Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 27 Mei 2026 21:11 WIB 3
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 kembali digelar untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil agar lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 hingga 23 Oktober 2025, ini dipusatkan di Karibia Boutique Hotel, Medan, dan diikuti 30 peserta dari sejumlah wilayah operasi Pertamina. Pelatihan tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMK naik kelas lebih cepat, sekaligus membuka peluang masuk ke rantai pasok global. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional melalui pengembangan wirausaha yang berkelanjutan.

Peserta yang hadir merupakan mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field. Materi pelatihan mencakup manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Pembukaan acara dilakukan oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menekankan pentingnya penerapan ilmu secara langsung di lapangan. Selain memperkuat kapasitas teknis, pelatihan ini juga menekankan jejaring usaha sebagai modal pertumbuhan bisnis.

Pelatihan UMK Pertamina

Edwin Susanto menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar UMK dapat tumbuh lebih cepat dan lebih siap menghadapi persaingan usaha. Ia menegaskan, tujuan utama program adalah mendorong pelaku usaha menjadi tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Menurut dia, materi yang diberikan harus langsung diterapkan agar dampaknya terasa pada perkembangan bisnis. Ia juga berharap para peserta mampu membangun sinergi dengan sesama pelaku usaha untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Program ini menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu memperbaiki manajemen usaha secara lebih terukur. Materi tentang pembukuan dan arus kas dinilai penting karena banyak UMK masih menghadapi kendala pada pengelolaan keuangan. Melalui penguatan dasar usaha, UMK diharapkan lebih siap melangkah ke tahap berikutnya.

Pertamina menempatkan pengembangan UMK sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelatihan ini menjadi ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan, sekaligus memahami standar bisnis yang lebih kompetitif. Kehadiran mentor profesional juga memberi nilai tambah bagi para peserta yang ingin memperbaiki kualitas usahanya. Dengan bekal tersebut, UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Kurikulum UMK Go Modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum pelatihan yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas Go Modern dirancang agar UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih tertata dan efisien. Kelas Go Digital mendorong peserta memanfaatkan teknologi dalam operasional usaha sehari-hari. Sementara itu, kelas Go Online menekankan penggunaan platform digital untuk pemasaran dan penjualan.

Selain tiga kelas tersebut, peserta juga dibekali kelas Go Global untuk mempersiapkan usaha memasuki pasar internasional. Pendekatan ini disusun agar UMK tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki visi ekspansi yang lebih luas. Iwan menilai, tantangan UMK saat ini bukan sekadar menjual produk, melainkan membangun sistem usaha yang siap bersaing. Oleh karena itu, pelatihan ini menekankan transformasi dari pola usaha tradisional menuju model bisnis modern.

Setiap kelas turut mengusung semangat Go Green sebagai komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Prinsip ini diharapkan membuat pelaku UMK lebih sadar pada efisiensi sumber daya dan dampak usaha terhadap lingkungan sekitar. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Konsep ini juga selaras dengan tren pasar yang semakin memperhatikan keberlanjutan produk dan proses produksi.

Pengalaman Peserta UMK

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menyebut kesempatan tersebut sangat berarti karena membuka akses belajar langsung dari mentor profesional. Marissa juga menilai bantuan sertifikasi dan perizinan menjadi manfaat penting bagi pengembangan usahanya. Menurut dia, dukungan itu memberi rasa percaya diri untuk membawa bisnis ke level yang lebih tinggi.

Marissa menuturkan, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas peluang pasar. Setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025, usahanya mengalami peningkatan omzet dan jangkauan konsumen. Ia menilai pendampingan yang diterima sangat membantu dalam menguatkan fondasi bisnis. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pelatihan terarah dapat memberikan dampak nyata bagi pelaku UMK.

Partisipasi peserta seperti Marissa menunjukkan bahwa program pembinaan memiliki dampak yang langsung dirasakan pelaku usaha. Selain menambah kemampuan teknis, peserta juga mendapatkan jaringan baru yang bermanfaat untuk kolaborasi bisnis. Koneksi antarpelaku usaha dinilai penting karena dapat membuka peluang kerja sama pemasaran maupun produksi. Dengan bekal itu, UMK memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh secara konsisten.

Dorongan Ekonomi Nasional

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas UMK yang sejalan dengan visi pemerintah. Fokusnya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan melalui pelatihan serta akses permodalan. Dalam konteks tersebut, UMK dipandang sebagai penggerak penting ekonomi daerah sekaligus nasional. Penguatan sektor ini diyakini mampu memperluas basis usaha produktif di masyarakat.

Program seperti Pertamina UMK Academy 2025 juga menegaskan pentingnya peran korporasi dalam pemberdayaan ekonomi. Melalui pendampingan yang terstruktur, UMK memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kualitas produk, tata kelola, dan strategi pemasaran. Dukungan ini menjadi modal penting agar usaha kecil tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang makin ketat. Dengan ekosistem yang tepat, UMK dapat tumbuh lebih cepat dan lebih siap menembus pasar yang lebih luas.

Inisiatif tersebut pada akhirnya menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ketika UMK memperoleh akses pengetahuan, pendampingan, dan jaringan yang memadai, daya saingnya akan meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat yang mendapat manfaat dari perputaran ekonomi. Karena itu, penguatan UMK tetap menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!