Purbaya Optimistis IHSG Dekati Bottom, Prospek Naik Cerah

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 30 Mei 2026 15:01 WIB 2
Purbaya Optimistis IHSG Dekati Bottom, Prospek Naik Cerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski belakangan bergerak fluktuatif dan sempat tertekan cukup dalam. Dalam forum Jogja Financial Festival 2026, ia menyebut posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom.

Purbaya menyampaikan pandangan itu saat menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan indeks saham ke depan. Menurutnya, peluang penguatan masih besar karena ekonomi nasional diyakini akan terus membaik seiring reformasi yang dijalankan pemerintah.

Prospek IHSG Masih Cerah

Purbaya menegaskan bahwa tekanan pada indeks saham tidak serta-merta menjadi sinyal negatif untuk jangka panjang. Ia justru melihat kondisi saat ini sebagai fase yang wajar dalam siklus pasar.

Menurut dia, pasar modal akan ikut terdorong ketika fundamental ekonomi nasional menguat. Karena itu, ia menilai prospek kenaikan IHSG masih terbuka lebar.

Dalam penjelasannya, Purbaya menyebut ekonomi Indonesia sedang diarahkan agar bergerak lebih sehat dan konsisten. Ia meyakini arah kebijakan pemerintah akan memberi ruang bagi pemulihan pasar saham.

Ia juga mengingatkan bahwa investor perlu melihat pasar saham secara jangka panjang, bukan hanya pada pergerakan harian. Dengan pendekatan itu, volatilitas dinilai tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Reformasi Dorong Fundamental

Purbaya mengatakan pemerintah bersama Presiden Prabowo tengah menjalankan reformasi ekonomi secara serius. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat fondasi nasional di berbagai sektor.

Ia menyebut dirinya mendapat tugas untuk membantu merapikan berbagai persoalan yang menghambat perbaikan ekonomi. Dalam proses itu, kata dia, banyak pihak juga ikut bekerja sama.

Purbaya menilai reformasi yang konsisten akan memberi dampak langsung terhadap sentimen pasar. Saat pelaku pasar melihat fundamental membaik, kepercayaan terhadap saham biasanya ikut meningkat.

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang berorientasi pada perbaikan struktur ekonomi akan menjadi penopang penting bagi pasar modal. Dengan fondasi yang kuat, IHSG dinilai lebih siap menghadapi tekanan eksternal.

Siklus Ekonomi Jadi Kunci

Menurut Purbaya, pergerakan ekonomi selalu mengikuti siklus bisnis yang terdiri dari fase naik dan turun. Karena itu, pelemahan yang terjadi saat ini dianggap bukan situasi yang permanen.

Ia menjelaskan bahwa fase ekspansi ekonomi bisa berlangsung panjang apabila reformasi dijalankan dengan baik. Dalam pandangannya, durasi pertumbuhan sangat bergantung pada kualitas kebijakan yang ditempuh.

Purbaya bahkan memperkirakan periode ekspansi dapat bertahan lebih lama bila pengelolaan ekonomi dilakukan secara cermat. Ia menyebut masa pertumbuhan bisa mencapai tujuh hingga delapan tahun, bahkan lebih panjang jika dikelola secara tepat.

Dengan logika siklus tersebut, ia menilai pasar saham memiliki ruang pemulihan yang cukup besar. Investor, kata dia, perlu memahami bahwa fase tekanan justru bisa menjadi awal dari penguatan berikutnya.

Peluang Kenaikan Bertahap

Purbaya memperkirakan potensi kenaikan indeks saham dalam beberapa tahun ke depan masih sangat besar. Ia mencontohkan bahwa dari titik terendah ekonomi, pertumbuhan bisa mencapai empat hingga lima kali lipat hingga periode 2028 sampai 2030.

Ia menyebut jika titik rendah berada di level tertentu, maka peluang penguatan di tahun-tahun mendatang tetap terbuka lebar. Menurutnya, proyeksi itu menunjukkan bahwa pasar masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan.

Selain melihat fundamental, Purbaya juga menilai tekanan jangka pendek pada saham mulai mereda. Dari sisi analisis teknikal, ia bahkan menduga pasar sudah mendekati bottom atau mungkin telah menemukannya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu berinvestasi di pasar saham untuk jangka panjang. Selama fondasi ekonomi terus membaik, ia meyakini IHSG akan naik bertahap dan memberikan peluang yang menarik bagi investor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!