Pertamina UMK Academy 2025 Perkuat Daya Saing UMK

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 20:29 WIB 3
Pertamina UMK Academy 2025 Perkuat Daya Saing UMK

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan daya saing di berbagai sektor usaha. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya perusahaan energi pelat merah tersebut untuk membantu pelaku UMK naik kelas lebih cepat melalui pendampingan yang lebih terarah.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan program ini dirancang agar peserta memperoleh materi yang sesuai dengan bidang usaha masing-masing. Pelatihan juga diisi praktik langsung bersama mentor ahli, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapat bekal yang relevan untuk pengembangan bisnis.

Pelatihan UMK Academy Tematik

Pelatihan tematik dalam UMK Academy diikuti peserta dari beragam sektor, mulai dari craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra. Setiap peserta mendapatkan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang mereka tekuni. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih spesifik dan mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Baron menjelaskan bahwa kelas tematik membantu pelaku usaha memahami tantangan dan peluang di sektor masing-masing. Untuk peserta fesyen, misalnya, materi mencakup tren mode, manajemen rantai pasok, dan strategi pengembangan produk. Dengan begitu, UMK dapat fokus membangun kompetensi yang paling dibutuhkan untuk bertahan di pasar.

Ia menegaskan bahwa Pertamina ingin memastikan program ini benar-benar memberi dampak nyata bagi peserta. Karena itu, pelatihan tidak disusun secara umum, melainkan menyesuaikan kebutuhan tiap sektor usaha. Model pembelajaran seperti ini diharapkan membuat UMK lebih cepat berkembang dan lebih siap bersaing.

Melalui skema tematik, peserta juga dapat bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha yang memiliki karakter bisnis serupa. Interaksi tersebut memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi antarpelaku UMK. Di sisi lain, materi yang lebih terfokus dinilai membuat proses belajar menjadi lebih efektif.

Mentor UMK Academy Berbagi

Sejumlah pemateri profesional hadir untuk membagikan pengalaman dan wawasan praktis kepada peserta. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, pendiri Sirtanio Organik Indonesia Ahmad Tessario, serta pengamat mode Lisa Fitria. Kehadiran para praktisi ini memberi perspektif nyata tentang tantangan dan arah pasar.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan membahas tren pasar tahun 2026. Materi tersebut membantu peserta memahami arah perkembangan desain dan preferensi konsumen yang terus berubah. Dengan informasi itu, pelaku usaha dapat menyesuaikan produk agar tetap kompetitif.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda menyoroti distribusi, promosi, dan pengembangan produk di sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efisien. Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi digital menjadi salah satu kunci memperluas pasar.

Ahmad Tessario dan Lisa Fitria turut memperkaya materi dengan pengalaman masing-masing di bidang agribisnis dan fesyen. Para peserta mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai praktik bisnis yang dapat diterapkan dalam usaha mereka. Kombinasi teori dan praktik ini membuat pelatihan terasa lebih aplikatif dan bernilai.

Peserta UMK Academy Bertumbuh

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan pelatihan ini membuka wawasannya tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai materi yang diberikan sangat membantu dalam memahami perubahan pasar. Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM.

Novita menyebut pengetahuan baru tersebut dapat memperkuat kemampuan produknya agar lebih kompetitif di pasar internasional. Ia merasa pelatihan tematik memberi arah yang lebih jelas dalam mengembangkan usaha. Karena itu, ia berharap program serupa dapat terus diperluas kepada lebih banyak pelaku UMK.

Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, juga merasakan manfaat langsung setelah mengikuti kelas fesyen. Ia kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien dan mengenali perbedaan katalog, lookbook, serta line sheet. Pengetahuan itu dinilai penting untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih profesional.

Sementara Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, memperoleh wawasan baru tentang strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia menilai materi kelas tematik F&B akan memperkuat daya saing produknya di pasar kopi yang semakin kompetitif. Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas.

UMK Academy Dukung Ekonomi

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk memperbesar kapasitas pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, UMK diharapkan mampu tumbuh lebih cepat dan lebih berdaya saing.

Pertamina menilai penguatan UMK penting karena sektor ini menyerap tenaga kerja dan mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Ketika kapasitas usaha meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik bisnis, tetapi juga rantai pasok di sekitarnya. Hal ini menjadikan pengembangan UMK sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Perusahaan juga menekankan komitmennya untuk menghadirkan program yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan praktis, bukan sekadar teori. Melalui pembinaan berkelanjutan, UMK diharapkan mampu melahirkan produk yang lebih inovatif dan berdaya saing global.

Dengan pelatihan tematik, mentor profesional, dan materi yang sesuai kebutuhan sektor, Pertamina berupaya mempercepat proses naik kelas bagi pelaku UMK. Program ini menunjukkan bahwa penguatan usaha kecil dapat dilakukan melalui pendampingan yang terstruktur dan terukur. Jika konsisten dijalankan, inisiatif ini berpotensi memberi kontribusi nyata bagi ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!