Psikolog Ungkap Self-Care Bisa Tanpa Biaya dan Tetap Efektif

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 03:53 WIB 2
Psikolog Ungkap Self-Care Bisa Tanpa Biaya dan Tetap Efektif

Self-care kerap dipahami sebagai liburan mahal, staycation, atau belanja untuk mencari ketenangan. Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat dan bisa membuat banyak orang merasa terbebani. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi, menjelaskan bahwa self-care justru dapat dilakukan dengan cara sederhana tanpa mengeluarkan uang.

Penjelasan itu disampaikan dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini. Menurut Annisa, istirahat, me-time, hingga memberi jeda dari rutinitas sudah termasuk bentuk perawatan diri. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak lagi menganggap self-care sebagai sesuatu yang harus mahal.

Self-Care Tanpa Biaya

Annisa menilai masih banyak orang yang mengira self-care harus selalu identik dengan pengeluaran. Mitos tersebut membuat sebagian orang justru menunda kebutuhan dasar untuk memulihkan diri. Padahal, self-care dapat dilakukan melalui tindakan yang sangat sederhana.

Ia menekankan bahwa istirahat saja sudah merupakan bentuk self-care. Saat tubuh dan pikiran lelah, memberi ruang untuk berhenti sejenak menjadi langkah yang sehat. Karena itu, seseorang tidak perlu merasa bersalah ketika memilih untuk diam dan beristirahat.

Pandangan ini penting di tengah budaya yang sering memaksa orang tetap produktif tanpa henti. Dalam kondisi tertentu, jeda justru membantu seseorang kembali fokus dan lebih stabil. Self-care bukan soal kemewahan, melainkan soal kebutuhan dasar yang sering diabaikan.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat bisa lebih bijak menilai cara merawat diri. Self-care tidak harus disamakan dengan pengeluaran besar atau aktivitas yang rumit. Yang terpenting adalah manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental.

Istirahat Sebagai Self-Care

Annisa menjelaskan bahwa rebahan atau beristirahat bukanlah tanda malas. Dalam banyak situasi, tubuh memang membutuhkan waktu untuk pulih setelah menjalani aktivitas padat. Istirahat yang cukup dapat membantu energi kembali terisi.

Ia menyebutkan bahwa me-time juga termasuk bagian dari self-care. Saat seseorang memberi waktu untuk dirinya sendiri, pikiran memiliki kesempatan untuk tenang. Kondisi ini membantu tubuh tidak terus-menerus berada dalam tekanan.

Meski demikian, istirahat tetap perlu dilakukan secara seimbang. Jika kebiasaan rebahan dilakukan berlebihan, hal itu justru bisa mengganggu rutinitas harian. Karena itu, self-care perlu disesuaikan dengan kebutuhan, bukan dijadikan alasan untuk pasif terus-menerus.

Prinsip keseimbangan menjadi kunci agar self-care tetap memberi dampak positif. Waktu jeda yang cukup dapat mendukung pemulihan, tanpa menghilangkan produktivitas. Dengan cara ini, istirahat menjadi bagian dari perawatan diri yang sehat.

Makna Self-Care Sebenarnya

Menurut Annisa, self-care adalah upaya untuk mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras. Ia menggambarkan kondisi manusia seperti baterai yang perlu diisi ulang setelah dipakai terus-menerus. Analogi ini memudahkan masyarakat memahami fungsi self-care dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika aktivitas padat membuat seseorang merasa kosong dan lelah, self-care membantu memulihkan tenaga. Proses ini memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Setelah itu, seseorang dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih siap.

Ia menegaskan bahwa self-care bukan sekadar memanjakan diri dengan gaya hidup mewah. Lebih dari itu, self-care merupakan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan hidup. Tanpa pemulihan yang cukup, seseorang akan lebih mudah kelelahan secara fisik maupun emosional.

Karena itu, memahami self-care secara benar menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Setiap orang bisa menyesuaikan bentuk perawatan diri sesuai kondisi masing-masing. Yang utama adalah memastikan tubuh dan pikiran tetap mendapat asupan energi yang cukup.

Self-Care Di Rumah

Annisa juga menyoroti stigma bahwa self-care harus dilakukan melalui traveling atau aktivitas di luar rumah. Padahal, banyak pilihan sederhana yang bisa dilakukan tanpa perlu pergi jauh. Rumah justru bisa menjadi tempat paling aman untuk memulai perawatan diri.

Salah satu contohnya adalah beristirahat cukup di akhir pekan. Seseorang juga bisa membatasi penggunaan ponsel atau menunda urusan pekerjaan untuk sementara waktu. Langkah kecil seperti ini dapat membantu menurunkan beban pikiran.

Selain itu, menolak ajakan ketika memang membutuhkan waktu sendiri juga merupakan bentuk self-care. Keputusan tersebut bukan berarti menutup diri, melainkan menghormati kebutuhan pribadi. Dengan begitu, seseorang bisa menjaga batas yang sehat dalam kesehariannya.

Annisa menambahkan bahwa self-care memiliki banyak bentuk, mulai dari spiritual hingga emosional. Aktivitas seperti beribadah, meditasi, olahraga ringan, journaling, membaca buku, atau belajar hal baru dapat menjadi pilihan. Semua itu dapat membantu seseorang kembali merasa utuh dan bertenaga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!