PSN Siapkan Strategi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Teknologi Moh. Royhan Nahado 27 Mei 2026 02:30 WIB 3
PSN Siapkan Strategi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Pasifik Satelit Nusantara atau PSN menegaskan strategi bisnisnya dalam menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit milik Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan perusahaan memilih pendekatan berbeda dengan mengandalkan teknologi lokal dan infrastruktur dalam negeri. Langkah itu disampaikan di Jakarta, saat PSN baru mengoperasikan satelit Nusantara Lima. Layanan tersebut juga telah mengantongi izin Jartupsat dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Adi menyebut PSN tidak ingin terjebak dalam perang harga yang dinilai tidak sehat di pasar internet satelit. Menurut dia, perusahaan memilih menawarkan opsi layanan yang berbeda dari Starlink, baik dari sisi teknologi maupun model bisnis. Salah satu pembeda utama adalah penggunaan antena Cerdiq yang dikembangkan di dalam negeri. Dengan begitu, PSN berharap dapat menjaga kedaulatan layanan satelit nasional.

Strategi PSN Hadapi Starlink

PSN menempatkan teknologi lokal sebagai fondasi utama untuk bersaing di pasar internet satelit Indonesia. Adi menjelaskan, seluruh kapasitas layanan yang dibangun perusahaan akan berpusat di tanah air. Menurut dia, pendekatan ini membuat layanan lebih dekat dengan kebutuhan nasional. PSN juga ingin memastikan kendali teknologi tetap berada di tangan Indonesia.

Perusahaan menilai kemandirian teknologi penting untuk menjaga stabilitas layanan dalam jangka panjang. Infrastruktur yang dibangun di dalam negeri dinilai lebih tahan terhadap gangguan eksternal. Adi mengatakan risiko geopolitik global tidak boleh mengganggu keberlanjutan layanan digital. Karena itu, PSN menekankan keamanan dan kedaulatan sebagai nilai jual utama.

Selain itu, PSN berharap strategi ini dapat menjadi pembeda yang jelas di tengah gencarnya ekspansi pemain global. Adi menilai Indonesia membutuhkan lebih dari satu model layanan internet satelit. Kehadiran teknologi lokal disebut bisa memperluas pilihan bagi pelanggan dan pemerintah. Dalam pandangan PSN, kompetisi seharusnya tidak hanya soal tarif murah.

Keunggulan Teknologi Lokal

Salah satu produk yang menjadi andalan PSN adalah antena Cerdiq buatan lokal. Teknologi ini disebut menjadi bagian penting dari ekosistem layanan internet satelit perusahaan. Adi menegaskan pengembangan perangkat lokal memberi nilai tambah bagi industri nasional. Dengan begitu, rantai pasok tidak sepenuhnya bergantung pada produk luar negeri.

PSN juga melihat penggunaan teknologi lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri antariksa nasional. Pengembangan perangkat di dalam negeri dinilai mampu membuka ruang bagi inovasi yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, hal itu dapat mendorong lahirnya tenaga ahli baru di bidang satelit. Perusahaan menilai ekosistem seperti ini penting untuk masa depan konektivitas Indonesia.

Menurut Adi, nilai tambah dari teknologi lokal tidak hanya terasa pada sisi operasional. Pendekatan tersebut juga memberi kontribusi pada kemandirian ekonomi digital nasional. PSN ingin menunjukkan bahwa layanan internet satelit dapat dikembangkan tanpa sepenuhnya mengandalkan sistem impor. Strategi itu sekaligus menjadi pesan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun teknologi sendiri.

Pertarungan Harga Dan Subsidi

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial. Menurut dia, pemain global memiliki ruang besar untuk melakukan penetrasi pasar melalui strategi harga. Starlink disebut bisa menjual layanan mahal di Amerika Serikat dan Eropa, lalu memanfaatkan keuntungan itu di negara lain. Kondisi tersebut membuat kompetisi di Indonesia semakin menantang.

Meski demikian, PSN memilih untuk tidak mengikuti pola subsidi besar-besaran. Adi menilai perang harga bukan jalan terbaik untuk membangun industri yang sehat. Perusahaan ingin menjaga keberlanjutan bisnis tanpa merusak struktur pasar. Dengan sikap itu, PSN berharap kompetisi tetap berlangsung secara wajar.

PSN memandang pelanggan juga membutuhkan layanan yang stabil, aman, dan konsisten. Karena itu, perusahaan lebih menonjolkan kualitas jaringan dan kedaulatan teknologi. Adi menyebut strategi harga murah tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan. Dalam pandangannya, keandalan layanan justru menjadi faktor yang lebih penting bagi pengguna.

Nusantara Lima Jadi Andalan

PSN resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit ini menjadi tonggak penting bagi penguatan layanan internet berbasis satelit nasional. PSN berharap kapasitas besar itu dapat mendukung perluasan konektivitas di berbagai wilayah.

Dengan operasional Nusantara Lima, PSN ingin menjangkau lebih banyak kebutuhan komunikasi data di Indonesia. Satelit itu diharapkan dapat membantu pemerataan akses internet, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Perusahaan menilai kebutuhan konektivitas nasional masih sangat besar. Karena itu, investasi pada satelit GEO tetap relevan di tengah maraknya layanan LEO.

Adi menegaskan PSN akan terus berfokus pada pengembangan layanan yang sesuai dengan karakter pasar Indonesia. Perusahaan tidak hanya mengejar kapasitas, tetapi juga keberlanjutan dan kontrol penuh atas sistem. Dalam konteks persaingan dengan Starlink, PSN memilih jalur yang lebih menekankan kedaulatan teknologi. Strategi tersebut menjadi dasar perusahaan untuk mempertahankan posisi di industri internet satelit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!