Ratu Sofya Bantah Somasi Ibu dan Ayahnya

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 23:41 WIB 6
Ratu Sofya Bantah Somasi Ibu dan Ayahnya

Ratu Sofya membantah kabar bahwa dirinya telah melayangkan somasi kepada ibu kandungnya, Intan, maupun sang ayah. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), saat isu keluarga dan proses produksi film yang melibatkannya kembali menjadi sorotan publik.

Aktris tersebut menegaskan tidak pernah menempuh langkah hukum terhadap orang tuanya. Ia juga mengaku persoalan keluarga yang berlangsung hampir dua tahun itu telah memberi dampak pada kondisi kerja dan mentalnya.

Ratu Sofya soal somasi

Ratu Sofya menepis tegas tudingan bahwa dirinya telah mengirim somasi kepada ibu kandungnya, Intan. Ia juga memastikan hal serupa tidak pernah dilakukan kepada ayahnya. Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan, tidak ada surat somasi yang dilayangkan dari pihaknya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan keluarga yang muncul ke publik bukan berasal dari inisiatifnya. Ratu Sofya menyebut dirinya selama ini berupaya menyelesaikan masalah secara baik-baik. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan titik temu. Karena itu, ia memilih untuk meluruskan kabar yang dianggap keliru.

Dalam keterangannya, Ratu Sofya mengaku lelah menghadapi situasi tersebut dalam waktu lama. Ia menyebut konflik keluarga itu sudah berjalan hampir dua tahun. Kondisi tersebut, kata dia, tidak mudah dijalani. Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga sikap tenang di hadapan publik.

Ia menilai komunikasi keluarga seharusnya menjadi ruang pribadi yang tidak seluruhnya dibuka ke publik. Ratu Sofya menolak mengurai detail lebih jauh mengenai hubungan dengan kedua orang tuanya. Baginya, penyelesaian terbaik tetap dilakukan secara tertutup. Ia berharap persoalan itu dapat ditangani tanpa memperpanjang kegaduhan.

Ratu Sofya dan pekerjaan

Konflik keluarga yang berkepanjangan disebut mulai memengaruhi pekerjaan Ratu Sofya. Ia mengakui situasi emosional yang tidak stabil membuat aktivitas profesional ikut terdampak. Meski begitu, ia tetap berusaha menjalankan kewajiban sebagai aktris. Di tengah tekanan itu, ia mencoba mempertahankan fokus.

Ratu Sofya mengatakan dirinya telah berupaya menyelesaikan masalah keluarga sejak lama. Ia mengaku sudah mencoba berbagai cara agar persoalan tidak terus melebar. Namun, hasil yang diharapkan belum juga tercapai. Hal itu membuat dirinya semakin terbebani secara mental.

Ketika ditanya soal rasa lelah, Ratu Sofya tidak menampiknya. Ia mengakui kondisi tersebut memang menguras energi dan pikirannya. Menurutnya, beban emosional dapat berdampak pada performa kerja. Karena itu, ia berharap ada ruang yang lebih tenang untuk memulihkan keadaan.

Di sisi lain, ia tetap berupaya menjaga profesionalitas saat berada di hadapan publik. Ratu Sofya menilai pekerjaan tidak boleh langsung tercampur dengan urusan keluarga. Kendati demikian, ia juga tidak menutupi bahwa kondisi pribadinya sedang tidak baik-baik saja. Pengakuan itu memperlihatkan tekanan yang sedang ia hadapi.

Ratu Sofya dan produksi film

Polemik ini ikut terkait dengan pengalaman Ratu Sofya selama produksi film Dosa. Ia mengungkap tidak adanya intimacy coordinator dalam proses syuting tersebut. Dalam industri film, posisi itu berfungsi menjaga keamanan dan kenyamanan aktor saat menjalani adegan sensitif. Keberadaan koordinator semacam ini dinilai penting untuk mencegah ketidaknyamanan di lokasi kerja.

Ratu Sofya sebelumnya menyampaikan rasa tidak nyaman terhadap adegan intim dalam film itu. Kondisi tersebut kemudian memicu perbincangan lebih luas mengenai perlindungan terhadap aktor. Ia tidak memerinci seluruh kejadian, tetapi memberi isyarat bahwa proses kerja tidak berjalan ideal. Situasi itu menambah beban yang telah ia rasakan sebelumnya.

Selain soal adegan, Ratu Sofya juga menyinggung persoalan keluarga yang menurutnya turut memengaruhi kondisi mental. Ia menilai situasi pribadi yang tidak stabil membuat proses kerja menjadi lebih berat. Karena itu, isu film dan urusan rumah tangga seolah saling berkaitan. Publik pun kembali memberi perhatian besar terhadap pernyataannya.

Dalam konteks industri hiburan, kasus ini menyoroti pentingnya lingkungan kerja yang aman dan profesional. Kehadiran pendamping adegan dinilai dapat membantu aktor merasa lebih terlindungi. Ratu Sofya tidak menyebut secara detail tuntutan apa yang ia ajukan. Namun, pernyataannya memperlihatkan adanya pengalaman yang meninggalkan kesan serius.

Ratu Sofya pilih pribadi

Meski banyak pertanyaan bermunculan, Ratu Sofya menegaskan tidak ingin persoalan keluarga menjadi konsumsi publik. Ia memilih menjaga batas antara kehidupan pribadi dan urusan pekerjaan. Baginya, penyelesaian terbaik adalah yang dilakukan tanpa sorotan berlebihan. Sikap itu juga menjadi alasan mengapa ia enggan menjawab detail komunikasi dengan ibunya.

Ia menyebut dirinya tidak pernah membuka masalah keluarga ke publik secara sengaja. Karena itu, ia berharap publik memahami keputusannya untuk tidak membeberkan semuanya. Ratu Sofya ingin penyelesaian ditempuh secara pribadi dan lebih tenang. Menurutnya, langkah tersebut lebih sehat bagi semua pihak yang terlibat.

Terkait pernyataan pihak HAS Pictures dalam konferensi pers sebelumnya, Ratu Sofya mengaku kecewa. Ia menilai ada hal-hal yang belum selaras dengan pengalamannya. Kekecewaan itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan dirinya hadir untuk memberikan klarifikasi. Ia ingin situasi yang berkembang tidak makin jauh dari fakta yang ia yakini.

Kasus ini menunjukkan bagaimana persoalan pribadi dapat berdampak langsung pada kehidupan profesional seorang figur publik. Ratu Sofya berharap konflik yang ada bisa segera diselesaikan tanpa memperluas polemik. Ia menegaskan fokus utamanya adalah mencari jalan keluar secara damai. Sampai saat ini, ia masih memilih menyelesaikan semuanya di ruang privat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!