Purbaya Nilai IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 28 Mei 2026 01:08 WIB 2
Purbaya Nilai IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dipicu oleh ketidakpastian pasar setelah pemerintah mengumumkan pembentukan BUMN khusus ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pada Rabu, 20 Mei. Menurut dia, pelaku pasar cenderung bereaksi cepat saat belum memahami dampak penuh dari kebijakan baru tersebut.

Purbaya menyebut investor masih memilih langkah aman dengan melepas saham lebih dulu ketika arah kebijakan belum jelas. Ia optimistis IHSG akan kembali menguat setelah pasar memahami manfaat dari tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam yang lebih terpusat.

IHSG dan Ketidakpastian Pasar

Purbaya mengatakan pasar belum mengetahui secara utuh dampak positif dari hadirnya BUMN khusus ekspor. Karena itu, sebagian investor memilih menjual saham sebagai respons atas risiko yang belum terukur.

Ia menilai pola seperti ini wajar terjadi ketika pasar menghadapi kebijakan baru. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, pelaku pasar biasanya mengambil posisi defensif agar kerugian dapat ditekan.

Menurut Purbaya, penurunan IHSG tidak selalu mencerminkan masalah fundamental pada emiten. Pergerakan indeks justru kerap dipengaruhi persepsi investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

Manfaat BUMN Ekspor

Purbaya menjelaskan bahwa badan baru tersebut dibentuk untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Langkah ini juga ditujukan untuk menutup celah praktik under invoicing yang selama ini berpotensi mengurangi penerimaan negara.

Ia menilai sistem ekspor satu pintu akan membuat nilai penjualan lebih transparan. Dengan begitu, transaksi perusahaan diharapkan terefleksi lebih jelas dalam laporan keuangan dan penjualan resmi.

Purbaya menambahkan, skema tersebut dapat memberi keuntungan ganda bagi perusahaan yang tercatat di bursa. Selain penjualan yang lebih tercatat rapi, valuasi emiten juga berpeluang meningkat karena tata kelola yang membaik.

Dampak ke Emiten

Menurut Purbaya, perusahaan eksportir berpotensi memperoleh manfaat langsung dari kebijakan baru ini. Saat penjualan tercatat lebih akurat, laba perusahaan juga dapat terlihat lebih kuat di mata investor.

Ia menyebut transparansi yang lebih baik akan membantu pasar menilai kinerja emiten secara lebih adil. Kondisi itu dinilai dapat mendorong minat beli terhadap saham-saham terkait komoditas.

Purbaya juga menilai penguatan valuasi emiten akan bergantung pada pemahaman pasar terhadap kebijakan tersebut. Jika investor melihat efek positifnya, maka sentimen terhadap saham bisa berbalik menguat.

Arah Kebijakan Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Pemerintah menunjuk BUMN tertentu sebagai pengekspor tunggal untuk komoditas strategis.

Komoditas yang masuk dalam skema itu antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Kebijakan tersebut ditegaskan untuk memperkuat kendali negara atas penjualan hasil sumber daya alam.

Prabowo menyampaikan arahan itu dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei. Pemerintah berharap kebijakan tersebut memberi kepastian tata kelola sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!