PSN Ungkap Strategi Hadapi Starlink di Pasar Internet Satelit

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 18:51 WIB 3
PSN Ungkap Strategi Hadapi Starlink di Pasar Internet Satelit

Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, mengungkap strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit milik Starlink di Indonesia. PSN memilih pendekatan berbeda dengan menonjolkan teknologi lokal dan layanan satelit geostasioner yang baru dioperasikan. Langkah itu muncul setelah PSN resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima dengan kapasitas besar dan izin layanan dari Komdigi.

Adi menegaskan, PSN tidak ingin ikut dalam perang harga yang dinilai tidak sehat di industri layanan satelit. Perusahaan, menurut dia, justru membangun ekosistem yang seluruh infrastrukturnya berada di dalam negeri. Strategi itu disebut menjadi cara PSN menjaga kedaulatan layanan sekaligus mengurangi risiko gangguan dari dinamika geopolitik global.

Strategi Internet Satelit PSN

PSN menempatkan diferensiasi sebagai fondasi utama dalam menghadapi Starlink. Perusahaan ingin menawarkan opsi yang berbeda bagi pelanggan, terutama melalui teknologi yang dikembangkan secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan memberi nilai tambah di tengah pasar yang kian kompetitif.

Adi menjelaskan bahwa satelit Nusantara Lima merupakan bagian penting dari strategi tersebut. Layanan ini didukung izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan izin itu, PSN memiliki ruang gerak yang lebih kuat untuk memperluas layanan internet satelit di Tanah Air.

PSN juga menegaskan bahwa kapasitas layanan yang dibangun diarahkan untuk kebutuhan nasional. Seluruh kapasitas jaringan diklaim jatuh di wilayah Indonesia, sehingga kontrol layanan tetap berada di dalam negeri. Kondisi itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan operasional.

Dalam pandangan PSN, keberadaan infrastruktur lokal bukan hanya soal bisnis. Ada unsur ketahanan layanan yang menjadi pertimbangan utama ketika dunia menghadapi ketegangan geopolitik. Karena itu, perusahaan berupaya memastikan servis tetap berjalan tanpa bergantung pada kebijakan luar negeri.

Teknologi Lokal PSN

Adi menyebut teknologi yang dikembangkan PSN, termasuk antena Cerdiq, merupakan buatan lokal. Bagi perusahaan, hal ini bukan sekadar atribut produk, melainkan bagian dari identitas industri nasional. PSN ingin menunjukkan bahwa inovasi satelit juga bisa lahir dari dalam negeri.

Pembangunan teknologi lokal dinilai memberi keuntungan jangka panjang bagi ekosistem telekomunikasi Indonesia. Selain memperkuat kemandirian, pendekatan itu membuka peluang transfer pengetahuan dan pengembangan talenta domestik. Dengan begitu, industri satelit nasional tidak hanya menjadi pengguna teknologi luar negeri.

PSN melihat kedaulatan digital sebagai isu yang semakin penting di tengah ketergantungan pada infrastruktur global. Ketika seluruh komponen utama berada di tanah air, perusahaan menilai risiko gangguan eksternal dapat ditekan. Hal ini menjadi alasan utama mengapa strategi lokal terus dipertahankan.

Menurut Adi, keunggulan teknologi lokal juga terletak pada kendali layanan yang lebih terukur. Perusahaan dapat mengatur pengembangan, pemeliharaan, dan operasional sesuai kebutuhan pasar domestik. Dengan cara itu, PSN berharap bisa membangun layanan yang relevan bagi pengguna Indonesia.

Sikap PSN Hadapi Starlink

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial. Starlink dinilai memiliki ruang manuver yang besar untuk menggarap pasar di berbagai negara. Namun, PSN memilih tidak mengukur persaingan hanya dari kemampuan membakar uang.

Perusahaan juga menolak masuk ke skema subsidi besar-besaran yang dianggap tidak sehat. Menurut Adi, perang harga dengan perusahaan yang didukung sumber daya sangat besar bukan langkah yang ideal. PSN lebih memilih menjaga disiplin bisnis dan keberlanjutan layanan.

Ia menyoroti bahwa Starlink punya keunggulan karena dapat menjual layanan dengan harga tinggi di pasar maju seperti Amerika Serikat dan Eropa. Keuntungan dari pasar tersebut kemudian dapat digunakan untuk menekan penetrasi di negara lain. Pola ini, kata dia, membuat kompetisi menjadi jauh lebih berat.

Meski begitu, PSN tetap optimistis dengan jalur yang dipilih. Perusahaan percaya pelanggan akan melihat nilai pada stabilitas layanan, kontrol nasional, dan teknologi lokal. Dalam jangka panjang, faktor-faktor itu diyakini dapat menjadi pembeda yang kuat.

Nusantara Lima dan Kedaulatan

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas itu disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Peluncuran layanan ini menjadi tonggak penting bagi penguatan infrastruktur satelit nasional.

Kehadiran Nusantara Lima memperluas kapasitas konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Layanan satelit seperti ini memiliki peran penting untuk daerah terpencil, kepulauan, dan area dengan keterbatasan infrastruktur. Karena itu, pengoperasiannya dinilai strategis bagi pemerataan akses digital.

Dengan kombinasi izin resmi, teknologi lokal, dan kapasitas besar, PSN menempatkan kedaulatan layanan sebagai narasi utama bisnisnya. Perusahaan ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi layanan satelit asing. Di sisi lain, PSN berupaya membuktikan bahwa industri nasional mampu bersaing dengan pendekatan yang berbeda.

Strategi tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa persaingan di sektor internet satelit tidak semata soal harga. Ada faktor ketahanan, kontrol, dan keberlanjutan yang ikut menentukan arah industri. PSN memilih bertahan pada jalur itu sebagai jawaban atas ekspansi agresif Starlink di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!