Prabowo Dorong Peran Swasta Lebih Besar untuk Ekonomi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 21 Mei 2026 18:44 WIB 7
Prabowo Dorong Peran Swasta Lebih Besar untuk Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran swasta perlu diperbesar agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih cepat dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam Pidato Penyampaian KEM-PPKF APBN 2027 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Prabowo menilai dunia usaha nasional telah menunjukkan prestasi yang layak diapresiasi, termasuk di tingkat internasional. Ia juga menekankan bahwa penguatan swasta harus dilakukan dengan cara yang benar dan terukur.

Dalam pidatonya, Prabowo mencontohkan keberhasilan sejumlah perusahaan Indonesia yang telah menembus pasar global. Ia menyebut produk Indofood, khususnya mi instan Indomie, telah dikenal luas di berbagai negara. Menurut dia, saat berkunjung ke Eropa, banyak pihak justru mencari produk tersebut. Presiden juga menyinggung bahwa di sejumlah negara Afrika, produk itu bahkan dianggap sebagai bagian dari keseharian mereka.

Swasta dan Pertumbuhan

Prabowo menilai ekonomi nasional akan lebih kuat jika sektor swasta diberi ruang yang lebih besar. Ia mengatakan, peran tersebut harus dibangun secara tepat agar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, swasta yang tumbuh sehat dapat menjadi mesin pencipta lapangan kerja. Karena itu, pemerintah perlu menjaga agar iklim usaha tetap kompetitif dan kondusif.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan sektor swasta tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak perusahaan Indonesia, kata dia, mampu bersaing di pasar internasional dengan kualitas yang tidak kalah dari merek global. Pengakuan terhadap prestasi itu penting agar pelaku usaha semakin percaya diri. Dengan demikian, kontribusi mereka terhadap perekonomian bisa terus meningkat.

Presiden menekankan bahwa dorongan kepada swasta bukan berarti membuka ruang tanpa kendali. Menurut dia, pembesaran peran swasta harus disertai tata kelola yang baik dan manfaat yang jelas bagi publik. Ia menggunakan frasa besar tapi benar untuk menggambarkan arah kebijakan yang diinginkan. Prinsip itu, menurutnya, perlu menjadi pedoman dalam membangun ekonomi nasional.

Indofood Diakui Dunia

Nama Indofood menjadi salah satu contoh utama yang disebut Prabowo dalam pidatonya. Ia mengatakan produk perusahaan tersebut sudah dipasarkan ke berbagai belahan dunia. Di Eropa, banyak warga disebut mengenal dan mencari Indomie ketika berkunjung atau tinggal di sana. Hal itu, menurut dia, menunjukkan kekuatan merek Indonesia di pasar internasional.

Prabowo bahkan menyampaikan pengalaman pribadinya saat berkunjung ke sejumlah negara. Ia mengaku kerap menemukan pertanyaan dari masyarakat luar negeri soal mi instan asal Indonesia itu. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa produk nasional mampu menembus preferensi konsumen global. Keberhasilan ini dinilai penting sebagai modal untuk memperkuat citra industri dalam negeri.

Selain menjadi kebanggaan, pencapaian Indofood juga disebut membawa pesan strategis bagi dunia usaha nasional. Prabowo menilai perusahaan Indonesia harus terus berani berekspansi ke pasar internasional. Dengan inovasi dan konsistensi kualitas, produk lokal dapat bersaing dengan merek multinasional. Ia menilai momentum ini perlu dijaga agar lebih banyak merek Indonesia mendunia.

Mayora Menembus Pasar

Selain Indofood, Prabowo juga menyoroti keberhasilan Mayora dalam memperluas pasar internasional. Ia menyebut produk Kopiko telah dipasarkan ke lebih dari 100 negara di dunia. Bagi Prabowo, capaian itu membuktikan bahwa produk Indonesia bisa diterima lintas budaya dan wilayah. Keberhasilan tersebut dianggap sebagai contoh konkret kekuatan industri nasional.

Dalam penjelasannya, Prabowo mengatakan dirinya kerap memperkenalkan produk itu saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia menyampaikan hal tersebut dengan nada santai, namun tetap menekankan arti penting promosi produk dalam negeri. Menurut dia, dukungan pada merek nasional dapat datang dari berbagai cara, termasuk diplomasi informal. Langkah seperti itu dinilai membantu memperluas pengenalan produk Indonesia di pasar global.

Prabowo menilai keberhasilan Mayora juga menunjukkan pentingnya strategi pemasaran yang kuat dan konsisten. Perusahaan yang mampu membangun merek dengan baik akan lebih mudah menembus pasar internasional. Ia mencontohkan bagaimana Kopiko berhasil dikenal luas melalui penguatan identitas produk. Menurut dia, pengalaman itu layak dijadikan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

Arah Kebijakan Baru

Pernyataan Prabowo menegaskan bahwa pemerintah melihat sektor swasta sebagai mitra penting dalam penguatan ekonomi nasional. Ia ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada peran negara, tetapi juga didorong oleh pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang baik, pertumbuhan dinilai bisa berlangsung lebih cepat dan lebih merata. Arah kebijakan ini sekaligus memberi sinyal penting bagi dunia usaha.

Penekanan pada prestasi perusahaan nasional juga memberi pesan bahwa Indonesia memiliki modal daya saing yang besar. Prabowo menilai pengakuan terhadap keberhasilan itu penting untuk membangun optimisme. Ia percaya perusahaan yang telah mendunia dapat menjadi lokomotif bagi sektor lain. Dari sana, rantai nilai ekonomi nasional diharapkan ikut menguat.

Pidato tersebut menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan iklim usaha dan peningkatan kontribusi swasta. Dengan tata kelola yang baik, perusahaan nasional diyakini bisa tumbuh lebih besar dan lebih sehat. Prabowo menegaskan kembali bahwa pertumbuhan besar harus diiringi kejujuran, disiplin, dan manfaat bagi rakyat. Dalam pandangannya, itulah jalan untuk membawa ekonomi Indonesia naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!