Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 12:55 WIB 2
Purbaya Targetkan Rupiah Kembali ke Rp15.000 per Dolar AS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat ke level Rp15.000. Saat ini, rupiah masih bergerak di atas Rp17.600 per dolar AS, sehingga pemerintah menyiapkan langkah baru untuk mendorong penguatan mata uang Garuda.

Purbaya menyebut kebijakan tersebut akan dijalankan mulai pekan depan, meski belum membeberkan detail tindakan yang akan diambil. Menurutnya, penguatan rupiah juga akan ditopang oleh kebijakan devisa hasil ekspor agar dana dari sektor ekspor lebih banyak bertahan di dalam negeri.

Penguatan Rupiah Menjadi Fokus

Purbaya menegaskan pemerintah ingin membawa rupiah kembali ke level yang lebih kuat dan stabil. Ia menilai kondisi saat ini masih membutuhkan dorongan kebijakan agar tekanan terhadap nilai tukar dapat berkurang. Target tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar dan dunia usaha.

Menurut dia, kebijakan baru akan diumumkan dalam waktu dekat dan mulai berjalan pada pekan depan. Langkah itu diharapkan memberi sinyal positif bagi pasar keuangan, terutama di tengah volatilitas global yang masih tinggi. Pemerintah juga ingin memastikan arah kebijakan fiskal dan moneter tetap saling mendukung.

Ia menilai stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting bagi aktivitas ekonomi nasional. Rupiah yang lebih kuat dapat membantu menekan biaya impor dan menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, kestabilan kurs juga memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk merencanakan bisnis.

DHE Diperkuat Lewat Aturan Baru

Selain mendorong rupiah, pemerintah akan menerapkan aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor atau DHE mulai Juni 2026. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban menempatkan devisa hasil ekspor di himpunan bank milik negara atau Himbara. Kebijakan ini diharapkan membuat aliran valas lebih banyak berputar di dalam negeri.

Purbaya menilai penguatan aturan DHE akan membantu menjaga ketersediaan devisa nasional. Ia menyebut hasil ekspor dari batu bara, crude palm oil atau CPO, dan komoditas lain sebaiknya tidak langsung keluar dari sistem keuangan domestik. Dengan begitu, cadangan valas dapat lebih terjaga dan mendukung stabilitas rupiah.

Menurutnya, pelaksanaan aturan baru pada Juni akan menjadi salah satu penopang utama kebijakan ke depan. Pemerintah berharap eksportir dapat menyesuaikan diri dengan skema penempatan yang ditetapkan. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi dari sisi penerimaan devisa.

Obligasi Jadi Penopang Stabilitas

Di luar DHE, Kementerian Keuangan sebelumnya telah mendorong stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar obligasi. Tujuannya adalah menjaga agar imbal hasil atau yield obligasi tidak melonjak terlalu tinggi. Jika yield terkendali, tekanan arus keluar modal asing dapat ditekan.

Purbaya menjelaskan bahwa pasar obligasi yang stabil membuat investor asing tetap nyaman masuk ke Indonesia. Saat harga obligasi terjaga, minat asing cenderung meningkat karena risiko dinilai lebih rendah. Kondisi ini membantu menyeimbangkan sentimen terhadap rupiah di pasar keuangan.

Ia menambahkan pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga obligasi ke depan. Kebijakan tersebut dipandang penting agar arus modal asing tidak ragu masuk dan tetap mendukung pembiayaan nasional. Dengan demikian, penguatan rupiah dapat ditopang oleh kondisi pasar yang lebih sehat.

Strategi Fiskal Untuk Pasar

Purbaya menegaskan arah kebijakan yang disiapkan pemerintah tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Penguatan rupiah, pengetatan pengelolaan DHE, dan stabilitas obligasi diposisikan sebagai satu rangkaian strategi. Ketiganya diharapkan memperkuat fondasi ekonomi dalam jangka menengah.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan hasil ekspor tidak banyak mengalir ke luar negeri. Dengan penempatan devisa di perbankan domestik, likuiditas valas di dalam negeri akan lebih terjaga. Kondisi itu diyakini dapat memberi dukungan tambahan bagi nilai tukar rupiah.

Pasar kini menunggu rincian kebijakan yang akan diumumkan pada pekan depan. Pelaku usaha dan investor diperkirakan mencermati langkah tersebut untuk menilai arah stabilitas ekonomi ke depan. Pemerintah berharap respons pasar tetap positif seiring berbagai kebijakan penopang yang disiapkan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!