PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink

Teknologi BRH 01 Juni 2026 15:20 WIB 2
PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menegaskan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit, termasuk Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyampaikan bahwa perusahaan memilih jalur pengembangan teknologi lokal dan tidak masuk ke perang harga yang dinilai tidak sehat. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, saat PSN baru mengoperasikan satelit Nusantara Lima. Satelit GEO tersebut juga telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Adi menegaskan PSN ingin menawarkan opsi yang berbeda dari pemain global, baik dari sisi teknologi maupun pengelolaan layanan. Menurut dia, pendekatan itu penting untuk menjaga kedaulatan layanan satelit nasional dan memastikan infrastruktur tetap berada di dalam negeri. Ia juga menilai, model bisnis yang dibangun di tanah air akan membuat layanan lebih tahan terhadap gangguan geopolitik global. Dengan strategi itu, PSN berharap dapat mempertahankan posisi di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Strategi Satelit PSN

PSN memilih strategi kompetisi yang tidak semata mengandalkan harga murah. Perusahaan ingin menonjol lewat layanan yang dikembangkan secara mandiri. Adi menyebut pendekatan ini sebagai bentuk pembeda dari Starlink. Menurut dia, pasar Indonesia masih membutuhkan lebih dari satu model layanan satelit.

Dalam pandangan PSN, persaingan dengan pemain global tidak bisa dihadapi dengan cara yang sama. Perusahaan menilai perang harga justru berisiko menciptakan pasar yang tidak sehat. Karena itu, PSN memilih memperkuat kualitas layanan dan kontrol infrastruktur. Langkah tersebut dinilai lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.

Strategi itu juga berkaitan dengan arah bisnis yang ingin dijaga tetap relevan di dalam negeri. PSN melihat kebutuhan konektivitas satelit di Indonesia sangat besar dan tersebar luas. Kondisi geografis Indonesia membuat layanan berbasis satelit tetap memiliki ruang pertumbuhan. Hal itu menjadi alasan perusahaan mempertahankan model bisnis yang berbeda.

Adi menekankan bahwa PSN tidak ingin terjebak dalam kompetisi yang hanya mengutamakan subsidi besar-besaran. Menurut dia, praktik seperti itu tidak selalu mencerminkan pasar yang sehat. PSN lebih memilih membangun nilai tambah lewat teknologi dan pengelolaan jaringan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha.

Teknologi Lokal PSN

PSN menempatkan teknologi lokal sebagai fondasi utama strategi perusahaan. Salah satu contohnya adalah pengembangan antena Cerdiq yang disebut dibuat di dalam negeri. Adi mengatakan seluruh teknologi yang dibangun diarahkan agar memberi nilai tambah bagi Indonesia. Dengan begitu, rantai pasok dan pengoperasian layanan lebih terkendali.

Penguatan teknologi lokal juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan digital. Infrastruktur yang dibangun di tanah air dinilai membuat layanan tidak mudah terganggu oleh faktor eksternal. PSN menilai ketahanan teknologi menjadi penting di tengah dinamika geopolitik dunia. Karena itu, pengembangan perangkat lokal terus didorong sebagai strategi utama.

Adi menuturkan bahwa kapasitas layanan yang dibangun PSN tetap berada di wilayah Indonesia. Hal ini dinilai memberi keuntungan dari sisi operasional dan keamanan. Jika terjadi masalah di luar negeri, layanan di dalam negeri tidak otomatis ikut terdampak. Dalam konteks itu, keberadaan teknologi lokal menjadi penopang utama ketahanan sistem.

PSN juga melihat pengembangan teknologi dalam negeri sebagai peluang memperkuat industri pendukung. Semakin banyak komponen lokal yang digunakan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang tertahan di Indonesia. Perusahaan menilai hal tersebut sejalan dengan kepentingan nasional. Strategi ini menjadi pembeda penting dari operator satelit asing.

Sikap Hadapi Starlink

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah. Menurut dia, perusahaan milik Elon Musk itu memiliki keleluasaan finansial yang besar. Starlink juga memiliki posisi kuat karena dapat memanfaatkan pasar negara maju untuk menopang ekspansi. Kondisi tersebut membuat persaingan di negara berkembang menjadi semakin menantang.

PSN menilai kekuatan Starlink terletak pada kemampuan membangun harga kompetitif di berbagai pasar. Adi menyebut perusahaan global itu bisa menjual layanan dengan harga tinggi di Amerika Serikat dan Eropa. Keuntungan dari pasar tersebut kemudian dapat dipakai untuk menekan pasar lain. Model ini dinilai sulit diimbangi jika hanya bertumpu pada sumber daya domestik.

Meski demikian, PSN memilih tidak bereaksi dengan strategi yang serupa. Perusahaan tidak ingin masuk ke skema subsidi yang dianggap tidak sehat. Adi menegaskan persaingan yang terlalu bertumpu pada harga bisa merusak struktur bisnis. Oleh karena itu, PSN tetap fokus pada segmen dan keunggulan yang dapat dikendalikan sendiri.

Dalam situasi itu, diferensiasi menjadi kata kunci bagi PSN. Perusahaan berupaya menawarkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasional. Pendekatan tersebut dinilai lebih realistis dibanding mengejar skala global. Dengan strategi yang hati-hati, PSN berharap tetap kompetitif tanpa kehilangan arah bisnis.

Kapasitas Nusantara Lima

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit ini menjadi tonggak penting bagi penguatan layanan internet satelit nasional. PSN menempatkannya sebagai bagian dari infrastruktur strategis Indonesia.

Satelit Nusantara Lima merupakan satelit GEO yang baru saja memperoleh izin operasional dari Komdigi. Izin tersebut mencakup Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan VSAT. Dengan legalitas itu, PSN dapat memperluas layanan ke berbagai kebutuhan konektivitas. Sektor pemerintahan, korporasi, hingga daerah terpencil berpotensi menjadi pengguna utama.

Kapasitas jumbo Nusantara Lima diharapkan mampu menjawab kebutuhan internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Indonesia memiliki kondisi geografis yang menantang, sehingga satelit tetap menjadi solusi penting. PSN menilai satelit GEO masih relevan untuk mendukung pemerataan akses digital. Kehadiran layanan ini juga dapat membantu memperkuat konektivitas nasional.

Dengan operasional Nusantara Lima, PSN berharap dapat mempertegas posisinya di pasar satelit Indonesia. Perusahaan menilai kompetisi yang sehat akan mendorong inovasi dan memperluas pilihan layanan bagi masyarakat. Di tengah dominasi pemain global, PSN memilih bertahan dengan identitas teknologi lokal. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan layanan satelit nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!