Pertamina UMK Academy 2025 Buka Pelatihan Tematik UMKM

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 21:12 WIB 5
Pertamina UMK Academy 2025 Buka Pelatihan Tematik UMKM

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan mendorong daya saing pelaku UMK di berbagai sektor usaha. Pertamina menyebut program ini dirancang agar peserta dapat naik kelas lebih cepat melalui pembelajaran yang lebih terarah. Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem usaha kecil yang lebih tangguh.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perusahaan terus berinovasi agar program UMK Academy memberi dampak lebih nyata. Ia menilai pendekatan tematik membuat pelatihan lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing sektor. Para peserta dibekali materi yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor ahli. Dengan cara itu, UMK diharapkan lebih fokus mengembangkan usaha dan siap bersaing di pasar.

Pembinaan UMKM tematik

Pertamina membagi pelatihan berdasarkan sektor usaha yang digeluti peserta. Kategori itu mencakup craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Skema tersebut membuat materi yang diberikan lebih spesifik dan mudah diterapkan. Peserta dapat mempelajari aspek usaha yang paling relevan dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Muhammad Baron menjelaskan bahwa kelas tematik membantu pelaku UMK memahami persoalan usaha secara lebih mendalam. Dalam kelas fesyen, misalnya, peserta mendapatkan materi tentang tren mode dan manajemen rantai pasok. Pendekatan serupa diterapkan pada sektor lain agar pembelajaran lebih sesuai dengan tantangan pasar. Pertamina berharap peserta mampu menyusun langkah pengembangan usaha yang lebih terukur.

Program ini juga menekankan pentingnya praktik lapangan agar peserta tidak hanya memahami konsep. Mentor ahli memberikan contoh penerapan materi yang dapat langsung digunakan dalam bisnis. Menurut Pertamina, pembelajaran yang aplikatif akan mempercepat proses peningkatan kapasitas usaha. Hal ini dinilai penting agar UMK dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong untuk melihat peluang pertumbuhan di sektor masing-masing. Mereka juga diarahkan memahami kebutuhan konsumen dan perubahan pasar yang terus bergerak. Baron menegaskan bahwa UMK harus memiliki orientasi pengembangan yang jelas untuk dapat tumbuh berkelanjutan. Dengan bekal itu, pelaku usaha diharapkan mampu menjadi pemain yang lebih kompetitif.

Materi praktis dari mentor

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam kegiatan ini untuk berbagi pengalaman dan strategi bisnis. Di antaranya pendiri sekaligus Direktur Kreatif Pyo Jewelry, Luthfia Fataty, serta pemilik Panda Food, Stenly Hendi Avanda. Hadir pula Ahmad Tessario, pendiri Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya. Selain itu, pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria, turut memberi materi.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia memaparkan pengalaman membangun usaha serta arah tren pasar pada 2026. Materi itu diharapkan membantu peserta membaca peluang yang akan muncul di industri kreatif. Dengan pemahaman tersebut, pelaku UMK dapat menyiapkan produk yang lebih sesuai kebutuhan pasar.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk sektor makanan dan minuman. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Menurutnya, pemanfaatan kanal digital dapat memperluas jangkauan konsumen dengan biaya yang lebih efisien. Strategi itu dinilai penting bagi UMK yang ingin mempercepat pertumbuhan penjualan.

Ahmad Tessario dan Lisa Fitria turut memperkaya sesi pembelajaran dengan pengalaman lintas sektor. Keduanya memberi sudut pandang mengenai pengelolaan usaha, kreativitas, dan penguatan identitas merek. Keberagaman materi membuat peserta memperoleh wawasan yang lebih luas dan praktis. Pelatihan ini menjadi ruang bertukar pengalaman yang relevan bagi para pelaku usaha kecil.

Peserta merasakan manfaat

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya. Ia mendapatkan pemahaman baru tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Menurut dia, materi yang diberikan sangat mendukung kebutuhan pengembangan usahanya. Pelatihan tersebut juga memberi keyakinan bahwa produk lokal dapat bersaing lebih luas.

Novita menilai UMK perlu terus meningkatkan kapasitas agar mampu menghasilkan produk yang kompetitif. Ia melihat pelatihan tematik sebagai sarana belajar yang efektif karena materi disusun sesuai sektor usaha. Dengan bekal itu, pelaku usaha bisa lebih cepat menyesuaikan strategi bisnis. Ia berharap program serupa dapat terus diperluas ke lebih banyak daerah.

Pemilik Dara Baro, Dimita Agustin, juga merasakan manfaat yang signifikan dari kelas fesyen. Ia kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Selain itu, ia mengetahui perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet beserta penerapannya dalam pemasaran. Pengetahuan itu dinilai sangat membantu dalam membangun citra merek yang lebih profesional.

Dimita menyebut kelas tersebut bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan brand. Wawasan yang diperolehnya membuat ia lebih percaya diri menata strategi penjualan. Ia menilai pemahaman teknis seperti biaya produksi dan materi promosi sangat penting bagi pelaku fesyen. Dengan begitu, usaha dapat tumbuh lebih terarah dan berkelanjutan.

Langkah dorong ekonomi inklusif

Peserta lain, Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, mendapat wawasan baru dari kelas tematik F&B. Ia mempelajari strategi pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Materi itu menurutnya sangat relevan untuk menghadapi pasar kopi yang semakin kompetitif. Ia meyakini bekal tersebut akan meningkatkan daya saing produknya.

Achmad menilai penguatan SDM menjadi salah satu kunci bagi UMK untuk tumbuh lebih stabil. Ia juga melihat inovasi produk sebagai faktor penting agar bisnis tetap relevan. Dalam industri makanan dan minuman, perubahan selera konsumen terjadi sangat cepat. Karena itu, pelaku usaha perlu terus memperbarui pendekatan bisnisnya.

Pertamina menyatakan UMK Academy 2025 sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif. Program ini juga diarahkan untuk mendorong kewirausahaan di berbagai lapisan masyarakat. Dengan pembinaan yang tepat, UMK diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas kesempatan usaha yang berkelanjutan.

Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Perusahaan menilai penguatan kapasitas UMK dapat memberi dampak berantai bagi penciptaan lapangan kerja. Selain itu, usaha kecil yang naik kelas berpotensi menjadi motor ekonomi di daerah. Melalui program ini, Pertamina ingin memastikan pelaku UMK memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!