Pertamina UMK Academy Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 06:45 WIB 2
Pertamina UMK Academy Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 kembali digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada 22-23 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil binaan PT Pertamina EP. Sebanyak 30 peserta dari Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membantu mereka naik kelas lebih cepat dan membuka peluang ke rantai pasok global.

Program ini menekankan penguatan karakter wirausaha, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran modern agar pelaku UMK lebih tangguh dan berdaya saing. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara langsung dalam pengembangan bisnis berkelanjutan.

Pelatihan UMK di Medan

Kegiatan dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendorong UMK naik kelas lebih cepat. Ia menyebut para pelaku usaha perlu menjadi lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Edwin juga berharap materi yang disampaikan dapat segera diterapkan oleh peserta dalam kegiatan usaha sehari-hari. Menurut dia, penerapan ilmu dari pelatihan akan membantu bisnis berkembang secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada tataran teori.

Ia menambahkan bahwa sinergi antarpelaku usaha menjadi faktor penting untuk memperluas jejaring bisnis. Melalui networking yang baik, UMK diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung penguatan ekosistem UMK di daerah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang lebih siap menghadapi tantangan pasar nasional maupun internasional.

Strategi Bisnis UMK

Materi pelatihan mencakup manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan yang menjadi fondasi penting dalam operasional usaha. Peserta juga dibekali cara mengatur bisnis agar lebih efisien dan terukur.

Selain itu, pembahasan diarahkan pada pengembangan usaha melalui riset, analisis pasar, dan inovasi produk. Dengan bekal tersebut, UMK diharapkan mampu membaca kebutuhan konsumen secara lebih akurat.

Kurasi materi juga menyentuh penguatan karakter wirausaha agar pelaku usaha memiliki mental yang kuat dalam menghadapi perubahan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga konsistensi pertumbuhan bisnis di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Peserta mendapat ruang untuk berdiskusi dengan mentor profesional terkait tantangan usaha yang mereka hadapi. Pendampingan semacam ini diharapkan membantu mereka menemukan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Digitalisasi UMK dan Branding

Pelatihan juga menyoroti digital marketing dan branding sebagai alat penting untuk memperluas pasar. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami cara membangun identitas usaha yang kuat dan mudah dikenali konsumen.

Digitalisasi operasional menjadi salah satu fokus utama karena dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan daya jangkau pasar. Pelaku UMK didorong memanfaatkan platform digital untuk penjualan, promosi, dan komunikasi dengan pelanggan.

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum yang dibagi ke dalam kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Setiap kelas dirancang untuk menjawab kebutuhan UMK pada tahapan pengembangan usaha yang berbeda.

Iwan menjelaskan bahwa Go Modern mendorong penerapan praktik bisnis yang lebih maju, sementara Go Digital menekankan integrasi teknologi dalam operasional. Adapun Go Online dan Go Global dipersiapkan agar UMK mampu memasarkan produk secara luas hingga menembus pasar internasional.

UMK Menuju Pasar Global

Selain aspek bisnis, pelatihan juga mengusung seri Go Green yang menekankan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Pendekatan ini diharapkan membuat UMK tumbuh dengan tetap memperhatikan keberlanjutan.

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga dapat lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut membuka akses lebih luas terhadap bimbingan profesional dan jejaring usaha.

Marissa menyebut manfaat pelatihan terasa nyata karena peserta memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan. Ia juga merasakan dampak positif berupa peningkatan omzet dan perluasan pasar setelah mengikuti program ini.

Program Pertamina UMK Academy 2025 sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat industri kreatif. Inisiatif ini juga dipandang sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!