Perut Begah Usai Makan Daging, Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 19:17 WIB 2
Perut Begah Usai Makan Daging, Ini Penjelasan Dokter

Sejumlah orang mengeluhkan perut terasa begah, kembung, hingga asam lambung naik setelah makan sate dan olahan daging saat Idul Adha. Kondisi ini kerap muncul ketika konsumsi daging meningkat, terutama jika porsi yang masuk ke tubuh terlalu banyak dalam satu waktu.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menjelaskan keluhan tersebut lebih berkaitan dengan jumlah konsumsi dan proses pencernaan daging yang lebih lama. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak makan daging secara berlebihan selama hari raya.

Daging dan rasa begah

Menurut dr Aru, rasa begah dan kembung setelah makan daging berkaitan dengan proses pencernaan yang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan makanan lain. Hal ini membuat lambung bekerja lebih berat saat memecah protein dari daging.

Ia menuturkan, hasil sejumlah penelitian menunjukkan daging memang lebih lama dicerna di lambung. Dalam beberapa kasus, proses pencernaannya dapat memakan waktu hingga sekitar lima jam.

Karena itu, sebagian orang merasa cepat kenyang, penuh, atau tidak nyaman di perut setelah menyantap daging dalam jumlah banyak. Keluhan tersebut bukan semata karena jenis makanannya, tetapi juga karena porsi yang berlebihan.

Kondisi begah biasanya semakin terasa bila daging dikonsumsi bersama makanan tinggi lemak atau santapan lain dalam jumlah besar. Kombinasi tersebut dapat memperlambat kerja saluran cerna dan memicu rasa tidak nyaman.

Risiko saat konsumsi berlebih

Dokter Aru menjelaskan, konsumsi daging yang berlebihan dapat memicu konstipasi pada sebagian orang. Hal ini terjadi karena proses pengolahan protein daging berlangsung lebih lama di dalam pencernaan.

Ketika usus bekerja lebih lambat, tubuh cenderung menahan sisa makanan lebih lama. Akibatnya, perut terasa penuh dan buang air besar menjadi tidak lancar.

Keluhan tersebut bisa lebih jelas pada orang yang kurang minum air putih atau jarang mengonsumsi serat. Dalam kondisi seperti ini, pencernaan semakin kesulitan mengimbangi asupan daging yang tinggi.

Ia mengingatkan bahwa makan daging dalam jumlah wajar tetap aman bagi banyak orang. Namun, kebiasaan menyantapnya secara berlebihan dapat memperbesar risiko gangguan pencernaan sementara.

Keluhan GERD saat makan daging

Tak sedikit orang mengaitkan makan daging dengan kambuhnya GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease. Menurut dr Aru, keluhan itu bisa muncul bila lambung bekerja terlalu berat setelah menerima porsi makanan yang besar.

Rasa penuh di lambung dapat mendorong asam naik ke kerongkongan, terutama pada orang yang memang memiliki riwayat gangguan lambung. Kondisi ini kemudian dirasakan sebagai nyeri ulu hati, dada panas, atau mual.

Meski begitu, daging bukan satu-satunya pemicu GERD. Faktor lain seperti pola makan, kebiasaan langsung berbaring setelah makan, dan makanan berlemak juga dapat memperburuk gejala.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali pemicunya masing-masing agar tidak langsung menyalahkan satu jenis makanan. Pemahaman ini penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Tips aman makan daging

Untuk mencegah begah setelah makan daging, dr Aru menganjurkan agar masyarakat membatasi porsi dalam sekali makan. Cara ini membantu lambung bekerja lebih ringan dan memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan.

Pilihan lauk pendamping juga perlu diperhatikan dengan menambah sayur dan sumber serat lain. Asupan serat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi risiko konstipasi.

Selain itu, minum air putih yang cukup menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan. Kebiasaan ini membantu proses cerna berjalan lebih lancar, terutama saat konsumsi daging sedang meningkat.

Ia juga menyarankan agar tidak langsung berbaring setelah makan dan memberi jeda sebelum tidur. Dengan pengaturan pola makan yang lebih bijak, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Idul Adha tanpa mengorbankan kenyamanan pencernaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!