PFpreneur 2026 Perkuat Wirausaha Perempuan

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 19:46 WIB 5
PFpreneur 2026 Perkuat Wirausaha Perempuan

Pertamina Foundation memulai kurasi daring Program PFpreneur 2026 pada Selasa, 21 April, sebagai tahap awal pembinaan bagi wirausaha perempuan yang lolos seleksi administrasi dari 8.196 pendaftar. Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi usaha peserta melalui pembekalan dasar, sebelum mereka melangkah ke tahapan pembinaan yang lebih lanjut.

Peserta pada tahap pra-kurasi akan mempelajari peran founder, karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Seluruh pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries, sehingga peserta dapat mengikuti materi video, pre-test, dan post-test secara fleksibel.

PFpreneur Perkuat Wirausaha Perempuan

Pra-kurasi menjadi pintu masuk pertama dari empat tahapan dalam program PFpreneur 2026. Tahapan tersebut terdiri atas pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final, yang disusun untuk menilai kesiapan peserta secara bertahap.

Model pembelajaran dibuat agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami praktik dasar usaha. Dengan sistem daring, peserta dapat menyesuaikan waktu belajar tanpa mengurangi kedalaman materi yang diberikan.

Kurikulum PFpreneur mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan. Selain itu, peserta juga dibekali strategi pemasaran, peningkatan kapasitas digital, dan penguatan penjualan.

Pendekatan ini disusun untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil yang kerap menghadapi tantangan di tahap awal. Melalui bekal tersebut, peserta diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat sebelum memasuki pembinaan lanjutan.

Fondasi Bisnis Sebelum Naik Kelas

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menegaskan bahwa program ini ditujukan untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan. Ia menyebut perempuan wirausaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional melalui usaha yang mereka bangun.

Menurut Fety, PFpreneur dirancang sebagai pembinaan dasar yang membantu womenpreneur naik kelas secara lebih terarah. Setelah itu, peserta dapat diarahkan ke program lanjutan di lingkungan Pertamina Grup, termasuk UMK Academy.

Program ini juga menjadi jembatan menuju berbagai inisiatif pengembangan usaha lain, seperti Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global. Dengan alur tersebut, peserta memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembinaan tidak berhenti pada pelatihan singkat. Pertamina ingin memastikan peserta memiliki fondasi usaha yang lebih matang sebelum menerima pendampingan lanjutan.

Jejak Pembinaan Sejak Dua Ribu Dua Puluh

PFpreneur pertama kali dijalankan pada 2020 dan sejak itu telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Sektor yang terlibat mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini memiliki jangkauan yang luas dan berkelanjutan. Bagi pelaku usaha perempuan, keberadaan program ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh yang lebih terstruktur.

Pertamina Foundation menilai pembinaan berkelanjutan penting untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Karena itu, PFpreneur tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada penguatan ekosistem usaha.

Melalui pembinaan yang konsisten, peserta diharapkan mampu mengembangkan usahanya secara lebih profesional. Langkah ini juga diharapkan memperbesar kontribusi UMKM perempuan terhadap ekonomi daerah dan nasional.

Kisah Peserta yang Naik Kelas

Sejumlah peserta PFpreneur menunjukkan perkembangan usaha setelah mengikuti program pembinaan. Rifera dari Sumatera Selatan, misalnya, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami.

Usaha yang awalnya berskala rumahan itu kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Rifera juga tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026, yang membuka peluang promosi lebih luas.

Kisah serupa datang dari Sofyani Mirah di Yogyakarta, yang memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy, mengikuti Trade Expo Indonesia, dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China serta Kanada.

Sofyani juga meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025, yang menjadi bukti bahwa pembinaan terarah dapat menghasilkan dampak nyata. Melalui kisah para peserta itu, PFpreneur menunjukkan bahwa penguatan kapasitas perempuan bisa berujung pada pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Ekosistem Kartini Wirausaha

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Menurut dia, program ini adalah ekosistem yang dirancang agar perempuan pelaku usaha dapat mandiri, menginspirasi, dan menghidupi orang lain.

Agus menyebut semangat itu sejalan dengan nilai Kartini dalam memberdayakan perempuan Indonesia. Karena itu, PFpreneur diposisikan sebagai ruang pembinaan yang membantu perempuan naik kelas melalui wirausaha.

Ia menegaskan bahwa Pertamina hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak keberdayaan perempuan. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan ingin memperluas dampak sosial dari program pembinaan UMKM.

Dengan kurasi daring, kurikulum yang terstruktur, dan jalur lanjutan yang jelas, PFpreneur 2026 diharapkan melahirkan lebih banyak pelaku usaha perempuan tangguh. Program ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!