Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 05:24 WIB 3
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan daya saing mereka di berbagai sektor. Program ini menyasar pelaku usaha dari bidang craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra. Pertamina menilai pelatihan yang disesuaikan dengan sektor usaha dapat mempercepat proses naik kelas bagi UMK. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dorongan untuk memperkuat ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, pelatihan tematik dirancang agar peserta memperoleh materi yang lebih spesifik dan praktis. Menurut dia, pendekatan tersebut membuat pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan ilmu bersama mentor ahli di bidang masing-masing. Baron menambahkan, penguatan kapasitas seperti ini diharapkan membuat UMK lebih fokus mengembangkan usaha. Dengan bekal yang lebih tepat sasaran, para pelaku usaha diharapkan mampu bersaing dan menjadi pemimpin pasar di sektornya.

Pelatihan Tematik UMK

Pertamina membagi kelas berdasarkan sektor usaha agar materi yang diberikan lebih relevan dengan kebutuhan peserta. Untuk kelas fesyen, misalnya, pembahasan mencakup tren mode, manajemen rantai pasok, dan strategi pengembangan merek. Sementara itu, peserta dari sektor food and beverage mendapat materi mengenai distribusi, promosi, dan pengembangan produk. Skema ini dirancang agar peserta dapat membawa pulang pengetahuan yang langsung bisa diterapkan dalam bisnis.

Sejumlah pemateri profesional dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta dengan pengalaman lapangan yang aktual. Di antaranya adalah pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta pendiri Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya Ahmad Tessario. Hadir pula pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria. Para mentor ini memberikan pandangan yang berbeda sesuai bidang usaha masing-masing peserta.

Baron menegaskan, pelatihan tematik tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesiapan UMK menghadapi kompetisi pasar. Ia menilai pelaku usaha perlu memahami karakter industrinya agar mampu mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan pemahaman yang lebih dalam, pelaku UMK diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan. Kondisi itu pada akhirnya dapat membuka peluang usaha yang lebih besar.

Wawasan Baru Peserta

Peserta pelatihan mengaku memperoleh manfaat langsung dari kelas yang diikuti selama program berlangsung. Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan materi yang diberikan membuka wawasan mengenai tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai pelatihan tersebut membantu UMKM menghasilkan produk yang lebih siap bersaing di pasar internasional. Menurutnya, materi yang diterima sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan usaha saat ini.

Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, juga merasakan manfaat dari kelas fesyen yang diikutinya. Ia mengaku kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Selain itu, ia mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet beserta penerapannya dalam pemasaran. Pengetahuan itu disebutnya membuka peluang baru untuk memperkuat pengembangan merek.

Sementara itu, Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, memperoleh wawasan baru terkait strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia menilai materi kelas tematik F&B sangat relevan dengan tantangan pasar kopi yang semakin kompetitif. Menurut dia, bekal tersebut akan membantu produknya memiliki posisi yang lebih kuat di pasar. Penguatan manajemen dan inovasi dinilai menjadi faktor penting untuk bertahan dan tumbuh.

Dukungan bagi Ekonomi Inklusif

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan kewirausahaan. Pertamina menempatkan program ini sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Melalui pendekatan pembelajaran yang terarah, perusahaan berharap pelaku UMK dapat berkembang lebih cepat. Dorongan tersebut diharapkan memberi dampak yang lebih luas bagi perekonomian nasional.

Pertamina menilai UMK memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Karena itu, peningkatan kemampuan pelaku usaha menjadi langkah strategis agar sektor ini terus bertumbuh. Pelatihan tematik dipandang sebagai cara efektif untuk menjawab kebutuhan tiap sektor usaha. Dengan model pembinaan seperti ini, UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Inisiatif tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan bagi UMK tidak cukup berhenti pada akses modal semata. Pelaku usaha memerlukan pendampingan, pengetahuan pasar, dan kemampuan adaptasi agar mampu menghadapi persaingan. Pertamina berharap program ini menjadi ruang belajar yang mendorong lahirnya lebih banyak usaha tangguh. Jika kapasitas meningkat, maka kontribusi UMK terhadap ekonomi nasional juga akan semakin kuat.

Langkah Naik Kelas UMK

Model pelatihan berbasis sektor dinilai penting karena setiap usaha memiliki tantangan yang berbeda. Pelaku usaha craft tentu membutuhkan pendekatan yang tidak sama dengan pebisnis makanan atau fesyen. Dengan penyampaian materi yang lebih spesifik, peserta dapat lebih mudah menyusun strategi pengembangan. Hal ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Pertamina menilai penguatan literasi bisnis, pemasaran digital, dan manajemen produksi menjadi kunci agar UMK mampu bersaing. Materi-materi tersebut membantu pelaku usaha membaca peluang pasar sekaligus mengelola operasional dengan lebih baik. Di tengah perubahan perilaku konsumen, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting. Karena itu, kelas tematik dipandang relevan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha masa kini.

Dengan keberlanjutan program seperti UMK Academy 2025, Pertamina berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang siap memasuki pasar lebih luas. Dukungan berupa pembinaan teknis dan penguatan kapasitas diharapkan memberi dampak nyata bagi perkembangan usaha. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan UMK memerlukan kolaborasi antara dunia usaha dan ekosistem pendukung lainnya. Dari sana, lahir peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!