Purbaya Nilai IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 12:06 WIB 5
Purbaya Nilai IHSG Tertekan karena Ketidakpastian BUMN Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terjadi usai pengumuman pembentukan Badan Usaha Milik Negara khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Menurut dia, tekanan pasar muncul karena investor masih belum memahami dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja perusahaan dan tata kelola ekspor nasional.

Purbaya menyampaikan pandangan itu di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis, 21 Mei 2026. Ia menilai ketidakpastian membuat pelaku pasar cenderung menjual saham terlebih dahulu sebelum mengetahui manfaat sesungguhnya dari kebijakan baru itu.

IHSG dan ketidakpastian pasar

Purbaya mengatakan pasar bereaksi negatif karena belum tahu seperti apa dampak hadirnya BUMN khusus ekspor. Dalam kondisi ketidakpastian, menurut dia, pelaku pasar biasanya memilih aman dengan melepas aset lebih dulu.

Ia menyebut respons tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika bursa saham. Ketika arah kebijakan belum jelas, investor cenderung menunggu sambil mengurangi risiko portofolio mereka.

“Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kalau ada ketidakpastian, biasanya takut, jual dulu,” ujar Purbaya. Pernyataan itu disampaikan di tengah koreksi IHSG yang memicu perhatian pelaku pasar.

Dampak BUMN ekspor

Menurut Purbaya, pembentukan badan ekspor justru dirancang untuk memperkuat tata kelola perdagangan komoditas sumber daya alam. Kebijakan ini juga disebut dapat menutup celah praktik under invoicing yang selama ini berpotensi merugikan penerimaan negara.

Ia menjelaskan, skema penjualan melalui badan ekspor akan membuat nilai transaksi lebih terefleksi secara langsung. Dengan begitu, harga jual yang dilaporkan perusahaan diharapkan lebih mencerminkan kondisi nyata di pasar.

Purbaya meyakini perusahaan yang tercatat di bursa akan memperoleh manfaat ganda dari kebijakan tersebut. Selain tata kelola yang lebih baik, valuasi emiten juga dinilai berpotensi meningkat karena laporan keuangan menjadi lebih transparan.

Optimisme terhadap saham

Purbaya menilai IHSG akan kembali menguat setelah pasar memahami keuntungan dari kebijakan BUMN ekspor. Ia optimistis penilaian investor akan berubah seiring munculnya bukti manfaat dari sistem baru tersebut.

Menurut dia, tertutupnya ruang under invoicing akan membuat pendapatan perusahaan tampil lebih jelas. Kondisi itu diharapkan mendorong kepercayaan investor terhadap emiten yang terkait dengan ekspor komoditas.

“Jadi perusahaannya juga akan untung, jadi harusnya bisa dobel untungnya yang listing di bursa,” kata Purbaya. Ia menambahkan, keuntungan yang tercatat secara resmi semestinya ikut meningkatkan valuasi perusahaan di pasar modal.

Kebijakan ekspor satu pintu

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Pemerintah telah menunjuk BUMN tertentu sebagai pengekspor tunggal untuk komoditas strategis.

Komoditas yang masuk skema tersebut antara lain kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Kebijakan itu disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Prabowo menyebut langkah itu bertujuan memperkuat kontrol negara atas penjualan hasil sumber daya alam. Pemerintah berharap model penyaluran melalui BUMN dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki penerimaan negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!