Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 23:27 WIB 6
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 kembali digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis 22-23 Oktober 2025 untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat karakter wirausaha, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, dan membuka jalan agar UMK naik kelas lebih cepat. Program ini juga diarahkan untuk mendukung akses pelaku usaha ke rantai pasok yang lebih luas, termasuk peluang pasar global.

Pertamina UMK Academy

Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, membuka kegiatan dan menegaskan bahwa pelatihan ini ditujukan agar UMK menjadi lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan bisnis sehari-hari.

Menurut Edwin, peningkatan kapasitas UMK tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi, tetapi juga dengan ketahanan usaha dalam menghadapi perubahan pasar. Karena itu, peserta didorong membangun sinergi dan jaringan usaha yang lebih luas.

Ia menambahkan, kolaborasi antarpelaku usaha menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Dengan jejaring yang baik, UMK dinilai lebih mudah bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Pelaksanaan Pertamina UMK Academy 2025 di Medan menjadi salah satu bentuk pembinaan yang berorientasi pada hasil nyata. Fokusnya bukan sekadar pelatihan, melainkan penguatan ekosistem usaha yang lebih siap tumbuh.

Strategi bisnis modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dibagi ke dalam beberapa kelas tematik. Setiap kelas disusun untuk menjawab kebutuhan UMK yang ingin berkembang secara bertahap.

Kelas Go Modern diarahkan agar peserta mengadopsi praktik bisnis yang lebih profesional dan efisien. Pendekatan ini menekankan pentingnya tata kelola usaha yang tertib dan adaptif.

Sementara itu, kelas Go Digital difokuskan pada pemanfaatan teknologi dalam operasional usaha. Peserta diajak memahami cara kerja sistem digital agar bisnis lebih cepat dan terukur.

Adapun kelas Go Online membekali peserta dengan strategi pemasaran dan penjualan melalui platform daring. Langkah ini dianggap penting karena perilaku konsumen kini semakin bergeser ke kanal digital.

Inovasi dan keberlanjutan

Selain penguatan digital, pelatihan juga menyoroti pengembangan usaha melalui riset, analisis pasar, dan inovasi produk. Materi ini membantu peserta membaca peluang yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Peserta juga mendapat pembekalan mengenai manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan. Tiga aspek itu dinilai krusial agar usaha memiliki fondasi finansial yang sehat.

Di sisi lain, seri Go Green menjadi bagian penting dari kurikulum yang dijalankan. Program ini mendorong UMK lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dalam aktivitas usahanya.

Melalui pendekatan tersebut, Pertamina berharap pelaku UMK tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi juga keberlanjutan bisnis. Kombinasi inovasi dan kepedulian lingkungan diyakini menjadi nilai tambah di pasar yang semakin kompetitif.

Manfaat bagi peserta UMK

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga dapat lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi pengembangan usahanya.

Menurut Marissa, pendampingan langsung dari mentor profesional memberikan wawasan baru dalam mengelola bisnis. Peserta juga mendapatkan bantuan sertifikasi dan perizinan yang selama ini dibutuhkan pelaku UMK.

Ia menyebut pelatihan tersebut berdampak pada peningkatan omzet dan perluasan pasar bagi usahanya. Pengalaman itu membuat dirinya semakin yakin bahwa pembinaan terstruktur dapat mendorong UMK berkembang lebih cepat.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan. Dengan dukungan pelatihan dan akses permodalan, UMK diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!