Pria Malaysia Jahit 30 Busana Lebaran Neon untuk Keluarga

Lifestyle Anindya Kirana Putri 13 Mei 2026 20:43 WIB 9
Pria Malaysia Jahit 30 Busana Lebaran Neon untuk Keluarga

Seorang pria asal Malaysia memamerkan dedikasinya menjahit busana Lebaran untuk seluruh anggota keluarganya. Aksi tersebut menonjol karena ia membuat busana khusus untuk momen Lebaran yang kemudian dipakai keluarga saat ziarah ke pemakaman. Tindakan kreatif ini menyoroti bagaimana keterampilan tangan bisa menjadi bentuk kasih sayang keluarga.

Melalui akun TikTok @prince.syed.shahid, ia membagikan momen ketika keluarga itu mengenakan busana seragam berwarna hijau neon saat ziarah ke pemakaman. Busana itu dirancang untuk dikenakan setiap hari selama bulan Syawal, dengan total 30 pasang busana yang dijahit tangan. Pengalaman pribadi tersebut membuat netizen tertarik pada kisah di balik kreativitasnya.

Kisah Jahit Keluarga

Keluarga ini menggunakan busana Melayu modern berwarna hijau neon dengan detail payet mewah. Desainnya konsisten sehingga terlihat seragam di antara ayah, ibu, dan dua anak. Semua busana merupakan hasil karya tangan sang ayah sejak proses perancangan hingga tahap jahit.

Setiap setelan menampilkan nuansa hijau neon yang sama, dengan payet dan aksesori yang senada. Detail payet menambah kesan mewah tanpa meninggalkan unsur kenyamanan. Karya ini menggambarkan dedikasi tinggi dalam menjahit untuk kebutuhan keluarga Lebaran.

Pria itu saat ini fokus pada kebutuhan keluarga dan mengasah keterampilannya. Ia menjahit secara bertahap agar kualitas tetap terjaga. Hasil kerjanya menjadi contoh bagaimana kreativitas pribadi bisa menjadi bentuk kasih sayang keluarga.

Penampilan di pemakaman

Penampilan keluarga dianggap kontras karena warna neon mencolok di tengah suasana khusyuk di makam. Warna hijau neon menonjol di tengah lanskap ziarah, menarik perhatian publik. Para pengunjung memuji harmoni antara gaya tradisional dan inovasi warna.

Ayah, ibu, dan anak-anak berbaris rapi mengenakan busana melayu modern dengan detail payet. Setiap anggota keluarga tampil serasi, memperlihatkan keseriusan momen Lebaran meskipun berada di lokasi pemakaman. Gaun dan kemeja dirancang untuk kebersamaan, bukan sekadar penampilan.

Video dan foto dari momen tersebut membanjiri media sosial, memancing banyak komentar. Netizen menyoroti keberanian memilih warna mencolok dan keunikan desain. Viralnya unggahan ini menunjukkan bagaimana konten perayaan bisa menyampaikan pesan kasih sayang keluarga secara kuat.

Respon publik netizen

Unggahan mengenai busana Lebaran neon ini memicu percakapan luas di platform media sosial. Banyak pengguna menilai inisiatif jahit tangan tersebut sebagai bentuk kreativitas positif. Ketertarikan publik juga didorong oleh nuansa warna yang tak lazim untuk momen ziarah.

Para pengikut akun TikTok dan media sosial lain memuji kerja keras sang ayah dan upayanya menginspirasi keluarga lain. Mereka menyoroti nilai-nilai kerja keras, kemandirian, dan kepedulian terhadap keluarga. Beberapa komentar menyebut aksi itu sebagai contoh perayaan Lebaran yang personal dan penuh arti.

Ketika video menjadi viral, cerita ini memicu diskusi tentang budaya menghias Lebaran dengan karya tangan. Masyarakat menikmati konten yang menampilkan keunikan gaya tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisi. Secara keseluruhan, kisah ini menegaskan bahwa kreativitas bisa memperkaya makna Lebaran bagi banyak keluarga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!