Jerawat tidak selalu muncul karena skincare yang kurang tepat atau kebersihan wajah yang buruk. Sejumlah makanan sehari-hari juga diduga dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama pada orang yang sensitif terhadap makanan tertentu.
Produk tinggi gula, susu, hingga ultra processed food kerap disebut dapat membuat jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda. Pertanyaan apakah makanan favorit benar-benar menjadi penyebab jerawat pun kembali menjadi perhatian banyak orang.
Jerawat Dan Pola Makan
Jerawat memang tidak muncul hanya karena makanan. Kondisi ini juga dipengaruhi hormon, stres, genetik, dan kebiasaan merawat kulit.
Meski begitu, pola makan tetap disebut dapat memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang. Dampaknya tidak selalu sama, karena setiap tubuh memiliki respons yang berbeda terhadap makanan tertentu.
Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center mengatakan bahwa makanan tertentu memang dapat memicu breakout. Namun, efek tersebut tidak terjadi pada semua orang yang mengonsumsinya.
Menurutnya, satu jenis makanan bisa berdampak besar pada seseorang, tetapi tidak menimbulkan keluhan pada orang lain. Karena itu, hubungan antara jerawat dan makanan perlu dilihat secara individual.
Peradangan Dan Hormon
Secara ilmiah, makanan diduga berkaitan dengan jerawat melalui proses peradangan di dalam tubuh. Perubahan ini kemudian dapat memengaruhi kondisi kulit secara keseluruhan.
Selain itu, makanan tertentu juga dapat memicu perubahan hormon. Saat hormon berubah, produksi minyak di kulit bisa ikut meningkat.
Produksi minyak yang berlebih membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Dalam kondisi seperti ini, jerawat dapat muncul lebih sering atau terlihat lebih meradang.
Karena itu, pola makan semakin sering diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk jerawat. Walau demikian, makanan bukan penyebab utama yang berdiri sendiri.
Makanan Pemicu Jerawat
Beberapa makanan kerap dikaitkan dengan kemunculan jerawat pada sebagian orang. Kelompok yang paling sering disebut adalah makanan tinggi gula, produk susu, dan ultra processed food.
Makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang berdampak pada aktivitas hormon tertentu. Respons tubuh ini diduga berkontribusi terhadap meningkatnya produksi minyak pada kulit.
Produk susu juga sering masuk dalam daftar yang diwaspadai. Pada sebagian orang, konsumsi susu disebut dapat memperparah kondisi breakout yang sudah ada.
Sementara itu, ultra processed food umumnya mengandung kombinasi gula, garam, dan lemak yang tinggi. Pola konsumsi seperti ini dinilai kurang baik untuk kesehatan kulit bila dilakukan terlalu sering.
Langkah Mencegah Jerawat
Mengenali pemicu pribadi menjadi langkah penting dalam mengendalikan jerawat. Setiap orang dapat memiliki respons berbeda terhadap makanan yang sama.
Mencatat makanan yang dikonsumsi dan perubahan pada kulit dapat membantu menemukan pola. Cara ini dapat memudahkan evaluasi bila jerawat sering kambuh setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu.
Selain memperhatikan asupan, perawatan kulit yang konsisten tetap diperlukan. Kebiasaan membersihkan wajah dengan benar dan memilih produk yang sesuai dapat membantu menjaga kondisi kulit.
Jika jerawat terus muncul atau semakin parah, pemeriksaan ke dokter kulit menjadi pilihan yang tepat. Dengan penanganan yang sesuai, penyebab jerawat dapat ditelusuri lebih akurat dan terapi bisa diberikan secara lebih efektif.
