Purbaya Yakin Rupiah Segera Menguat Lagi

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 07:36 WIB 6
Purbaya Yakin Rupiah Segera Menguat Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali menguat dalam waktu dekat. Keyakinan itu muncul setelah pemerintah melihat perbaikan sentimen di pasar obligasi dan mulai masuknya dana asing ke pasar keuangan. Pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei, rupiah tercatat berada di level Rp 17.706 per dolar AS. Purbaya menyampaikan pandangan tersebut dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Untuk menjaga stabilitas, Kementerian Keuangan disebut aktif memperkuat rupiah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Menurut Purbaya, langkah itu dinilai efektif mengundang kembali minat investor asing. Ia juga menilai penguatan kepercayaan terhadap pasar obligasi akan mendorong arus dolar masuk ke Indonesia. Dengan kondisi itu, rupiah diperkirakan tidak akan bertahan lama di level saat ini.

Rupiah dan Pasar Obligasi

Purbaya menilai sentimen pasar obligasi mulai membaik, sehingga aliran dana asing kembali terlihat. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas rupiah. Ketika investor asing masuk, permintaan terhadap aset rupiah ikut menguat. Dalam pandangannya, tren itu akan membantu mendorong nilai tukar bergerak lebih kuat.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya menunggu pasar berbalik arah, tetapi turut mengambil langkah aktif. Pembelian obligasi di pasar sekunder menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk menjaga kepercayaan investor. Strategi itu, menurut dia, telah menunjukkan hasil awal yang terlihat dari turunnya imbal hasil obligasi. Dengan yield yang melemah, pasar dinilai lebih menarik bagi investor global.

Purbaya menegaskan bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk pulih. Ia menyebut dana asing yang masuk bukan hanya terjadi di satu jalur transaksi, tetapi juga di beberapa segmen pasar. Kondisi itu memperlihatkan minat investor terhadap surat utang pemerintah masih terjaga. Jika arus dana berlanjut, tekanan terhadap rupiah diperkirakan semakin berkurang.

Dalam pemaparannya, Purbaya juga menekankan bahwa stabilitas pasar obligasi memiliki efek lanjutan terhadap pasar valas. Saat investor merasa aman, mereka cenderung menempatkan dana dalam instrumen rupiah. Mekanisme itu bisa memperkuat cadangan permintaan terhadap mata uang domestik. Karena itu, pemerintah melihat kebijakan di pasar obligasi sebagai bagian penting dari penguatan rupiah.

Asumsi APBN Tetap

Purbaya mengatakan pemerintah tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Ia menilai asumsi yang sudah disusun masih relevan dengan kondisi terkini. Menurut dia, penyesuaian besar tidak diperlukan karena kebijakan penghematan telah disiapkan. Pemerintah juga telah memperhitungkan perubahan rupiah saat melakukan simulasi anggaran.

Selain kurs, asumsi harga minyak dunia juga tidak akan direvisi. Purbaya menyebut angka US$ 100 per barel masih menjadi acuan yang digunakan. Sikap ini menunjukkan pemerintah memilih menjaga konsistensi perencanaan fiskal. Dengan begitu, penyusunan anggaran tetap memiliki pijakan yang jelas.

Ia menjelaskan bahwa penghematan yang sudah dijalankan dinilai cukup untuk menghadapi situasi saat ini. Langkah tersebut membuat pemerintah tidak perlu melakukan koreksi besar pada parameter makro. Menurut dia, kondisi rupiah yang bergerak dalam simulasi sudah diantisipasi sebelumnya. Karena itu, APBN 2026 tetap disusun dengan asumsi yang sama.

Pernyataan ini juga menegaskan optimisme pemerintah terhadap kemampuan menjaga stabilitas ekonomi. Dengan asumsi yang tidak berubah, arah kebijakan fiskal tetap fokus pada ketahanan anggaran. Purbaya menilai disiplin fiskal dan stabilitas pasar perlu berjalan beriringan. Keduanya diharapkan menopang kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Arus Dana Asing Menguat

Purbaya menyebut investor asing mulai masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp 1,3 triliun. Ia menilai arus masuk tersebut menjadi sinyal bahwa pasar Indonesia kembali menarik. Kehadiran asing diyakini membantu memperdalam likuiditas dan menurunkan tekanan pada imbal hasil. Dengan kondisi itu, pasar surat utang dinilai bergerak ke arah yang lebih sehat.

Ia menambahkan bahwa di pasar primer juga tercatat arus dana yang cukup besar. Dalam keterangannya, investor asing masuk Rp 1,68 triliun di pasar primer dan Rp 500 miliar di pasar sekunder pada hari yang sama. Kombinasi itu memperlihatkan adanya minat yang merata terhadap instrumen utang pemerintah. Hal tersebut memperkuat pandangan bahwa kepercayaan pasar mulai pulih.

Menurut Purbaya, penurunan yield obligasi menunjukkan respons positif dari pasar. Saat imbal hasil turun, harga obligasi cenderung lebih kuat dan minat investor meningkat. Kondisi itu menjadi bukti bahwa stabilitas yang dijaga pemerintah mulai membuahkan hasil. Dari sisi rupiah, masuknya dana asing turut membantu meredam tekanan jual.

Ia menegaskan bahwa dolar yang masuk melalui pasar keuangan pada akhirnya akan mendukung penguatan rupiah. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasar obligasi agar arus dana tetap berlangsung. Langkah tersebut diharapkan memperbaiki sentimen investor asing dalam jangka menengah. Dengan dukungan pasar yang lebih tenang, rupiah berpeluang bergerak lebih kuat.

Prospek Rupiah Ke Depan

Purbaya menilai rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini. Ia melihat arah pergerakan mata uang domestik cenderung membaik seiring masuknya dana ke pasar obligasi. Perbaikan sentimen menjadi faktor penting yang menopang optimisme tersebut. Dalam pandangannya, penguatan rupiah tinggal menunggu waktu.

Ia juga menilai stabilitas bond market sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor asing. Ketika pasar obligasi dinilai aman dan likuid, arus modal biasanya mengikuti. Pemerintah karena itu berupaya memastikan kondisi pasar tetap terjaga. Tujuannya agar investor memiliki alasan untuk terus menempatkan dana di Indonesia.

Dari sisi kebijakan, pemerintah memilih kombinasi antara disiplin fiskal dan intervensi pasar yang terukur. Pendekatan itu dinilai lebih efektif dibanding menunggu koreksi alami tanpa penguatan sentimen. Purbaya menegaskan bahwa penghematan yang dilakukan sudah disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Dengan strategi tersebut, ruang stabilisasi rupiah masih terbuka.

Secara keseluruhan, pemerintah melihat sinyal positif dari pasar keuangan dan obligasi. Masuknya investor asing, turunnya yield, serta stabilnya asumsi APBN menjadi rangkaian yang saling mendukung. Jika tren ini berlanjut, rupiah berpeluang memperoleh kembali momentumnya. Pasar kini menunggu apakah arus dana asing bisa terus berlanjut dalam beberapa waktu mendatang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!