PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 08:58 WIB 2
PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Pertamina Foundation memulai kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, dengan peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar. Tahap pra-kurasi ini menjadi pintu awal bagi para pelaku usaha perempuan untuk menerima pembekalan dasar sebelum melanjutkan ke jenjang pembinaan berikutnya. Program tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi wirausaha perempuan, mulai dari pemahaman peran founder hingga penentuan nilai produk. Melalui skema ini, Pertamina menargetkan lahirnya pelaku usaha yang lebih siap bersaing dan berkembang.

Peserta pra-kurasi akan mengikuti pembelajaran asinkron melalui platform e-learning PFseries. Materi yang disiapkan mencakup video pembelajaran, pre-test, dan post-test sebagai bagian dari evaluasi. Kurikulum yang diberikan meliputi mindset wirausaha, analisis pasar, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, serta peningkatan kapasitas digital. Seluruh rangkaian itu menjadi bekal awal sebelum peserta masuk ke proses kurasi berikutnya.

PFpreneur dan Pembinaan Wirausaha

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, menegaskan bahwa PFpreneur disiapkan khusus untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan. Ia menyebut wirausaha perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Menurutnya, program ini lahir dari kebutuhan pembinaan dasar yang lebih terarah. Karena itu, peserta disiapkan agar lebih siap naik kelas ke pembinaan UMKM tingkat lanjut.

Fety menjelaskan, PFpreneur merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menghadirkan ruang belajar yang relevan bagi womenpreneur. Program ini tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendorong pemahaman menyeluruh tentang usaha yang dijalankan. Peserta diajak memahami karakteristik pelanggan, nilai produk, dan strategi pengembangan bisnis. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu membangun usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Program ini juga disebut sebagai tahap awal sebelum peserta masuk ke program lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, dan UMK Go Global. Rangkaian pembinaan tersebut dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha di berbagai level perkembangan. PFpreneur menjadi pintu masuk agar peserta memiliki dasar yang sama sebelum melangkah lebih jauh. Dengan begitu, proses pembinaan dapat berlangsung lebih efektif dan terukur.

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang terlibat antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis. Jumlah itu menunjukkan konsistensi Pertamina dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha perempuan. Program ini juga memperlihatkan bahwa pembinaan UMKM dapat memberi dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Materi Dasar yang Diberikan

Pra-kurasi menjadi tahap pembuka dalam empat tahapan PFpreneur, yakni pra-kurasi, kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Pada fase awal ini, peserta menerima materi dasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan usaha. Fokus pembelajaran diarahkan pada penguatan mental, pemahaman pasar, dan kemampuan mengelola bisnis. Pendekatan tersebut disusun agar peserta memiliki pijakan yang solid sebelum masuk ke seleksi lanjutan.

Melalui PFseries, peserta mempelajari materi secara mandiri dan fleksibel sesuai waktu masing-masing. Sistem asinkron dipilih agar proses belajar tetap dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Video pembelajaran disertai tugas evaluasi untuk memastikan pemahaman materi. Model ini juga memudahkan peserta menyesuaikan ritme belajar dengan aktivitas usaha sehari-hari.

Kurikulum yang disusun mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, serta pengelolaan keuangan. Selain itu, peserta juga mendapat materi mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan strategi pemasaran. Aspek digital dan penjualan turut diperkuat karena menjadi kebutuhan utama pelaku usaha saat ini. Seluruh materi dirancang agar peserta tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh lebih cepat.

Dengan pembekalan tersebut, PFpreneur tidak berhenti pada pelatihan teknis semata. Program ini berupaya membangun pola pikir, disiplin usaha, dan kesiapan peserta menghadapi tantangan pasar. Keberhasilan pelaku usaha perempuan dinilai bergantung pada kualitas fondasi yang dibangun sejak awal. Karena itu, tahap pra-kurasi menjadi bagian penting dalam keseluruhan program.

Kisah Peserta PFpreneur

Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usahanya yang semula dijalankan secara rumahan kini berkembang menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Produk tersebut bahkan tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Perjalanan Rifera menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat membantu usaha lokal menjangkau pasar lebih luas.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program pembinaan, ia melanjutkan ke UMK Academy untuk memperdalam kapasitas bisnis. Sofyani juga mengikuti Trade Expo Indonesia dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada. Pencapaian itu kemudian mengantarkannya meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Kisah kedua peserta tersebut memperlihatkan bahwa PFpreneur dapat menjadi titik awal perubahan yang nyata. Dari usaha kecil di daerah, peserta memperoleh akses pembelajaran, jejaring, dan peluang pasar yang lebih luas. Dukungan berjenjang membuat mereka memiliki kesempatan untuk berkembang secara lebih terstruktur. Hal ini sekaligus mempertegas pentingnya program pembinaan bagi pelaku UMKM perempuan.

Prestasi para alumni juga menjadi bukti bahwa ekosistem pendampingan memberi dampak yang berkelanjutan. Ketika peserta berhasil naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Lapangan kerja, pendapatan keluarga, dan daya saing produk juga ikut terdorong. Dalam konteks ini, PFpreneur menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi perempuan yang relevan.

Komitmen Pertamina untuk Perempuan

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem yang dibangun agar perempuan dapat mandiri. Menurutnya, setiap peserta diharapkan mampu menginspirasi dan menghidupi orang lain lewat usaha yang dijalankan. Semangat itu disebut sejalan dengan nilai perjuangan Kartini.

Agus menegaskan, Pertamina ingin hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi. Lebih dari itu, perusahaan ingin menjadi energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia. Melalui PFpreneur, pelaku usaha dari berbagai daerah diberi kesempatan untuk berkembang secara setara. Komitmen ini menunjukkan bahwa pembinaan UMKM dapat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Program tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pembinaan, pendampingan, dan akses pasar. Tanpa dukungan yang konsisten, banyak pelaku usaha sulit melanjutkan pertumbuhan bisnisnya. PFpreneur mencoba menjawab kebutuhan itu melalui kurikulum yang terstruktur dan berjenjang. Dengan demikian, peserta memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas ke program lanjutan.

Ke depan, PFpreneur diharapkan terus menjadi wadah lahirnya wirausaha perempuan yang tangguh dan kompetitif. Jumlah peserta yang besar menunjukkan tingginya minat sekaligus kebutuhan akan pembinaan yang tepat sasaran. Jika ekosistem ini berjalan konsisten, kontribusinya dapat terasa pada ekonomi keluarga hingga perekonomian daerah. Pada titik itu, pemberdayaan perempuan tidak lagi menjadi slogan, melainkan gerakan ekonomi yang nyata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!