Puluhan tas mewah milik Sandra Dewi yang menjadi barang rampasan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, resmi dilelang dalam gelaran BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan. Sebanyak 55 lot tas mewah ditawarkan melalui sistem lelang online, dan pengumuman pemenang berlangsung di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Sejumlah tas mencuri perhatian karena harga akhirnya melonjak jauh dari nilai limit awal, sehingga suasana penetapan pemenang sempat menarik minat para tamu undangan. Juru sita lelang menegaskan seluruh proses berjalan transparan, tanpa rekayasa, dan sepenuhnya dipantau melalui aplikasi.
Lelang Tas Mewah
Dalam pelaksanaan lelang itu, penyelenggara hanya menampilkan enam lot premium secara langsung di hadapan hadirin. Sementara itu, puluhan lot lainnya diselesaikan di belakang meja agar jalannya acara tetap tertib dan lancar. Sistem yang digunakan bersifat daring, sehingga setiap penawaran tercatat secara otomatis dalam aplikasi.
Juru sita lelang menyebut seluruh mekanisme berjalan sesuai prosedur dan dapat dipantau bersama. Ia menegaskan tidak ada unsur tipu-tipu maupun rekayasa dalam proses penentuan harga. Menurutnya, harga terbentuk murni dari persaingan para peminat yang mengikuti lelang.
Pihak penyelenggara juga menjelaskan bahwa lelang dilakukan atas persetujuan hukum dari pemilik barang, dalam hal ini Kejaksaan Agung. Karena itu, setiap penetapan pemenang harus mengikuti aturan yang berlaku. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan aset negara yang berasal dari perkara korupsi.
Harga Melonjak Tinggi
Salah satu lot yang menyita perhatian adalah tas Hermes warna coklat berkode ZHW0S7. Tas dengan nilai limit Rp32.333.000 itu akhirnya terjual Rp76.333.000. Kenaikan harga tersebut membuat sejumlah tamu undangan terlihat antusias mengikuti proses penawaran.
Tas Chanel warna hitam berkode L7ABC2 juga mengalami kenaikan signifikan. Dari limit Rp28.720.000, tas itu laku di angka Rp41.720.000. Lonjakan serupa terjadi pada tas Chanel warna merah yang menjadi salah satu barang paling diminati.
Untuk tas Chanel warna merah, nilai limit awal tercatat Rp55.865.000. Barang tersebut kemudian terjual Rp120.865.000 setelah penawaran yang disebut hanya berlangsung satu kali. Pejabat lelang wanita yang memandu acara menilai tingginya minat peserta membuat harga langsung terbentuk di level tersebut.
Minat Peserta Tinggi
Selain itu, tas Chanel warna navy juga mencatat hasil yang tinggi. Dari nilai limit Rp70.950.000, harga akhirnya terbentuk menjadi Rp121.950.000. Tas Hermes warna orange pun ikut terjual di atas perkiraan awal, dari Rp38.732.000 menjadi Rp71.732.000.
Lot yang paling menyita perhatian adalah tas Hermes warna jingga. Dari nilai limit awal sekitar Rp65 juta, harga tas tersebut melonjak hingga Rp171 juta. Angka itu menjadi salah satu hasil tertinggi dalam sesi lelang hari itu.
Juru sita lelang kembali menegaskan bahwa seluruh pergerakan penawaran dapat dilihat secara langsung melalui sistem online. Ia menyebut harga yang terbentuk sepenuhnya ditentukan pasar, bukan oleh panitia. Dengan cara itu, transparansi lelang diklaim tetap terjaga dari awal hingga akhir.
Sorotan Kasus Timah
Nama Sandra Dewi kembali menjadi sorotan karena berkaitan dengan kasus dugaan mega korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022. Kasus tersebut menyeret Harvey Moeis sebagai terpidana, sementara sejumlah aset mewah ikut disita untuk dipulihkan negara. Lelang tas mewah ini pun menjadi perhatian publik karena nilai barang yang tinggi dan latar belakang perkaranya.
Sebelumnya, Sandra Dewi juga sempat diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut. Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan aliran dana dan kepemilikan aset mewah yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi serta tindak pidana pencucian uang. Karena itu, setiap perkembangan aset rampasan selalu menarik perhatian publik dan menjadi sorotan media.
Di tengah sorotan tersebut, penyelenggara lelang menilai proses ini penting untuk menunjukkan akuntabilitas pengelolaan barang sitaan. Barang mewah yang dilepas bukan hanya bernilai komersial, tetapi juga berkaitan dengan penegakan hukum. Publik pun menanti tindak lanjut pelelangan aset lain yang masih tersisa dalam perkara ini.
