Protes Meletus Jelang Met Gala 2026 di New York

Lifestyle Nadia Safira Putri 22 Mei 2026 08:37 WIB 7
Protes Meletus Jelang Met Gala 2026 di New York

Gelombang kritik terhadap Met Gala kembali mencuat menjelang penyelenggaraan ajang mode bergengsi itu di New York, Amerika Serikat. Seruan boikot menguat setelah terungkap bahwa perhelatan tersebut didukung oleh Jeff Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez Bezos. Sejumlah aktivis pun memasang poster protes di sekitar Metropolitan Museum of Art, lokasi acara yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026.

Poster-poster itu memuat pesan bernada tajam, termasuk ajakan boikot dan sindiran terhadap peran Bezos dalam mendanai acara tersebut. Kritik juga diarahkan pada dugaan upaya membangun pengaruh di dunia mode melalui dukungan finansial besar. Isu ini membuat Met Gala 2026 kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena kontroversi di balik pendanaannya.

Boikot Met Gala Menguat

Aktivis gerilya dilaporkan menempatkan poster di berbagai titik dekat The Met, New York City. Aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian publik terhadap keterlibatan Bezos dalam pendanaan Met Gala. Pesan yang dibawa menegaskan penolakan terhadap perhelatan mode tersebut.

Salah satu poster bertuliskan, Bezos Met Gala: Brought to you by the firm that powers ICE. Poster lain menyerukan, Boycott the Bezos Met Gala, sebagai ajakan terbuka kepada publik. Bahasa yang digunakan sengaja dibuat provokatif agar pesan boikot lebih mudah tersebar.

Lokasi pemasangan poster berada di area strategis menjelang acara besar itu digelar. Kehadiran spanduk protes tersebut memicu percakapan di ruang publik dan media sosial. Banyak pihak menilai aksi itu berhasil mengubah perhatian dari sekadar mode menjadi isu politik dan sosial.

Met Gala memang kerap menjadi panggung prestise dan kemewahan, tetapi kali ini sorotan tertuju pada sumber dananya. Kritik terhadap sponsor membuat penyelenggaraan acara berada di bawah pengawasan publik yang lebih ketat. Situasi ini menunjukkan bahwa acara mode besar tidak lepas dari penilaian etis masyarakat.

Sponsor Utama Jadi Sorotan

Pada November lalu, pihak museum mengumumkan bahwa Met Gala tahun ini dimungkinkan berkat dukungan Bezos dan Sánchez Bezos. Keduanya disebut sebagai sponsor utama bersama beberapa donatur lain. Pengumuman itu langsung memunculkan perhatian luas di kalangan pengamat mode dan aktivis.

Selain pasangan Bezos, dukungan juga datang dari Condé Nast, perusahaan induk Vogue. Rumah mode Saint Laurent turut tercatat sebagai pendukung acara. Kombinasi sponsor itu memperkuat posisi Met Gala sebagai ajang dengan daya dukung finansial yang sangat besar.

PageSix melaporkan bahwa Bezos menyumbang sekitar US$ 10 juta atau hampir Rp 175 miliar untuk Costume Institute. Dana tersebut dialokasikan bagi divisi pameran mode di The Met. Besarnya angka sumbangan itu menambah perdebatan tentang pengaruh donor dalam dunia seni dan fashion.

Bagi sebagian pihak, dukungan dana besar dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan acara dan institusi budaya. Namun, bagi pengkritik, besarnya sumbangan justru menimbulkan pertanyaan tentang batas pengaruh sponsor. Perdebatan ini membuat nama Bezos semakin melekat pada kontroversi Met Gala 2026.

Kritik Terkait Pengaruh Bezos

Keterlibatan Bezos memicu anggapan bahwa ia tengah berupaya membeli pengaruh di ajang mode prestisius itu. Kritik tersebut muncul karena posisinya sebagai tokoh teknologi sekaligus salah satu orang terkaya di dunia. Dalam pandangan para penentang, hubungan dana besar dan citra eksklusif Met Gala sulit dipisahkan.

Poster protes juga menyinggung isu ketenagakerjaan dan kebijakan imigrasi di Amerika Serikat. Salah satu ilustrasi menampilkan tabung gas air mata di karpet merah sebagai simbol penolakan. Gambar itu merujuk pada tudingan terhadap Amazon terkait pekerja gudang asing yang kehilangan izin kerja di tengah kebijakan deportasi era Donald Trump.

Simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa kritik tidak hanya menyoal sponsor, tetapi juga reputasi bisnis Bezos. Aktivis berupaya mengaitkan kemewahan Met Gala dengan persoalan yang dianggap lebih luas. Cara itu membuat pesan mereka lebih politis dan relevan dengan isu publik saat ini.

Di sisi lain, Met Gala tetap dipandang sebagai salah satu panggung mode paling berpengaruh di dunia. Karena itu, setiap kontroversi yang menyertainya selalu mendapat perhatian besar. Tahun ini, perdebatan seputar sponsor tampaknya akan menjadi bagian dari narasi utama acara tersebut.

Persiapan The Met Berlanjut

Meski diterpa protes, persiapan di depan Metropolitan Museum of Art tetap berjalan menjelang malam puncak. Area sekitar museum mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk menyambut tamu undangan. Pengamanan dan penataan lokasi menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan.

Met Gala 2026 dijadwalkan digelar pada Senin, 4 Mei 2026, di New York City. Acara ini secara rutin menghadirkan figur penting dari dunia mode, hiburan, dan budaya. Dengan latar kontroversi sponsor, penyelenggaraan tahun ini diperkirakan menyedot perhatian lebih besar dari biasanya.

Publik kini menyoroti bukan hanya busana yang akan dikenakan para tamu, tetapi juga isu di balik pendanaan acara. Keterlibatan Bezos membuat Met Gala kembali masuk dalam perdebatan tentang kekayaan, pengaruh, dan citra publik. Kondisi itu memperlihatkan bahwa fashion dapat berubah menjadi arena kritik sosial yang sangat terbuka.

Seiring mendekatnya hari penyelenggaraan, berbagai respons masih terus bermunculan dari aktivis, pengamat, dan warganet. Met Gala 2026 pun berpotensi menjadi salah satu edisi paling banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Sorotan terhadap acara ini dipastikan tidak hanya datang dari panggung mode, tetapi juga dari ruang-ruang protes di sekitarnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!