PSN Selangkah Lagi Operasikan Satelit Nusantara Lima

Teknologi BRH 23 Mei 2026 06:38 WIB 7
PSN Selangkah Lagi Operasikan Satelit Nusantara Lima

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu diperoleh usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 disebut menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan diproyeksikan memperkuat pemerataan akses internet di Indonesia. Kehadirannya juga ditujukan untuk mendukung layanan di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal atau 3T.

Satelit N5 Dapat Izin Komdigi

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat secara luas. Menurut dia, capaian ini menunjukkan kesiapan infrastruktur yang dibangun PSN untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Adi menjelaskan bahwa Satelit Nusantara Lima telah melewati tahapan pengujian oleh tim evaluator dan kini mengantongi izin Jartupsat serta VSAT dari Komdigi. Ia menilai pencapaian itu menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi satelit yang canggih dan patuh terhadap regulasi nasional.

PSN juga menempatkan pengoperasian Satelit N5 sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita. Perusahaan berharap kapasitas baru ini dapat membantu mengurangi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara.

Uji Laik Operasi Ketat

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana telekomunikasi Satelit N5 memenuhi standar keamanan serta fungsionalitas. Pengujian mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Validasi mencakup infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT untuk menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia. Pemeriksaan ini dirancang agar seluruh komponen siap digunakan secara komersial tanpa mengurangi aspek keamanan.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru turut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Dorong Transformasi Digital

Menurut Edwin, kehadiran Satelit N5 menjadi aset strategis untuk mendukung transformasi digital nasional. Ia menilai kapasitas ini penting untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Edwin menambahkan pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Ia berharap kapasitas 160 Gbps segera dimanfaatkan optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses digital.

Dengan dukungan infrastruktur baru ini, pemerintah menargetkan layanan internet yang lebih merata dan andal dapat segera dirasakan masyarakat. Satelit N5 juga diharapkan memberi dorongan nyata bagi agenda transformasi digital nasional.

Jangkauan Hingga Asia Tenggara

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan menyatakan seluruh proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat sesuai standar regulasi yang berlaku. Ia menegaskan pemeriksaan mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT.

Falatehan menyebut hasil pengujian menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Kepastian itu dinilai penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan memiliki jangkauan hingga kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung internet cepat untuk masyarakat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!