Raline Shah kembali menjadi sorotan saat melangkah di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, dengan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi kerja sama keduanya di salah satu panggung fesyen paling bergengsi di dunia.
Gaun tersebut dipilih untuk pemutaran perdana film The Beloved, dan langsung menarik perhatian berkat siluetnya yang klasik namun terasa modern. Sapto Djojokartiko menggabungkan nuansa glamor, detail heritage Indonesia, serta pengerjaan yang menonjolkan craftsmanship khas rumah mode tersebut.
Gaun Raline di Cannes
Penampilan Raline Shah di Cannes Film Festival 2026 menampilkan gaun ballgown berwarna Oyster yang dirancang khusus untuk momen karpet merah. Busana itu memperlihatkan siluet anggun yang memberi kesan mewah tanpa terasa berlebihan.
Gaun tersebut dibuat untuk pemutaran perdana The Beloved, sehingga tampilannya disusun agar selaras dengan atmosfer acara. Raline kembali memilih karya Sapto Djojokartiko setelah sebelumnya juga mengenakan rancangan sang desainer di Cannes 2024.
Kolaborasi ini memperlihatkan kesinambungan gaya yang kuat antara sang aktris dan desainer asal Solo, Jawa Tengah, tersebut. Setiap penampilan Raline di Cannes seolah menjadi ruang untuk menegaskan identitas busana Indonesia di panggung internasional.
Di atas karpet merah, gaun itu tampak menonjol melalui kombinasi struktur yang tegas dan kesan lembut saat dikenakan. Hasil akhirnya membuat Raline tampil elegan, relevan, dan mudah dikenali sebagai sosok yang memahami kekuatan fesyen.
Detail Motif Yayi Ukir
Inspirasi utama gaun ini datang dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang tetap terasa modern. Sapto Djojokartiko ingin membangun tampilan yang glamor, tetapi tetap memiliki sentuhan personal yang halus.
Untuk mewujudkannya, seluruh permukaan ballgown dihiasi bordir motif Yayi Ukir yang menjadi elemen penting dalam desain. Motif tersebut dirancang agar memberi kesan mewah sekaligus membawa identitas Indonesia secara subtil.
Yayi Ukir lahir dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional yang kemudian diinterpretasikan ulang. Di dalam strukturnya, Sapto juga memasukkan motif signature Penara sehingga hasil akhirnya terasa lebih kaya detail.
Perpaduan motif itu membuat gaun tampak hidup saat terkena cahaya karpet merah. Nuansa art-deco yang muncul dari aksesori Chopard milik Raline juga memperkuat kesan elegan dan dimensional pada keseluruhan tampilan.
Proses Pembuatan Gaun
Pengerjaan gaun Raline Shah pada tahun ini memakan waktu sekitar 800 jam. Jumlah tersebut menunjukkan tingkat ketelitian yang tinggi dalam setiap tahap pembuatan busana.
Sapto Djojokartiko menaruh perhatian besar pada konstruksi, bordir, hingga penyelesaian akhir. Setiap detail dikerjakan agar siluet gaun tetap terlihat effortless saat dipakai di depan publik.
Proses seperti ini penting karena busana red carpet harus menyatu dengan tubuh pemakainya secara natural. Dengan begitu, gaun tidak hanya indah saat dipajang, tetapi juga tetap nyaman dan proporsional ketika bergerak.
Walau durasinya lebih singkat dibanding kebaya Sapto yang dikenakan Raline di Cannes 2024 selama 1.200 jam, perhatian terhadap kualitas tetap menjadi prioritas utama. Perbedaan waktu pengerjaan tidak mengurangi kesan eksklusif yang dihadirkan pada penampilan kali ini.
Warna Oyster yang Konsisten
Warna Oyster kembali menjadi pilihan utama dalam penampilan Raline di Cannes 2026. Menurut Sapto Djojokartiko, warna ini telah lama menjadi bagian dari palet khas rumah modenya.
Palet tersebut dipilih karena memiliki karakter timeless, understated, dan elegan. Warna Oyster juga dinilai mampu menghadirkan kesan anggun tanpa mencuri perhatian dari detail busana itu sendiri.
Raline disebut secara personal menginginkan warna tersebut karena merasa cocok dengan sisi klasik dan anggun dalam dirinya. Pilihan itu membuat tampilannya terasa konsisten, sekaligus kuat secara visual di bawah pencahayaan karpet merah.
Selain memberi ruang bagi bordir dan tekstur untuk tampil lebih hidup, warna Oyster juga mempertegas identitas desain Sapto Djojokartiko. Kombinasi itu menjadikan penampilan Raline sebagai salah satu sorotan fesyen Indonesia di ajang Cannes tahun ini.
