Rendang Uni Lili Raih Award, Siap Ekspansi Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 28 Mei 2026 16:09 WIB 2
Rendang Uni Lili Raih Award, Siap Ekspansi Global

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor pangan kembali mencatat capaian positif melalui Rendang Uni Lili dari Solok Selatan, Sumatra Barat. Produsen bumbu tradisional ini meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025 di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas inovasi produk kuliner lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain mempertahankan cita rasa rendang khas Minangkabau, perusahaan ini juga menyiapkan ekspansi global lewat platform perdagangan digital dan dukungan pemerintah.

Rendang Uni Lili

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menyebut penghargaan itu sebagai dorongan besar bagi UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa misi perusahaan adalah menghadirkan cita rasa rendang autentik ke pasar dunia.

Menurut Ermaneli, pencapaian ini menunjukkan bahwa produk lokal dengan nilai tradisional tetap memiliki daya saing di tingkat internasional. Ia menilai apresiasi dari pemerintah menjadi bukti bahwa kualitas dan inovasi dapat membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas.

Rendang Uni Lili berasal dari Solok Selatan, daerah yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Minangkabau. Dari daerah itu, produk ini tumbuh menjadi merek yang tidak hanya menjual rasa, tetapi juga identitas budaya.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa UMKM pangan dapat menjadi wajah baru ekonomi kreatif Indonesia. Dengan pendekatan yang konsisten, produk tradisional pun mampu menarik perhatian pasar modern dan global.

Inovasi Bumbu Rendang

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan yang dipisahkan dari bumbu utama. Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara rempah tetap terjaga kesegarannya.

Inovasi itu dirancang untuk menjaga rasa autentik rendang khas Minang sekaligus memudahkan konsumen dalam proses memasak. Dengan cara ini, efisiensi meningkat tanpa mengurangi karakter utama produk.

Model pengolahan tersebut juga menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan produk praktis namun tetap berkualitas. Di tengah perubahan gaya konsumsi, pendekatan ini menjadi keunggulan kompetitif yang penting bagi UMKM pangan.

Perusahaan menempatkan inovasi sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Hal itu membuat Rendang Uni Lili tidak hanya bertumpu pada tradisi, tetapi juga pada penyesuaian terhadap tren pasar.

Sertifikasi dan Kualitas

Untuk menjaga kepercayaan konsumen, perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Seluruh sertifikasi tersebut menjadi penanda bahwa produk diproses dengan standar keamanan dan mutu yang baik.

Keberadaan sertifikasi juga mempermudah perusahaan masuk ke pasar yang lebih luas. Dalam perdagangan pangan, legalitas dan kepatuhan terhadap standar menjadi syarat utama untuk membangun kepercayaan pembeli.

Selain produk rendang daging, ayam, paru, dan ikan, perusahaan juga mengembangkan sambalado serta bumbu masak lainnya. Diversifikasi ini dilakukan untuk memperkuat portofolio produk dan memperluas segmen konsumen.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya bergantung pada satu produk unggulan. Dengan variasi yang terukur, perusahaan dapat menjaga kesinambungan penjualan sekaligus memperkuat posisi merek di pasar.

Ekspansi ke Pasar Global

Setelah mencatat kinerja positif di Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, Rendang Uni Lili menyiapkan langkah ekspansi melalui platform Alibaba. Strategi ini ditujukan untuk menjangkau konsumen internasional secara lebih terstruktur.

Pemerintah turut memberi dukungan melalui fasilitasi ekspor dan akses ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat penetrasi produk lokal ke pasar luar negeri.

Ermaneli mengatakan perusahaan kini memperkuat rantai pasok, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan. Langkah itu dilakukan agar perusahaan siap menjawab permintaan pasar global yang semakin kompetitif.

Keberhasilan Rendang Uni Lili menjadi contoh bahwa UMKM kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Dengan kombinasi tradisi, inovasi, dan dukungan kebijakan, produk pangan nasional berpeluang masuk ke rantai pasok kuliner dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!