 di Jakarta. Penghargaan itu menjadi pengakuan atas inovasi produk kuliner lokal yang dinilai mampu bersaing di pasar global.

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menyebut capaian tersebut sebagai dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal. Menurut dia, cita rasa rendang autentik dari daerah dapat diterima luas jika dibarengi kualitas, sertifikasi, dan inovasi yang konsisten.

Rendang Uni Lili dan Inovasi

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara bumbu rempah tetap dijaga kesegarannya.

Inovasi tersebut dirancang untuk mempertahankan cita rasa rendang khas Minang. Di saat yang sama, produk ini dibuat lebih praktis bagi konsumen yang membutuhkan efisiensi dalam memasak.

Ermaneli menilai pendekatan itu membuat produk lokal lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar modern. Ia menegaskan, nilai tradisional tidak harus ditinggalkan selama kualitas dan kemudahan tetap diperhatikan.

Penghargaan yang diterima juga memperkuat posisi merek tersebut di tengah persaingan industri pangan. Hal itu menjadi bukti bahwa produk berbasis budaya lokal dapat memiliki daya saing tinggi bila dikembangkan secara serius.

Sertifikasi Dukung Kualitas Produk

Perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Sejumlah sertifikasi tersebut menunjukkan komitmen terhadap keamanan pangan dan standar mutu yang diakui secara internasional.

Langkah ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen di dalam maupun luar negeri. Bagi produsen makanan, legalitas dan keamanan produk menjadi faktor utama dalam memperluas pasar.

Rendang Uni Lili juga terus menambah variasi produk. Selain rendang daging, perusahaan mengembangkan varian ayam, paru, ikan, sambalado, dan bumbu masak lainnya.

Diversifikasi itu memberi ruang lebih besar bagi perusahaan untuk menjangkau konsumen dengan selera berbeda. Strategi tersebut sekaligus memperkuat portofolio produk agar tidak bergantung pada satu jenis pasar.

Ekspansi Melalui Platform Digital

Setelah mencatat penjualan positif di pasar lokal, Rendang Uni Lili memanfaatkan Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Kanal digital itu membantu produk menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya pemasaran yang lebih efisien.

Berikut kanal penjualan yang telah dimanfaatkan perusahaan.

  • Shopee
  • Tokopedia
  • TikTok Shop

Selanjutnya, perusahaan menyiapkan ekspansi global melalui platform Alibaba. Langkah ini disiapkan untuk membuka akses pasar internasional dan meningkatkan volume penjualan ekspor.

Dukungan pemerintah ikut menguatkan rencana tersebut. Fasilitasi ekspor dan akses ke ritel modern diberikan kepada para pemenang UMKM Pangan Award 2025 agar mampu naik kelas.

UMKM Kuliner Menuju Dunia

Ermaneli menyebut perusahaan tengah memperkuat rantai pasok dan kapasitas produksi. Menurut dia, langkah itu diperlukan agar perusahaan siap menghadapi permintaan yang lebih besar dari pasar global.

Inovasi berkelanjutan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan usaha. Perusahaan ingin memastikan kualitas produk tetap konsisten di tengah perubahan tren konsumen dunia.

Keberhasilan Rendang Uni Lili menunjukkan besarnya potensi UMKM kuliner Indonesia. Produk pangan nasional dinilai mampu menembus pasar internasional ketika didukung inovasi, sertifikasi, dan strategi distribusi yang tepat.

Penghargaan dari Kementerian Perdagangan menjadi simbol bahwa produk lokal dapat naik kelas tanpa kehilangan identitas. Dengan dukungan yang berkelanjutan, kuliner Indonesia berpeluang semakin kuat dalam rantai pasok dunia.

Tag Terkait
#UMKM#rendang#ekspor

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!