Prabowo Singgung Sejarah Ekonomi di Paparan RAPBN 2027

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 06:24 WIB 7
Prabowo Singgung Sejarah Ekonomi di Paparan RAPBN 2027

Presiden Prabowo Subianto menyinggung pelajaran sejarah saat menyampaikan Pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro serta Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026. Ia menekankan bahwa para pemimpin di nusantara harus bersatu agar kekayaan Indonesia tidak kembali dikuasai pihak luar.

Dalam pidato itu, Prabowo mengajak publik memahami sejarah ekonomi dunia, termasuk posisi Belanda yang pernah memiliki produk domestik bruto per kapita tinggi selama berabad-abad. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ajakan membenci negara lain, melainkan peringatan agar Indonesia tidak mengulangi masa kelam.

Seruan Persatuan

Prabowo menilai persatuan para pemimpin menjadi kunci untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional. Ia mengingatkan bahwa kelemahan politik pada masa lalu membuka jalan bagi kekuatan luar untuk menguasai sumber daya di nusantara.

Menurut dia, sejarah telah menunjukkan bahwa perpecahan di dalam negeri memberi ruang bagi campur tangan pihak asing. Karena itu, ia meminta para pemimpin saat ini lebih waspada terhadap ancaman serupa dalam bentuk yang berbeda.

Prabowo menegaskan, pesannya bukan untuk menumbuhkan kebencian terhadap bangsa lain. Sebaliknya, ia ingin seluruh elemen bangsa belajar dari sejarah agar kekayaan Indonesia tetap berada di tangan sendiri.

Pelajaran Dari Sejarah

Dalam paparannya, Prabowo menyebut Belanda sebagai contoh negara kecil yang pernah memiliki kekuatan ekonomi besar. Ia mengaitkan capaian itu dengan penguasaan mereka atas wilayah yang kini menjadi Republik Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1500, Belanda menempati posisi ketiga dunia berdasarkan PDB per kapita dengan nilai US$2.332. Pada tahun 1600, posisi itu naik menjadi pertama dengan PDB per kapita US$4.270 dan bertahan dua tahun setelahnya.

Prabowo juga menyinggung bahwa pada 1700 dan 1800, PDB per kapita Belanda masih berada di level tinggi, masing-masing US$3.377 dan US$4.184. Menurut dia, fakta tersebut patut dibaca sebagai bagian dari sejarah penguasaan sumber daya nusantara.

Data Ekonomi Global

Prabowo menekankan bahwa data sejarah ekonomi perlu dipahami secara utuh agar tidak berhenti pada narasi semata. Ia menyebut perkembangan ekonomi suatu negara sering kali berkaitan dengan akses terhadap wilayah, sumber daya, dan jalur perdagangan.

Dalam penjelasannya, Belanda disebut pernah menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia selama periode yang panjang. Namun, pada 2025, negara itu sudah tidak lagi berada di jajaran teratas dalam daftar global tersebut.

Paparan itu digunakan Prabowo untuk menunjukkan bahwa dominasi ekonomi dapat berubah seiring waktu. Ia pun menilai Indonesia harus mengambil pelajaran agar tidak kehilangan peluang untuk memperkuat kemandirian nasional.

Implikasi Kebijakan

Pidato tersebut disampaikan dalam forum yang menjadi dasar pembahasan arah kebijakan fiskal RAPBN 2027. Karena itu, pesan tentang persatuan dan kedaulatan ekonomi memiliki relevansi langsung dengan agenda pembangunan nasional.

Prabowo ingin agar kebijakan negara tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada kemampuan menjaga aset strategis bangsa. Ia menilai kekuatan fiskal harus sejalan dengan kekuatan politik dan solidaritas nasional.

Ia juga mengisyaratkan bahwa pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara hati-hati agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Dengan demikian, Indonesia dapat tumbuh tanpa mengulang ketergantungan yang pernah terjadi pada masa lalu.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!