Prabowo Ancam Koruptor dengan Teknologi Canggih

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 06:50 WIB 7
Prabowo Ancam Koruptor dengan Teknologi Canggih

Presiden Prabowo Subianto memperingatkan pejabat yang masih berniat korupsi bahwa era teknologi membuat praktik tersebut semakin mudah dilacak. Peringatan itu disampaikan dalam sidang paripurna di DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026, saat ia menegaskan bahwa berbagai alat pengawasan modern kini dapat digunakan untuk membongkar penyembunyian kekayaan.

Prabowo mengatakan, teknologi radar, satelit, hingga perangkat pemetaan dapat membantu negara mengendus bunker, lahan ilegal, dan kepemilikan aset yang mencurigakan. Ia menegaskan tidak akan segan memakai teknologi paling canggih untuk memastikan tidak ada pihak yang bisa menyamarkan kekayaan hasil penyimpangan.

Ancaman bagi Koruptor

Prabowo menyampaikan kekecewaannya jika masih ada pejabat yang mencoba korupsi di tengah kemajuan teknologi. Menurut dia, praktik tersebut kini jauh lebih mudah terdeteksi dibandingkan pada masa lalu. Ia menegaskan bahwa negara memiliki alat yang mampu melihat hingga ke bawah tanah.

Ia menyebut teknologi pertahanan yang biasa dipakai untuk mencari gudang senjata tersembunyi kini dapat diarahkan untuk melacak bunker-bunker mencurigakan. Alat yang sama juga dinilai mampu membantu mendeteksi ranjau darat dan objek tersembunyi lainnya. Karena itu, ia meminta pihak yang berniat menyembunyikan aset agar tidak meremehkan kemampuan pengawasan negara.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa siapa pun yang memiliki bunker atau tempat penyimpanan tersembunyi pada akhirnya akan terungkap. Ia mengatakan semua bentuk penyamaran kekayaan dapat dibongkar dengan bantuan teknologi modern. Pernyataan itu disampaikan dengan nada tegas di hadapan para anggota dewan.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah akan memakai perangkat paling canggih yang tersedia untuk memburu praktik penyembunyian kekayaan. Menurut dia, teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen penting untuk menutup ruang korupsi. Dengan pendekatan itu, ia ingin memberi sinyal bahwa era manipulasi aset semakin sempit.

Radar dan Satelit

Prabowo menjelaskan bahwa radar dan satelit kini dapat dimanfaatkan untuk memantau objek yang sulit dijangkau secara fisik. Ia menyebut negara tidak selalu harus melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi. Cukup dengan pemotretan dari udara, banyak hal dapat diketahui lebih cepat.

Menurut Prabowo, kemampuan satelit membuat pengawasan terhadap lahan dan perkebunan ilegal menjadi lebih efektif. Ia bahkan menyebut setiap pohon dapat dipantau melalui citra yang tersedia. Dengan begitu, upaya menyembunyikan aktivitas mencurigakan akan semakin sulit dilakukan.

Ia menegaskan bahwa teknologi pengawasan modern dapat memperkecil ruang bagi pihak yang ingin menipu negara. Jika dulu pemeriksaan fisik memakan waktu, kini analisis visual dapat dilakukan lebih cepat dan rinci. Prabowo menilai hal itu akan membantu aparat menindak pelanggaran dengan lebih akurat.

Dalam pandangannya, penggunaan satelit juga membuat pengawasan menjadi lebih objektif. Data visual dapat menjadi dasar untuk membandingkan laporan dengan kondisi lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menyadari bahwa transparansi kini jauh lebih mudah ditegakkan.

Sorotan Aset Ilegal

Prabowo turut mengingatkan adanya pihak-pihak yang menyembunyikan kekayaan melalui kepemilikan lahan atau perkebunan ilegal yang sangat luas. Ia menilai pola seperti itu kerap dipakai untuk menutupi aset yang sebenarnya tidak wajar. Negara, kata dia, tidak boleh membiarkan praktik tersebut berlangsung tanpa pengawasan.

Ia menyebut kawasan dengan lahan luas yang tampak tidak bermasalah belum tentu bersih dari penyimpangan. Dengan bantuan teknologi, pemeriksaan tidak lagi bergantung pada pengamatan kasatmata semata. Setiap pola kepemilikan dapat ditelusuri lebih detail melalui data dan citra yang tersedia.

Menurut Prabowo, siapa pun yang mencoba memanipulasi kepemilikan aset pada akhirnya akan terdeteksi. Ia menegaskan bahwa rekayasa administrasi tidak cukup kuat untuk menandingi kemampuan teknologi modern. Oleh karena itu, ia meminta agar praktik semacam itu segera dihentikan.

Ia juga memberi pesan langsung kepada para pemilik lahan luas yang mungkin merasa aman dari pemeriksaan. Prabowo menilai keyakinan seperti itu keliru karena pengawasan digital kini semakin maju. Dengan sistem yang ada, penipuan dapat dilacak tanpa harus menunggu laporan manual.

Laporan ke Aparat

Prabowo tidak menampik bahwa pelaku penipuan dan koruptor di lapangan kerap berjalan mulus karena memiliki pelindung. Ia menyebut backing semacam itu sering berasal dari oknum aparat penegak hukum berseragam. Menurut dia, kondisi tersebut harus dihentikan agar penegakan hukum tidak timpang.

Ia meminta masyarakat berani melapor jika menemukan aparat yang bertindak tidak benar. Prabowo bahkan mendorong warga untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti. Langkah itu, menurut dia, dapat membantu proses pengawasan dan penindakan berjalan lebih cepat.

Dalam pernyataannya, ia menyinggung bahwa oknum pelindung itu bisa berasal dari berbagai instansi berseragam. Prabowo menilai praktik backing membuat penindakan terhadap pelaku kejahatan menjadi tidak optimal. Karena itu, ia menekankan pentingnya keberanian publik untuk membuka bukti di lapangan.

Ia menutup peringatan dengan ajakan agar masyarakat ikut mengawasi perilaku aparat. Menurut dia, teknologi perekaman di tangan warga dapat menjadi alat kontrol yang efektif. Dengan kolaborasi publik dan negara, ruang bagi korupsi dan penipuan diharapkan semakin menyempit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!