Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas dan Go Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 06:17 WIB 4
Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas dan Go Global

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM agar naik kelas dan bersaing di pasar global. Momentum Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Nasional menjadi pengingat bahwa penguatan UMKM masih menjadi agenda penting bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, lebih dari 30.000 UMKM telah bergabung sebagai Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Sejak awal 2025, 2.500 UMKM binaan juga mencatat kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun dan menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru.

Komitmen Pertamina untuk UMKM

Pendampingan UMKM yang diberikan Pertamina mencakup akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran. Langkah ini dirancang agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kompetitif.

Program pembinaan tersebut juga membuka jalan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produksi. Dengan dukungan yang berkelanjutan, banyak usaha kecil mulai bertransformasi menjadi bisnis yang lebih terstruktur dan siap ekspansi.

Pertamina Patra Niaga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Perusahaan menilai, penguatan usaha kecil dapat memberi dampak langsung terhadap pemerataan ekonomi di daerah.

Komitmen itu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pelatihan, promosi, dan akses jejaring bisnis. Pendekatan tersebut diharapkan membuat UMKM lebih tangguh dalam menghadapi perubahan pasar digital.

Pertumbuhan omzet dan ekspor

Data Pertamina menunjukkan, ribuan UMKM binaan berhasil menaikkan omzet secara signifikan sepanjang 2025. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa pendampingan yang tepat dapat memberikan hasil nyata bagi pelaku usaha.

Selain pertumbuhan penjualan, UMKM binaan juga berhasil menembus pasar ekspor ke tujuh negara. Negara tujuan tersebut meliputi Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia.

Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing di pasar internasional. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, UMKM Indonesia berpeluang memperluas jangkauan bisnisnya lebih jauh.

Pertumbuhan omzet dan ekspor juga mendorong efek berganda bagi ekonomi sekitar. Semakin besar usaha berkembang, semakin terbuka pula peluang kerja dan perputaran ekonomi di daerah.

Sasagu jadi inspirasi

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu yang dikembangkan oleh Herlinda. Produk ini tidak hanya menawarkan pangan yang sehat dan praktis, tetapi juga membawa misi pemberdayaan masyarakat lokal.

Sasagu dinilai mampu mengangkat potensi sagu Papua sebagai bahan pangan yang bernilai ekonomi tinggi. Kehadirannya membuka lapangan kerja sekaligus memberi manfaat bagi petani lokal yang terlibat dalam rantai pasok.

Produk tersebut bahkan telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Capaian itu menjadi bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat diterima di pasar luar negeri.

Melalui UMK Akademi Pertamina, Sasagu berupaya memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jejaring. Herlinda menegaskan bahwa pihaknya ingin membawa sagu Papua dikenal lebih luas, dengan semangat bahwa siapa pun dan kapan pun bisa menikmati pangan lokal tersebut.

Festival UMKM di kota besar

Dalam rangka Hari UMKM Nasional, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota besar. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar.

Festival tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat. Ajang ini juga memberi kesempatan untuk membangun jejaring bisnis yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, UMKM binaan dapat mempertemukan produk lokal dengan calon mitra dari berbagai sektor. Kolaborasi yang tercipta diharapkan mampu memperkuat rantai nilai usaha kecil dan menengah.

Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif tersebut mampu mendongkrak kontribusi ekonomi daerah. Perusahaan juga ingin produk lokal semakin kuat bersaing di pasar internasional, seiring meningkatnya kapasitas pelaku usaha.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!