Pesulap Merah Ungkap Alasan Bahas Gunung Kawi

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 00:08 WIB 6
Pesulap Merah Ungkap Alasan Bahas Gunung Kawi

Nama Marcel Radhival atau Pesulap Merah kembali menjadi sorotan setelah videonya tentang Gunung Kawi viral di media sosial. Dalam video itu, muncul sejumlah nama selebritas yang disebut pernah datang ke lokasi yang kerap dikaitkan dengan pesugihan, termasuk Sarwendah. Marcel kemudian menjelaskan alasan dirinya membuat konten tersebut, yang berawal dari banyaknya permintaan warganet untuk membongkar praktik yang dipercaya sebagian orang berkaitan dengan pesugihan. Ia juga mengaku sempat berbicara langsung dengan seorang kuncen saat berkunjung ke lokasi itu.

Menurut Marcel, obrolannya dengan sang kuncen berlangsung terbuka tanpa penggunaan inisial saat menyebut nama-nama tertentu. Ia menyebut, setelah video diunggah, dirinya mencari tahu lebih jauh dan menemukan bahwa kuncen tersebut memang sudah lama menyebut nama yang sama dalam berbagai wawancara lain. Marcel menegaskan, kedatangannya ke Gunung Kawi murni karena rasa penasaran serta dorongan dari netizen. Ia juga ingin mengetahui tokoh publik yang pernah datang ke tempat tersebut.

Alasan Pesulap Merah Ke Gunung Kawi

Marcel Radhival mengaku tidak sengaja membawa topik Gunung Kawi ke ruang publik tanpa dasar yang jelas. Ia mengatakan, banyak warganet meminta dirinya menelusuri praktik yang selama ini dianggap berkaitan dengan pesugihan. Dorongan itu membuatnya datang langsung ke lokasi untuk mencari penjelasan dari pihak yang mengetahui situasi di sana. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjawab rasa penasaran publik.

Dalam kunjungan itu, Marcel menyempatkan diri berbincang dengan seorang kuncen yang menjaga kawasan tersebut. Ia menuturkan, sang kuncen berbicara secara lugas ketika dimintai keterangan mengenai nama-nama tertentu. Marcel menilai, jawaban yang diberikan tidak menggunakan inisial dan justru menyebutkan nama secara terbuka. Hal itu, menurutnya, membuat isi percakapan tersebut kemudian ramai dibicarakan setelah videonya tersebar.

Setelah konten itu diunggah, Marcel mengaku kembali menelusuri informasi yang pernah disampaikan kuncen tersebut. Ia menemukan bahwa nama-nama yang disebut ternyata juga muncul dalam sejumlah wawancara lama dengan narasumber yang sama. Temuan itu membuatnya semakin yakin bahwa pernyataan sang kuncen bukanlah hal baru. Marcel pun menilai, perhatian publik terhadap video tersebut muncul karena isi pembicaraan dinilai menarik dan sensitif.

Pandangan Soal Ritual

Marcel menegaskan bahwa dirinya tidak melihat semua aktivitas di Gunung Kawi sebagai praktik pemanggilan makhluk gaib. Ia menyebut, ritual yang dilakukan di sana lebih dekat dengan kepercayaan Kejawen. Pandangan itu ia sampaikan setelah mengamati penjelasan dari kuncen serta suasana di lokasi. Bagi Marcel, penting untuk membedakan antara keyakinan budaya dan anggapan yang berkembang di masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa istilah pesugihan kerap dilekatkan pada lokasi tersebut karena persepsi publik yang sudah terlanjur terbentuk. Namun, menurutnya, penyebutan itu tidak otomatis menggambarkan seluruh aktivitas yang berlangsung di sana. Marcel menilai, ada banyak orang yang datang dengan latar belakang dan tujuan berbeda. Karena itu, ia menganggap pembahasan mengenai Gunung Kawi perlu dilihat secara lebih jernih.

Meski demikian, Marcel tetap menyampaikan bahwa dirinya tidak membenarkan praktik yang bertentangan dengan keyakinannya sebagai seorang muslim. Ia menilai ajaran Islam memiliki cara tersendiri dalam memohon kelancaran rezeki. Di antaranya melalui sedekah, kurban, umrah, dan haji. Menurutnya, cara-cara tersebut jauh lebih sesuai dibandingkan praktik yang menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Penyebutan Nama Publik

Salah satu hal yang membuat video Marcel ramai diperbincangkan adalah munculnya nama-nama artis dalam obrolan dengan kuncen. Marcel mengatakan, dirinya memang sejak awal menanyakan siapa saja selebritas yang pernah datang ke Gunung Kawi. Pertanyaan itu, menurutnya, muncul karena rasa penasaran terhadap tokoh publik yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut. Ia menyebut, jawaban yang diterima datang secara langsung tanpa penyamaran nama.

Marcel menuturkan, ketika nama-nama itu disebut, ia tidak bermaksud mengarahkan publik pada kesimpulan tertentu. Ia hanya merekam percakapan yang dianggap menarik untuk dibagikan kepada penontonnya. Menurutnya, penyebutan nama selebritas dalam video itu merupakan bagian dari jawaban kuncen atas pertanyaan yang diajukan. Karena itu, ia menilai tanggung jawab atas isi jawaban tetap berada pada narasumber yang bersangkutan.

Selain artis, Marcel menyebut kuncen juga menyampaikan nama-nama politikus yang pernah datang ke lokasi tersebut. Ia mengatakan, penyebutan itu muncul saat pembicaraan mengarah pada momen-momen menjelang pemilihan umum. Marcel menilai, fakta tersebut menunjukkan bahwa Gunung Kawi memang kerap menjadi tempat yang menarik perhatian banyak kalangan. Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh identitas pihak-pihak yang disebut dalam percakapan itu.

Respons Atas Sorotan Publik

Viralnya video Gunung Kawi membuat nama Pesulap Merah kembali berada di tengah perbincangan publik. Konten yang ia unggah dinilai memantik rasa penasaran karena mengaitkan lokasi tersebut dengan sederet nama terkenal. Marcel sendiri tampak memilih menjawab sorotan itu dengan penjelasan terbuka mengenai latar belakang pembuatan konten. Ia ingin publik memahami bahwa video tersebut lahir dari proses wawancara, bukan rekayasa.

Di tengah ramainya respons warganet, Marcel berusaha menempatkan pembicaraan itu dalam konteks yang lebih luas. Ia menekankan bahwa dirinya hanya ingin mengetahui pandangan kuncen sekaligus menggali informasi yang selama ini beredar. Baginya, transparansi dalam menyampaikan hasil percakapan menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia juga berharap masyarakat dapat menyikapi informasi tersebut dengan lebih hati-hati.

Sampai saat ini, pernyataan Marcel masih terus dibahas di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet menyoroti keberaniannya mengungkap topik yang dianggap sensitif, sementara yang lain meminta publik tidak langsung menarik kesimpulan. Situasi itu menunjukkan bahwa isu yang berkaitan dengan Gunung Kawi masih memiliki daya tarik besar di ruang publik. Di tengah polemik tersebut, Marcel tetap menegaskan bahwa kontennya dibuat berdasarkan rasa penasaran dan hasil percakapan langsung di lapangan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!