PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink

Teknologi Moh. Royhan Nahado 31 Mei 2026 05:50 WIB 2
PSN Andalkan Teknologi Lokal Hadapi Starlink

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit atau LEO milik Starlink di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan perusahaan memilih jalur teknologi lokal, layanan berbasis satelit GEO, dan model bisnis yang tidak bertumpu pada perang harga.

Langkah itu diperkuat dengan pengoperasian satelit Nusantara Lima yang baru memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan kapasitas hingga 160 Gbps, layanan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia dan ditujukan untuk memperkuat kedaulatan konektivitas nasional.

Strategi Satelit PSN

Adi mengatakan PSN ingin menawarkan pilihan yang berbeda dari Starlink. Perusahaan, menurut dia, tidak meniru pola bisnis kompetitor yang agresif di pasar. PSN memilih membangun layanan dengan karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Pendekatan itu dinilai lebih relevan untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Ia menjelaskan, teknologi yang dikembangkan PSN, termasuk antena Cerdiq, dirancang dan dibuat di dalam negeri. Menurut dia, kehadiran komponen lokal menjadi nilai tambah yang membedakan PSN dari pemain global. Kemandirian teknologi juga dianggap penting bagi industri satelit nasional. Dengan cara itu, perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada rantai pasok luar negeri.

PSN menempatkan inovasi lokal sebagai fondasi utama dalam pengembangan layanan. Adi menyebut seluruh kapasitas jaringan pada akhirnya tetap berada di tanah air. Hal tersebut membuat layanan lebih dekat dengan kepentingan nasional. Selain itu, perusahaan ingin memastikan pengelolaan teknologi tetap berada dalam kendali Indonesia.

Kedaulatan Layanan Nasional

Adi menekankan bahwa pengembangan infrastruktur di dalam negeri memiliki arti strategis. Layanan satelit yang dibangun secara lokal dinilai lebih aman dari potensi gangguan geopolitik global. Menurut dia, risiko gangguan eksternal dapat diminimalkan jika ekosistemnya berada di tanah air. Faktor ini menjadi salah satu alasan utama PSN mempertahankan pendekatan tersebut.

Ia menyebut layanan PSN tidak akan mudah dihentikan hanya karena masalah geopolitik. Menurutnya, stabilitas operasional merupakan bagian penting dari kepercayaan pelanggan. Dalam konteks layanan publik dan korporasi, kepastian sambungan menjadi kebutuhan mendasar. Karena itu, PSN menempatkan ketahanan jaringan sebagai prioritas.

Pendekatan ini juga dipandang mendukung agenda kedaulatan digital Indonesia. Dengan memaksimalkan teknologi nasional, perusahaan ingin ikut membangun ekosistem satelit yang lebih mandiri. PSN menilai ketergantungan pada layanan asing perlu diimbangi dengan alternatif lokal yang kuat. Langkah tersebut diharapkan memberi pilihan lebih luas bagi pasar dalam negeri.

Persaingan Harga Satelit

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah. Dari sisi finansial, pemain global itu memiliki ruang gerak yang jauh lebih besar. Ia menilai strategi harga Starlink juga memberi tekanan pada pasar. Kondisi itu membuat persaingan di Indonesia menjadi semakin ketat.

Meski demikian, PSN memilih tidak terjebak dalam perang harga. Perusahaan juga menolak praktik subsidi besar-besaran yang dianggap tidak sehat. Menurut Adi, persaingan yang terlalu mengandalkan diskon bisa merusak struktur pasar. Karena itu, PSN lebih memilih membangun nilai layanan yang berkelanjutan.

Adi bahkan menyebut perang harga dengan orang terkaya di dunia bukan pilihan yang realistis. Pernyataan itu menggambarkan tantangan yang dihadapi PSN di tengah kompetisi global. Starlink, kata dia, bisa memanfaatkan keuntungan dari pasar maju untuk memperluas penetrasi ke negara lain. Strategi tersebut membuat pesaing lokal harus lebih cermat menentukan posisi bisnis.

Nusantara Lima Jadi Andalan

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit ini menjadi tonggak penting bagi PSN dalam memperkuat layanan komunikasi satelit. Perusahaan berharap kapasitas jumbo itu mampu menjawab kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Satelit Nusantara Lima juga telah mengantongi izin Jartupsat dan VSAT dari Komdigi. Izin tersebut membuka ruang operasional yang lebih luas untuk layanan berbasis satelit. Dengan legalitas yang lengkap, PSN dapat mempercepat pemanfaatan kapasitas jaringan. Hal ini sekaligus memperjelas posisi perusahaan di industri telekomunikasi satelit nasional.

Melalui Nusantara Lima, PSN ingin menunjukkan bahwa industri satelit Indonesia mampu bersaing dengan pemain global. Kombinasi teknologi lokal, izin resmi, dan kapasitas besar menjadi modal utama perusahaan. Di tengah dominasi Starlink, PSN memilih menonjolkan kemandirian dan ketahanan layanan. Strategi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam peta konektivitas satelit regional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!