Purbaya Yakin IHSG Kembali ke Level 8.000-An

Forex & Saham Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 21:08 WIB 2
Purbaya Yakin IHSG Kembali ke Level 8.000-An

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih memiliki ruang untuk kembali ke level 8.000-an. Ia menyampaikan pandangan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026, dengan menekankan bahwa pergerakan saham sangat dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat IHSG berada dekat titik terendah yang pernah terlihat sejak krisis pasar akibat pandemi COVID-19. Menurut Purbaya, perbaikan ekonomi nasional akan mendorong profitabilitas perusahaan, sehingga pasar saham pada akhirnya ikut menguat.

IHSG dan Fundamental Ekonomi

Purbaya menegaskan bahwa harga saham pada dasarnya bergerak mengikuti fundamental perusahaan. Fundamental perusahaan, menurut dia, tidak lepas dari kekuatan perekonomian secara keseluruhan.

Ketika ekonomi tumbuh sehat, profitabilitas perusahaan biasanya ikut meningkat. Kondisi itu akan memperbaiki sentimen investor terhadap saham-saham di bursa.

Ia menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik untuk menopang kenaikan pasar modal. Karena itu, pelemahan IHSG dinilai bukan kondisi permanen.

Purbaya juga menyebut pasar saham cenderung merespons arah kebijakan ekonomi secara bertahap. Jika perbaikan ekonomi berlangsung konsisten, IHSG berpeluang bergerak naik kembali.

Sinyal Pemulihan Pasar Saham

Dalam pandangannya, IHSG akan rebound dalam waktu yang tidak lama. Ia memperkirakan pemulihan itu bisa terjadi seiring membaiknya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional.

Purbaya bahkan menyebut secara teknikal IHSG berpotensi kembali bergerak kuat pada pekan depan. Meski begitu, ia tidak merinci indikator teknikal yang menjadi dasar penilaian tersebut.

Ia menilai penurunan harga saham saat ini tidak selalu mencerminkan kondisi perusahaan yang memburuk. Dalam sejumlah kasus, pelemahan harga justru membuka peluang akumulasi bagi investor yang cermat.

Menurut dia, saham yang turun padahal perusahaan tetap mencatat laba dapat dikategorikan undervalue. Situasi seperti itu, kata Purbaya, layak dipertimbangkan untuk dibeli karena berpotensi memberi keuntungan di kemudian hari.

Pesan untuk Investor Saham

Purbaya meminta para pelaku pasar saham agar tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi jangka pendek. Ia menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki kondisi ekonomi ke depan.

Ia juga mendorong investor untuk melihat prospek perusahaan secara lebih rasional. Ketika kinerja emiten tetap solid, pelemahan harga saham dinilai justru dapat menjadi kesempatan masuk yang menarik.

Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari keyakinannya bahwa pasar akan menyesuaikan diri dengan perbaikan ekonomi. Dengan fondasi yang membaik, saham-saham berpotensi kembali mencerminkan nilai wajarnya.

Purbaya menambahkan bahwa pemulihan pasar tidak harus menunggu waktu yang lama. Menurut dia, arah pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh laju perbaikan ekonomi nasional dalam periode mendatang.

Prospek IHSG Ke Depan

Optimisme Purbaya terhadap IHSG muncul di tengah perhatian pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menilai kondisi makro yang sehat akan menjadi penopang utama bagi kenaikan indeks.

Dalam perspektif pasar modal, penguatan ekonomi biasanya diikuti oleh meningkatnya laba perusahaan. Hal itu kemudian mendorong minat beli investor terhadap saham-saham unggulan.

Purbaya menekankan bahwa pergerakan IHSG tidak berdiri sendiri, melainkan terkait erat dengan performa emiten dan arah perekonomian. Karena itu, pembenahan ekonomi disebut menjadi kunci untuk mendorong indeks kembali ke level yang lebih tinggi.

Dengan pandangan tersebut, ia tetap yakin IHSG dapat kembali ke kisaran 8.000-an seperti awal 2026. Selama fundamental ekonomi terus menguat, peluang pemulihan pasar saham dinilai masih terbuka lebar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!