PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Komitmen itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional, di tengah capaian lebih dari 30.000 UMKM yang telah menjadi mitra binaan perusahaan.
Pendampingan yang diberikan mencakup akses permodalan, pelatihan pemasaran digital, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran nasional dan internasional. Sejak awal 2025, ribuan UMKM binaan juga mencatat kenaikan omzet, membuka ribuan lapangan kerja, dan menembus pasar ekspor ke sejumlah negara.
Dukungan UMKM Pertamina
Pertamina Patra Niaga menyatakan dukungan terhadap UMKM bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan. Perusahaan menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, pendampingan disusun agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih kompetitif.
Lebih dari 30.000 UMKM kini tergabung sebagai Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor usaha. Sektor tersebut meliputi kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Sebaran ini menunjukkan program pembinaan menjangkau beragam karakter usaha di berbagai daerah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Ia menyebut perusahaan berkomitmen hadir tidak hanya lewat bantuan modal, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lebih tangguh. Menurut dia, ekosistem semacam itu dibutuhkan agar UMKM semakin berdaya saing di era digital.
Omzet UMKM Menguat
Kinerja UMKM binaan Pertamina menunjukkan hasil yang cukup positif pada awal 2025. Tercatat 2.500 UMKM binaan mengalami peningkatan omzet rata-rata sebesar 35 persen per tahun. Capaian ini menjadi sinyal bahwa pendampingan yang diberikan mulai memberi dampak nyata bagi usaha peserta program.
Selain kenaikan omzet, para pelaku UMKM binaan juga menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru. Angka tersebut memperlihatkan kontribusi UMKM tidak hanya pada pertumbuhan usaha, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja. Dampak ini penting bagi penguatan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Pertamina Patra Niaga menilai keberhasilan UMKM terjadi karena kombinasi pembinaan yang berkelanjutan dan akses pasar yang lebih luas. Pendampingan digital marketing membantu pelaku usaha menjangkau konsumen yang lebih besar. Sementara itu, fasilitasi sertifikasi dan pameran memperkuat kepercayaan pasar terhadap produk yang dihasilkan.
Sasagu dan Ekspor Papua
Salah satu kisah sukses datang dari Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu asal Papua. Produk ini hadir sebagai pangan sehat, praktis, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Di sisi lain, Sasagu juga menjadi contoh bagaimana produk lokal bisa dikembangkan menjadi bisnis yang berdaya saing.
Founder sekaligus Owner Sasagu, Herlinda, mengatakan usahanya bukan hanya soal produk, melainkan sebuah gerakan untuk memberdayakan petani lokal. Melalui bisnis ini, pihaknya membuka lapangan kerja dan mendorong pemanfaatan sagu Papua secara lebih luas. Ia menilai pengembangan kapasitas usaha sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan bisnis.
Menurut Herlinda, keikutsertaan dalam UMK Akademi Pertamina menjadi langkah untuk memperluas jaringan dan membawa sagu Papua mendunia. Sasagu bahkan telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Capaian itu menunjukkan produk berbasis kearifan lokal memiliki peluang besar di pasar internasional.
Festival UMKM Binaan
Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang promosi dan pertemuan bisnis bagi para pelaku usaha binaan.
Festival tersebut memberi kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat dan calon mitra usaha. Selain itu, ajang ini membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang dapat memperluas jejaring bisnis. Bagi pelaku UMKM, jaringan yang kuat sering kali menjadi modal penting untuk memperbesar pasar.
Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif ini dapat memperkuat kapasitas UMKM secara menyeluruh. Perusahaan juga menargetkan kontribusi ekonomi daerah semakin meningkat melalui produk lokal yang lebih berkualitas. Dengan dukungan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
