PT Pindad melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris berdasarkan Surat BP BUMN Nomor SR-262/BP/05/2026 tertanggal 26 Mei 2026. Penetapan itu diumumkan melalui akun Instagram resmi perusahaan pada Rabu, 27 Mei 2026, bersamaan dengan perubahan nomenklatur jabatan terkait fungsi manajemen risiko.
Dalam keputusan terbaru tersebut, Pindad memberhentikan secara terhormat Kemal Sudiro dari jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM. Perseroan kemudian menetapkan jajaran pengurus baru untuk memperkuat operasional dan mendukung target pertumbuhan perusahaan industri pertahanan itu.
Perubahan Direksi Pindad
Perubahan pengurus dilakukan sebagai bagian dari penataan organisasi internal Pindad. Langkah ini menyesuaikan struktur jabatan dengan kebutuhan perusahaan yang terus berkembang. Manajemen risiko kini ditempatkan dalam nomenklatur yang lebih spesifik agar fungsi pengawasan berjalan lebih terarah.
PT Pindad menyampaikan apresiasi kepada jajaran lama yang telah mengabdi dalam struktur perseroan. Ucapan itu disampaikan bersamaan dengan pengumuman pengurus baru. Perusahaan menegaskan harapan agar transisi kepemimpinan berjalan lancar tanpa mengganggu program yang sedang berjalan.
Dalam pengumuman tersebut, perusahaan menekankan bahwa perubahan ini berlaku efektif mulai Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan pejabat baru dilakukan setelah adanya surat keputusan dari BP BUMN. Kebijakan ini menjadi dasar legal bagi susunan kepengurusan terbaru perseroan.
Pindad juga menautkan perubahan ini dengan target perusahaan untuk tumbuh lebih mandiri. Penyesuaian struktur dipandang sebagai bagian dari penguatan tata kelola. Dengan susunan baru, perusahaan diharapkan lebih responsif menghadapi kebutuhan industri pertahanan nasional.
Komposisi Komisaris Pindad
Susunan komisaris Pindad kini diisi oleh lima nama dengan latar belakang yang beragam. Maruli Simanjuntak tetap menjabat sebagai Komisaris Utama. Ahmad Dofiri menduduki posisi Wakil Komisaris Utama.
Selain itu, terdapat dua komisaris independen, yakni Surawahadi dan Arlan Septia. Keduanya diharapkan memperkuat fungsi pengawasan yang objektif. Kehadiran komisaris independen juga penting untuk menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dani Rusli Utama ditetapkan sebagai Komisaris Pindad. Penunjukan ini melengkapi formasi pengawasan perseroan. Dengan komposisi tersebut, dewan komisaris memiliki struktur yang lengkap untuk mengawal kebijakan direksi.
Peran dewan komisaris menjadi penting karena Pindad merupakan perusahaan strategis milik negara. Pengawasan yang kuat dibutuhkan untuk memastikan keputusan bisnis tetap selaras dengan kepentingan nasional. Hal ini juga berkaitan erat dengan pengembangan industri pertahanan dalam negeri.
Jajaran Direksi Pindad
Di jajaran direksi, Sigit P. Santosa tetap dipercaya sebagai Direktur Utama. Heru Puryanto kemudian ditetapkan sebagai Wakil Direktur Utama. Penunjukan itu menunjukkan adanya penguatan pada level kepemimpinan operasional.
Tambok Parulian S. menjabat sebagai Direktur Keuangan dan SDM. Posisi ini menjadi krusial dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan membutuhkan koordinasi yang solid agar kinerja bisnis tetap terjaga.
Budhiarto tetap mengisi posisi Direktur Komersial. Sementara itu, Hera Rosmiati dipercaya sebagai Direktur Produksi. Keduanya memegang peranan besar dalam menjaga kelancaran aktivitas usaha dan kapasitas produksi perusahaan.
Prima Kharisma melengkapi susunan direksi sebagai Direktur Teknologi, Pengembangan, dan Manajemen Risiko. Posisi ini menunjukkan fokus Pindad pada inovasi dan mitigasi risiko usaha. Kombinasi fungsi tersebut diharapkan mendukung daya saing perusahaan di sektor pertahanan.
Arah Penguatan Pindad
Melalui susunan baru ini, Pindad tampak ingin memperkuat fondasi tata kelola perusahaan. Penataan jabatan mencerminkan upaya pembagian fungsi yang lebih jelas. Dengan demikian, setiap lini dapat bekerja lebih fokus sesuai mandatnya.
Perusahaan juga menegaskan harapan agar jajaran baru mampu membawa program strategis berjalan lebih efektif. Dukungan dari komisaris dan direksi menjadi faktor penting dalam eksekusi rencana bisnis. Pindad menempatkan kesinambungan program sebagai prioritas utama.
Di tengah tuntutan industri pertahanan yang semakin kompetitif, Pindad memerlukan kepemimpinan yang adaptif. Penguatan struktur organisasi dapat membantu perusahaan merespons kebutuhan pasar dan pemerintah. Hal ini sekaligus mendukung agenda kemandirian alutsista nasional.
Dengan formasi terbaru, Pindad diharapkan mampu menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Tata kelola yang lebih rapi juga dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Ke depan, perusahaan dituntut menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis, inovasi, dan misi strategis negara.
